6 Tips Membujuk Anak Agar Tidak Takut ke Dokter Gigi

Untuk anak anak, pengalaman pergi ke dokter gigi terlihat cukup menyeramkan. Mereka akan membayangkan alat dokter gigi yang akan masuk ke mulut atau memang mungkin sudah memiliki pengalaman buruk ketika ke dokter gigi sebelumnya. Berbagai alasan tersebut tentunya membuat anak anak trauma dan jadi takut untuk pergi ke dokter gigi meski pada kenyataannya, pemeriksaan gigi secara teratur sangat penting dan tidak boleh ditawar tawar lagi. Bagi anda yang memang memiliki masalah anak serupa, berikut kami punya beberapa tips yang bisa anda lakukan agar anak tidak takut ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin.

  1. Ajari Sejak Kecil

Sebagai orang tua, usahakan untuk membawa anak ke dokter gigi sedini mungkin. Jika anda baru membawa anak ke dokter gigi ketika ia berusia cukup dewasa sekitar 7 tahun, maka mereka biasanya sudah banyak mendengar cerita menakutkan tentang dokter gigi. Namun jika sejak dini anda membiasakan anak untuk periksa ke dokter gigi, maka hal ini tidak akan terjadi. Jangan biasakan menunggu hingga terjadi keluhan pada anak dan baru membawanya ke dokter gigi sebab kunjungan pertama kemungkinan besar akan dilakukan prosedur yang cukup menakutkan karena kerusakan gigi sudah terjadi. Dengan memeriksa gigi anak sejak dini, maka membuat anak jadi terbiasa untuk kunjungan berikutnya.

  1. Ceritakan Hanya Intinya Saja

Hal yang biasanya dilakukan orang tua ketika rewel saat diajak ke dokter gigi adalah berjanji pada anak jika prosedur yang dilakukan di dokter gigi tidak akan menyakitkan. Namun sebenarnya, jika ternyata anak anda memang harus dibius atau giginya dicabut, maka tentu mereka akan merasa sakit ketika efek bius pencabutan gigi sudah habis dan akhirnya hilang kepercayaan pada anda. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, sebaiknya katakan saja hanya intinya saja pada anak anda untuk menjawab rasa cemas yang mereka rasakan.

Jangan menceritakan terlalu detail sebab anak akan bertambah takut sekaligus penasaran. Sebaiknya, gunakan analogi seperti ketika anak ke dokter pada saat flu. Anda bisa mengatakan jika mereka akan diperiksa oleh dokter gigi seperti saat sakit dulu namun kali ini bagian mulut dan gigi yang diperiksa.

  1. Biarkan Dokter Menjelaskan Prosedur Pada Anak

Seperti anak anak pada umumnya, mereka pasti akan terus bertanya apa yang akan terjadi di dokter gigi. Anda bisa mengatakan jika dokter gigi akan melihat mulut anak kemudian jika ada masalah seperti infeksi gigi maka akan diobati. Anda harus ingat jika dokter gigi sudah terbiasa untuk menangani anak yang takut ke dokter gigi. Tentunya mereka lebih bisa menjelaskan prosedur pada anak dengan cara yang mudah dimengerti oleh anak. Untuk itu sebaiknya, anda membiarkan dokter gigi yang akan menjelaskan secara detail tentang prosedur yang akan dilakukan.

  1. Jangan Ceritakan Kejadian Buruk

Sebagai orang tua, mungkin saja anda pernah mengalami pengalaman buruk ketika ke dokter gigi seperti sakit kepala sesudah cabut gigi. Namun tidak berarti jika pengalaman tersebut juga akan terjadi pada anak. Untuk itulah, sebaiknya hindari menceritakan kisah yang kurang menyenangkan tersebut pada anak. Jika anak anda memiliki kakak, maka anda juga bisa meminta bantuannya agar membujuk adiknya agar mau ke dokter gigi. Namun jika memang sang kakak juga pernah memiliki pengalaman buruk, maka sebaiknya tidak perlu diceritakan. 

  1. Tenang dan Positif

Ketika sedang diperiksa, sebisa mungkin anda dan juga pasangan anda menemani anak khususnya jika itu merupakan kunjungan pertama. Kehadiran orang tua tentu bisa membuat anak lebih percaya diri dan rileks. Selain itu, selama dokter sedang memeriksa atau melakukan tindakan sebisa mungkin jangan perlihatkan jika anda cemas atau tidak tega melihat proses tersebut. Tetaplah tenang dan dampingi anak anda sambil sesekali bercerita untuk mengalihkan pikiran anak dari rasa sakit yang mungkin saja terjadi.

  1. Berikan Pujian Bukan Hadiah

Tips berikutnya, hindari memberi anak hadiah setiap ia mau ke dokter gigi. Ini hanya akan membuat anak melihat jika dokter gigi adalah sebuah beban yang harus diimbangi dengan hadiah. Akan lebih baik jika anda memberikan pujian serta ucapan terima kasih untuk keberanian yang sudah dilakukan anak ketika ke dokter gigi. Jika memang harus diberikan hadiah, jangan terlalu sering karena anak akhirnya tidak akan mau ke dokter gigi jika anda tidak memberikan hadiah pada mereka.