Sponsors Link

Apakah Amelogenesis Imperfecta?

Sponsors Link

Amelogenesis imperfecta merupakan sekelompok genetik langka di mana lapisan luar gigi atau enamel gigi gagal berkembang dengan baik. Seseorang dengan amelogenesis imperfecta akan memiliki ukuran gigi yang kecil, berwarna kuning atau coklat yang rentan pada kerusakan gigi. Penyebab pasti dari amelogenesis imperfecta sendiri tidak diketahui pasti. Namun diperkirakan 1 dari 14 ribu orang.

ads

Penyebab Amelogenesis imperfecta

Amelogenesis imperfecta terjadi karena mutasi pada fen AMELX, ENAM atau MMP20. Gen gen tersebut bertanggung jawab untuk membuat protein yang diperlukan untuk pembentukan enamel normal. Enamel gigi sendiri merupakan bahan keras yang kaya mineral untuk membentuk lapisan luar pelindung gigi manusia.

Mutasi pada salah satu gen tersebut bisa mencegah protein dan mengarah ke enamel yang tipis atau lunak. Gen yang bermutasi bisa diturunkan dari orang tua pada anak anak mereka atau bisa berkembang pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit di dalam keluarga.

Gejala Amelogenesis Imperfecta

Gejala utama dari amelogenesis imperfecta adalah kerusakan enamek. Ini terjadi pada gigi bayi dan juga gigi permanen dewasa. Sedangkan secara umum, gejala yang bisa ditimbulkan lainnya adalah:

  • Gigi berukuran lebih kecil dibandingkan gigi normal.
  • Warna kuning atau coklat pada gigi.
  • Gigi rentan pada kerusakan gigi.
  • Gigi sensitif.
  • Maloklusi gigitan yang terbuka di mana gigi atas dan gigi bawah tidak saling bersentuhan ketika mulut tertutup.

Jenis Amelogenesis Imperfecta

Karakteristik yang tepat dari enamel gigi tergantung pada jenis amelogenesis imperfecta, yakni:

  • Tipe 1 [Hipoplastik]: Ada cacat dalam jumlah enamel yang dibuat sehingga tidak mencukupi. Gigi mungkin akan tampak kecil, berwarna putih, kuning atau coklat serta enamel yang tipis disertai gigi berlubang dan alur.
  • Tipe 2 [Hipomaturasi]: Ada cacat pada pertumbuhan akhir dan pematangan email. Gigi akan berwarna kekuningan atau coklat disertai dengan sensitivitas. Enamel akan memiliki ketebalan yang normal namun lunak sehingga gigi terlihat berbintik dan mungkin aus atau patah. Hipomaturasi memiliki 20 hingga 40% dari semua kasus amelogenesis imperfecta.
  • Tipe 3 [Dihipotesiskan]: Cacat terjadi pada tahap awal pembentukan enamel. Enamel mungkin memiliki ketebalan normal namun terlalu lunak. Gigi mungkin terlihat putih, kuning atau coklat disertai dengan enamel yang kasar. Selain itu, gigi mungkin akan terasa sensitif pada panas atau dingin. Ini menjadi jenis amelogenesis imperfecta yang jarang sekitar 7% dari semua kasus.

Amelogenesis Imperfecta vs Dentinogenesis Imperfecta

Amelogenesis imperfecta dan dentinogenesis imperfecta keduanya merupakan kelainan genetik pada perkembangan gigi.  Dentinogenesis imperfecta mempengaruhi bagian gigi yang berbeda yakni dentin gigi. Ini merupakan zat seperti tulang yang membentuk lapisan tengah gigi anda. Dentinogenesis imperfecta terjadi karena mutasi pada gen DSPP. Seseorang dengan dentinogenesis imperfecta akan memiliki gigi yang transparan dan berwatna biru abu abu atau kuning kecoklatan. Pada kedua kondisi gigi tersebut akan menyebabkan gigi lemah dan rentan patah.

Diagnosis Amelogenesis Imperfecta

Amelogenesis imperfecta yang merupakan salah satu jenis jenis penyakit gigi umumnya didiagnosis dokter gigi dengan mengambil riwayat keluarga dan melakukan uji lisan untuk menilai enamel. Dokter gigi akan melakukan rontgen di dalam atau di luar mulut pasien namun biasanya diagnosis juga dilakukan dengan pemeriksaan visual.

Pemeriksaan radiografi bisa membantu dokter gigi untuk melihat kontras antara enamel dan dentin gigi. Jenis pemeriksaan ini bisa membantu dokter untuk menilai kepadatan enamel gigi. Mengetahui kepadatan gigi akan membantu dokter untuk menentukan jenis perawatan yang dibutuhkan.

Sponsors Link

Komplikasi Amelogenesis Imperfecta

Tanpa enamel yang baik, maka gigi akan rentan terhadap kerusakan serta penyakit gusi seperti gingivitis atau periodontitis. Seseorang dengan kondisi ini harus menjaga kebersihan mulut dengan baik dan melakukan kunjungan dokter gigi lebih sering untuk pembersihan dan evaluasi.

Sebagian pasien akan membutuhkan perawatan gigi yang ekstensif yang seringkali menimbulkan masalah keuangan mengingat harganya yang mahal. Kondisi ini juga bisa mempengaruhi penampilan gigi, mengalami masalah emosional atau sosial termasuk rendah diri dan depresi.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini