Sponsors Link

Alveolar Osteitis: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Pencegahannya

Sponsors Link

Manusia memiliki gigi yang berguna untuk membantu mereka mengunyah makanan. Gigi manusia dapat dibagi menjadi beberapa macam. Diantaranya adalah gigi seri, gigi taring dan gigi bungsu. Sedangkan menurut perkembangannya, macam macam gigi dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu gigi susu dan gigi tetap. Gigi susu adalah gigi yang tumbuh ketika manusia masih bayi, sifatnya sementara. Meskipun begitu, gigi susu memiliki peranan penting. Salah satunya adalah membantu gigi tetap agar berada pada posisinya. Berbeda dengan gigi susu, gigi tetap mulai tumbuh pada rentang usia 6 hingga 12 tahun.

ads

Masalah-masalah gigi lebih banyak terjadi pada gigi tetap dibandingkan gigi susu. Misalnya saja gigi hipersensitif, gigi graham goyang sakit, kanker rahang gigi dan jenis jenis penyakit gigi lainnya. Masalah lain yang dapat dialami oleh gigi tetap adalah Aveolar Osteitis atau dry socket. Penyakit ini dapat timbul ketika gigi tetap orang dewasa dicabut. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Alveolar Osteitis?

Ketika gigi dicabut, akan muncul gumpalan darah yang letaknya berada di rongga gigi yang kosong. Fungsinya yakni menjadi lapisan pelindung ujung saraf atau tulang yang terdapat pada rongga gigi yang kosong. Gumpalan darah ini juga dapat berfungsi sebagai pondasi untuk pembentukkan tulang baru atau jaringan lunak baru di atasnya. Alveolar Osteitis adalah keadaan yang terjadi ketika gumpalan darah yang ada di tempat gigi dicabut lepas atau mencair, sebelum luka dari cabut gigi tersebut sembuh.

Rongga gigi yang terbuka dapat menyebabkan rasa sakit. Karena di bawahnya terdapat saraf dan tulang. Rasa sakit ini bahkan dapat menyebar ke wilayah sisi wajah. Sakit akan bertambah parah dan akan menjadi radang jika terdapat sisa makanan pada rongga gigi. Adapun orang yang biasanya akan terkena Aveolar Osteitis adalah orang yang:

  • Sering merokok. Kandungan kimia yang ada di dalam rokok dapat menghambat penyembuhan luka dan dapat mengkontaminasi daerah luka akibat cabut gigi. Kegiatan menghisap rokok juga dapat mencabut gumpalan darah di rongga gigi sebelum waktunya.
  • Tidak menjaga kebersihan mulutnya dengan baik
  • Bermasalah dengan gigi geraham bungsunya, sehingga harus dicabut
  • Mengkonsumsi pil KB. Kandungan estrogen yang tinggi dalam obat kontraseptif seperti dalam pil KB dapat mengganggu proses penyembuhan dan meningkatkan resiko terkena Alveolar Osteitis
  • Memiliki infeksi gigi maupun gusi
  • Memiliki riwayat penyakit Alveolar Osteitis sebelumnya.

Gejala Alveolar Osteitis

Alveolar Osteitis paling sering terjadi sehabis gigi bungsu dicabut. Rasa sakit biasanya akan muncul satu atau tiga hari setelah cabut gigi. Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan yaitu:

  • Rasa nyeri yang hebat beberapa hari setelah cabut gigi
  • Kehilangan sebagian atau seluruh gumpalan darah pada rongga gigi setelah cabut gigi. Rongga gigi akan terlihat mengering
  • Tulang di rongga gigi dapat terlihat
  • Nyeri yang menjalar dari rongga gigi ke pelipis, mata, telinga atau leher. Sisi yang mengalami nyeri sama dengan sisi tempat gigi dicabut
  • Nafas bau atau bau yang tidak sedap keluar dari mulut
  • Rasa makanan menjadi tidak enak
Sponsors Link

Cara Mengobati Alveolar Osteitis

Untuk mengurangi rasa nyeri akibat penyakit Alveolar Osteitis adalah dengan mengkonsumsi obat anti radang atau nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID), seperti ibuprofen atau aspirin. Namun terkadang nyeri yang dirasakan sangat hebat sehingga mengkonsumsi obat NSAID saja belum cukup. Jika sudah seperti ini, ada baiknya Anda bertemu dengan dokter gigi, agar dokter dapat meresepkan obat yang lebih kuat atau menggunakan anastesi. Dokter gigi nantinya akan membersihkan rongga gigi dari sisa makanan. Kemudian menambal lubang pada rongga tersebut dengan semacam pasta atau isian yang diberi obat untuk mempercepat penyembuhan.

Anda mungkin perlu untuk kembali lagi ke dokter gigi untuk mengganti tambalan selama beberapa hari sekali, agar rasa nyeri bisa benar-benar hilang. Dokter gigi dapat meresepkan antibiotik untuk perawatan di rumah supaya terhindar dari infeksi dan menganjurkan pasiennya untuk berkumur dengan air garam atau obet kumur khusus setiap hari.

Sponsors Link

Pencegahan Terhadap Alveolar Osteitis

Setelah cabut gigi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dapat terhindar dari penyakit Alveolar Osteitis atau dry socket yaitu:

  • Membatasi aktifitas. Konsultasikanlah kepada dokter gigi Anda kapan seharusnya Anda mulai bisa beraktifitas secara normal kembali. Terlebih jika aktifitas yang Anda geluti adalah aktifitas yang berat seperti berolah-raga keras misalnya. Karena olah-raga yang keras dapat berdampak pada pelepasan gumpalan darah di rongga gigi.
  • Minumlah banyak air putih setelah cabut gigi. Hindari minuman-minuman berkafein, beralkohol maupun minuman berkarbonasi. Usahakan minum jangan menggunakan sedotan. Karena aktifitas menyedot dapat membantu melepas gumpalan darah dari rongga gigi.
  • Pada hari-hari pertama setelah operasi, mulailah mengkonsumsi makanan-makanan yang lembut terlebih dahulu. Jangan mengkonsumsi makanan yang terlalu panas ataupun terlalu dingin dulu. Jangan mengunyah pada sisi tempat gigi dicabut
  • Menjaga kebersihan mulut. Anda dapat menggosok gigi Anda dan berkumur secara perlahan. Namun untuk waktu 24 jam hindari wilayah yang habis dicabut gigi. Setelah 24 jam, mulailah berkumur dengan air garam.

Demikianlah penjelasan mengenai Alveolar Osteitis. Jika Anda mengalami nyeri luar biasa setelah cabut gigi secara berkepanjangan. Ada baiknya segera berkonsultasi kepada dokter gigi Anda, karena bisa jadi Anda terkena Alveolar Osteitis. Meskipun bisa disembuhkan, penyakit ini tetap tidak bisa dianggap remeh.

Sponsors Link
, ,
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini