Sponsors Link

Apakah Makanan Cepat Saji Menyebabkan Bau Mulut

Sponsors Link

Bau mulut yakni jenis jenis bau mulut menjadi masalah mulut yang sering dialami banyak orang. Keadaan ini seringkali membuat orang menjadi tak percaya diri. Biasanya, kesehatan gigi menjadi pemicu dari bau mulut, tetapi makanan cepat saji juga bisa menjadi pemicu bau mulut yang tidak sedap.

ads

Makanan cepat saji atau dampak makanan ber MSG pada gigi menjadi  pilihan favorit banyak orang, meski enak, junk food tergolong makanan ‘jahat’ karena mengandung tinggi lemak jahat dan sumber karbohidrat yang buruk.

Sebuah penelitian tentang teknologi terbaru smart tooth menemukan, makanan cepat saji merupakan salah satu pemicu bau mulut. Penyebabnya bukanlah bawang yang terdapat dalam dalam burger, tetapi sisa minyak yang menyerap pada makanan. Minyak tersebut berinteraksi dengan enzim pencernaan yang dapat berujung pada bagian mulut.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Natural Science, Biologi dan Kedokteran menemukan bahwa orang-orang senang konsumsi makanan cepat saji, setidaknya tiga kali seminggu, lebih mungkin mengalami bau mulut atau halitosis, dibandingkan dengan orang yang jarang junk food lebih jarang.

Dr. Wonjae Cha dan Dr. Hyo Geun Choi dari Pusan National University Hospital, Korea, menemukan bahwa orang-orang yang makan fast food 3 kali per minggu memiliki kemungkinan 15% lebih tinggi untuk punya bau mulut alias halitosis.

Junk food tergolong makanan yang lama dicerna, sehingga bisa menyebabkan penumpuknya gas di sistem pencernaan. Tak sekedar itu, junk food biasanya identik dengan makanan bertepung, lalu bisa menyebabkan sisa makanan menempel. Jadilah bakteri senang berkembang biak di rongga mulut yang memicu bau tak sedap.

Juga dengan kandungan minyaknya yang banyak memicu keasaman. Pada orang tertentu, sering makan junk food sebabkan kenaikan asam lambung. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan Anda mengalami bau mulut tak sedap.

Penyebab bau mulut ternyata bukan hanya fast food. Orang yang suka makan makanan manis seperti permen atau minum soda juga 19% lebih mungkin punya halitosis. Bakteri dalam mulut kita hidup dari gula, dan semakin banyak gula yang diasup, semakin berkembang biak bakteri tersebut, dan semakin tak sedap pula aroma dari mulut.

Untuk mencegah bau mulut, disarankan untuk mengubah pola makanan yang sehat. Makan banyak sayuran dan buah segar. Misalnya, makan apel dapat menjadi cara terbaik untuk menyegarkan mulut karena mengandung senyawa yang dapat menghambat aktivitas di mulut Anda.

Anda juga bisa coba makan jeruk dan stroberi. Kandungan vitamin C dalam buah-buahan ini menciptakan aroma segar di mulut sepanjang hari. Di samping itu, buah tersebut akan menyulitkan bakteri untuk tumbuh dan berkembang.

Sponsors Link

Telah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa makanan cepat saji sangatlah buruk bagi kesehatan tubuh kita. Tak hanya kaya akan kalori dan lemak yang bisa meningkatkan resiko terkena kenaikan berat badan, penyakit kardiovaskular, atau bahkan kanker, sebuah penelitian terbaru bahkan menyebutkan bahwa makanan cepat saji ternyata juga bisa menyebabkan masalah bau mulut.

Oleh sebab itu,  menjaga pola makan jadi salah satu hal penting menjaga risiko bau mulut. Kalau Anda mengalaminya, pasti menurunkan tingkat kepercayaan diri.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Makanan