Sponsors Link

Penyakit Avulsi Gigi

Sponsors Link

Apakah kalian sudah tahu apa yang dimaksud dengan penyakit avulsi gigi? apakah berhubungan dengan penyakit kronis akibat infeksi gigi ? Bagi kalian yang belum tahu, berikut kami berikan info seputar avulsi gigi. Mulai dari pengertian hingga bagaimana cara mengatasi penyakit tersebut.

ads

Avulsi adalah robeknya substansi jaringan lunak yang biasanya mengenai kulit, mukosa, otot dan tulang. Pada skenario ini, avulsi merujuk pada terlepasnya gigi secara keseluruhan dari soketnya, sehingga ligamen periodontal yang melekatkannya sobek.

Beberapa tindakan darurat yang bisa kita lakukan jika terjadi avulsi. Pertama kali yang dilakukan ketika gigi avulsi :

1. Jika gigi avulsi, temukan dan ambil gigi dengan memegangnya pada  bagian lapisan biofilm pada gigi dan gusi atau mahkota. Jangan sentuh bagian akar.

2. Jika gigi kotor, bersihkan secara cepat (10 detik) dengan air mengalir yang dingin, dan masukkan kembali ke dalam soket gigi dengan tekanan ringan oleh jari.

3. Namun jika tidak memungkinkan, tempatkan gigi pada medium penyimpanan yang sesuai, contohnya dalam susu atau media khusus yang sesuai untuk menyimpan gigi yang avulsi (medium penyimpanan hank’s balanced (HBSS) atau larutan saline. Atau mungkin juga dapat disimpan dalam mulut, diantara pipi bagian dalam, namun jika pasien terlalu muda, dapat dilakukan oleh orang tuanya. Hindari perendaman dengan air.

4. Segera ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan kedaruratan pada gigi dengan alat dokter gigi yaitu replantasi. ( golden periodgigi avulsi ± 2 jam).

Nah diatas adalah beberapa tindakan darurat yang bisa kita lakukan sendiri ketika kita terkena avulsi gigi. Selanjutnya kita akan jelasakan beberapa perawatan yang dilakukan oleh dokter untuk menangani gigi avulsi. Perawatan yang dilakukan oleh dokter pada umumnya berdasarkan kondisi dari gigi pasien dan sobat bisa melakukan cara ke dokter gigi 6 bulan sekali dengan biaya terjangkau, diantaranya yaitu :

1. Pada gigi yang apeksnya tertutup sempurna, dimana gigi sudah di replantasi oleh pasien ketika datang ke klinik gigi. Tindakan yang dilakukan ialah :

  • Ambil kembali gigi dari soketnya.
  • Bersihkan daerah soket dengan water spray saline atau chlorhexidine.
  • Lakukan penjahitan apabila terjadi laserasi pada gingival.
  • Lakukan replantasi gigi ke soketnya dan sesuaikan dengan posisi normal gigi secara klinis dan radiografi.
  • Gunakan splint flexible selama dua minggu.
Sponsors Link

  • Beri obat antibiotik sistemik. Tetrasiklin adalah pilihan  pertama ( Doxyxycline 2x sehari selama 7 hari dengan dosis sesuai umur dan berat  badan pasien). Resiko dari diskolorasi gigi permanen harus dipertimbangkan karena  penggunaan tetrasiklin pada  pasien anak, sehingga dapat digunakan phenoxymethyl  penicilin ( Pen V) atau amoxycillin dengan dosis sesuai umur dan berat badan.
  • Jika gigi yang mengalami avulsi telah terkena tanah dan dikhawatirkan terjadi tetanus, dapat diberika vaksinasi tetanus.
  • Lakukan rekontruksi mulut total dan perawatan saluran akar  7-10 hari setelah replantasi dan sebelum pelepasan dari splint.

2. Apeks gigi tertutup sempurna. Gigi berada diluar mulut < 60 menit. Gigi sudah disimpan dalam media yang sesuai (seperti susu, saliva, HBSS). Tindakan yang dilakukan ialah :

ads
  • Bersihkan akar dan foramen apikal dengan larutan saline, rendam gigi dalam larutan saline sehingga kontaminasi dan sel-sel mati dipermukaan akar hilang .
  • Lakukan anastesi lokal .
  • Irigasi soket dengan larutan saline.
  • Periksa soket alveolar, jika terdapat fraktur pada dinding soket, reposisi dengan instrumen yang sesuai.
  • Replantasi gigi dengan perlahan dan tekanan ringan.
  • Lakuakan penjahitan apabila terjadi laserasi gingiva.
  • Cek posisi normal gigi yang direplantasi secara klinis dan radiografi.
  • Gunakan flexible splint selama 2 minggu, jauhkan dari gingival.
  • Beri antibiotik sistemik. Tetrasiklin 2x sehari selama 1 minggu untuk orang dewasa dan phenoxymethyl penicillin atau amoxicillin untuk anak-anak < 12thn dengan dosis sesuai umur dan berat badan.
  • Jika gigi yang mengalami avulsi telah terkena tanah dan dikhawatirkan terjadi tetanus, dapat diberika vaksinasi tetanus.
  • Lakukan perawatan saluran akar 7-10 hari setelah replantasi dan sebelum pelepasan dari splint.

3. Apeks gigi tertutup sempurna. Gigi berada di luar mulut > 60 menit. Ligamen periodontal mungkin telah nekrosis dan tidak dapat pulih. Gigi dapat direstorasi untuk kepentingan estetis, untuk pemulihan fungsi dan psycological dan memelihara bentuk tulang alveolar. Namun resikonya dapat terjadi ankilosis, resorpsi akar dan gigi dapat tanggal pada akhirnya. Tindakan yang dilakukan ialah :

  • Area yang mengalami avulsi gigi diperiksa dengan Radiografi untuk mengetahui ada fraktur alveolar atau tidak.
  • Debris dan sisa jaringan lunak dibersihkan dari gigi.
  • Perawatan saluran akar dapat dilakukan sebelum replantasi atau 7-10 hari setelahnya.
  • Aplikasi anastesi lokal.
  • Irigasi soket dengan larutan saline.
  • Replantasi gigi dengan perlahan dan tepat.
  • Lakukan penjahitan bila terjadi laserasi gingiva.
  • Periksa posisi normal gigi yang telah direplantasi secara klinis dan radiografi.
  • Stabilisasi gigi dengan flexible splint selama 4 minggu.
  • Beri antibiotik sistemik. Tetrasiklin 2x sehari selama 1 minggu untuk orang dewasa dan phenoxymethyl penicillin atau amoxicillin untuk anak-anak < 12thn dengan dosis sesuai umur dan berat badan.

4. Apeks gigi terbuka. Gigi sudah direplantasi saat pasien datang ke klinik gigi. Tindakan yang dilakukan ialah :

  • Ambil kembali gigi dari soketnya.
  • Bersihkan daerah soket dengan water spray aline atau chlorhexidine.
  • Lakukan penjahitan apabila terjadi laserasi pada gingiva.
  • Lakukan replantasi gigi ke soketnya dan sesuaikan dengan posisi normal gigi secara klinis dan radiografi.
  • Gunakan splint flexible selama dua minggu.
  • Beri obat antibiotik sistemik. Tetrasiklin adalah pilihan pertama ( Doxyxycline 2x sehari selama 7 hari dengan dosis sesuai umur dan berat  badan pasien). Resiko dari diskolorasi gigi permanen harus dipertimbangkan karena  penggunaan tetrasiklin pada  pasien anak, sehingga dapat digunakan  phenoxymethyl  penicilin ( Pen V) atau amoxycillin dengan dosis sesuai umur dan berat badan.
  • Jika gigi yang mengalami avulsi telah terkena tanah dan dikhawatirkan terjadi tetanus, dapat diberika vaksinasi tetanus .
  • Replantasi pada gigi yang masih berkembang (immature) pada anak-anak adalah untuk membiarkan terjadinya revaskularisasi pada pulpa gigi. Jika hal itu tidak terjadi, dapat dilakukan perawatan saluran akar.Untuk merangsang penutupan apeks, dapat diaplikasikan fluoride 2% pada permukaan akar sebelum direplantasi selama 20 menit

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat untuk sobat pembaca semua, salam gigi sehat dan putih berkilau selalu, terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini