Sponsors Link

Akar Gigi Bengkok: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Akar gigi memiliki peranan yang penting terutama bagi kedudukan gigi di rahang. Normalnya akar gigi terkubur di bawah tulang rahang dan berfungsi untuk menjaga gigi agar tetap kokoh. Namun dalam keadaan tertentu, akar gigi bisa membengkok dan akhirnya merugikan rahang dan wilayah di sekitarnya. Kondisi seperti ini lazim dikenal dengan dilaserasi. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan dilaserasi gigi itu? Halogigi akan membahasnya dalam artikel ini.

ads

Pengertian Dilaserasi

Akar Gigi Bengkok atau yang dalam bahasa medisnya disebut dilaserasi merupakan suatu kondisi yang abnormal ketika akar gigi dan mahkota gigi tumbuh membentuk sudut lancip. Kondisi ini dapat terjadi pada gigi susu maupun gigi tetap. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan dilaserasi gigi. Dikutip dari intelligentdental.com, berikut adalah beberapa penyebab dilaserasi.

1. Trauma

Penyebab dilaserasi gigi yang umum terjadi adalah trauma ketika gigi masih dalam masa pembentukkan. Trauma dapat menyebabkan posisi gigi dalam masa pembentukkan terganggu dan dampaknya, gigi yang tertinggal akan membentuk sudut. Jangkauan dan titik dilaserasi pada mahkota maupun akar gigi ditentukan oleh trauma yang menjadi penyebabnya. Misalnya trauma karena pukulan di wajah dan ketika terjatuh dengan wajah membentur lantai.

2. Kista atau Tumor

Kemunculan kista atau tumor yang menyebabkan infeksi juga dapat menyebabkan perubahan arah pada saat pertumbuhan gigi. Akhirnya terjadi dilaserasi gigi di bagian mahkota dan akar gigi.

3. Turner Hypoplasia

Dikutip dari wikipedia.org, Turner Hypoplasia atau Enamel Hypoplasia merupakan kondisi cacat gigi ketika enamel gigi yang keras memiliki ketebalan yang tipis dan jumlah yang sedikit. Penyebabnya adalah pembentukkan matriks enamel yang tidak sempurna. Pada beberapa kasus yang parah, enamel gigi bahkan tidak ada sama sekali dan menampakkan dentinnya. Turner Hypoplasia sering terjadi bersamaan dengan dilaserasi gigi.

4. Kawat Gigi Ortodontik

Pemasangan kawat gigi juga berperan dalam membentuk dilaserasi gigi. Terutama jika kawat gigi dipasang pada gigi yang masih dalam masa pertumbuhan.

Komplikasi Akibat Gigi Bengkok

Apa jadinya jika gigi bengkok atau dilaserasi tidak segera ditangani? Pada kasus dilaserasi mahkota gigi, gigi mungkin akan terlihat tidak estetis karena perubahan bentuknya. Sehingga membutuhkan tindakan cosmetic dental treatment seperti veneer porselen. Gigi mungkin akan mengalami impaksi atau tidak muncul di tempat akar gigi yang mengalami dilaserasi, karena sudut lancipnya. Akhirnya gigi terjebak di dalam rahang. Hal ini kemungkinan akan menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti kista yang muncul akibat impaksi gigi yang tidak ditangani.

Gigi yang mengalami dilaserasi juga dapat muncul dalam posisi yang aneh. Sehingga posisi gigi-gigi yang berada di sekitarnya menjadi berantakan. Resiko lain yang mungkin timbul akibat dilaserasi gigi adalah peradangan. Penyebabnya karena struktur gigi yang abnormal dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri untuk menginfeksi pulpa. Kematian (pulpa death) bisa terjadi jika infeksi yang terjadi pada pulpa semakin parah.

Cara Mengatasi Dilaserasi Atau Gigi Bengkok

Pada beberapa kasus, gigi bengkok dapat menimbulkan masalah bila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, masalah gigi bengkok apalagi jika sudah mencapai tingkat yang parah perlu segera mendapat tindakan. Dikutip dari laman intelligentdental.com, berikut adalah beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi dilaserasi gigi atau gigi bengkok.

1. Operasi

Operasi yang dilakukan untuk mengatasi dilaserasi gigi bertujuan untuk menata ulang struktur gigi yang terganggu karena dilaserasi. Karena penanganannya tidak bisa dilakukan dengan menggunakan kawat gigi biasa, maka perlu dilakukan operasi untuk melakukan penataan struktur gigi.

Sponsors Link

2. Dental Crown

Prosedur dental crown perlu dijalani pasien yang mahkota giginya rusak akibat dilaserasi gigi. Tujuannya untuk menghambat masuknya bakteri ke pulpa gigi.

3. Cabut Gigi

Mencabut gigi yang mengalami dilaserasi nampaknya merupakan pilihan terbaik yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah dilaserasi gigi. Namun, cara ini bukannya tanpa hambatan. Gigi yang bengkok karena dilaserasi sulit dicabut karena bentuknya yang menyerupai kait menyangkut kuat di rahang gigi. Ketika dicabut, gigi bengkok seringkali patah sehingga tidak tercabut dengan sempurna. Oleh karena itu dibutuhkan operasi tambahan untuk mengangkat bagian-bagian gigi yang tertinggal.

Sponsors Link

4. Melakukan Monitoring

Jika dilaserasi gigi yang dialami pasien tidak menimbulkan banyak gangguan atau komplikasi, maka yang dapat dilakukan adalah dengan monitoring secara rutin. Karena pada beberapa kasus, dilaserasi tidak membutuhkan penanganan khusus untuk mengatasinya dan pasien penderitanya dapat hidup dengan dilaserasi gigi. Meskipun begitu, pengawasan tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi adanya perubahan-perubahan pada gigi yang mengalami dilaserasi.

Itulah tadi penjelasan mengenai akar gigi bengkok. Akar gigi bengkok atau dilaserasi akar gigi biasanya disebabkan oleh trauma benturan yang terjadi pada gigi. Selain trauma benturan, akar gigi yang bengkok juga dapat disebabkan karena kista atau tumor. Cara terbaik untuk mengatasi akar gigi bengkok agar tidak menimbulkan komplikasi adalah dengan mencabutnya. Tentu hal ini perlu dilakukan dengan pengawasan dokter.

Sponsors Link
, , ,