Sponsors Link

12 Bahaya Mematikan Saraf Gigi yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Dari sekian banyak anggota tubuh manusia, gigi termasuk dalam bagian anggota tubuh manusia yang berwujud sangat kecil. Meski kecil ternyata gigi memiliki bagian – bagian yang tidak sedikit di dalamnya dan ada macam-macam gigi di mulut kita, sehingga apabila tidak mendapat perawatan yang tepat dapat memicu kemungkinan timbulnya masalah gigi yang beraneka ragam. Wujud gigi yang cukup kecil tidak menjamin bahwa ia memiliki sedikit resiko terserangnya penyakit.

ads

Sakit gigi yang sering di derita kebanyakan orang, meski rasanya tidak jauh berbeda namun terkadang penyebabnya berbeda. Misalnya saja seperti sakit gigi yang amat sangat sakit, bisa karena bakteri dalam lubang di gigi atau bisa juga karena disebabkan oleh radang saraf gigi.

Dalam artian meski berwujud kecil, kita tidak dapat meremehkannya. Karena berbagai penyakit dapat menyerang gigi, mulai dari penyakit yang sepele sampai pada tingkatan penyakit gigi yang cukup parah. Ketika anda menderita rasa sakit gigi yang amat sangat di bagian gigi berlubang yang ternyata sedang diserang radang saraf gigi, biasanya ada beberapa tindakan yang disarankan dokter. Salah satunya ialah mematikan saraf gigi atau gigi akan dicabut jika kondisinya mendasari alasan gigi harus dicabut.

Beberapa dari kita mungkin bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan mematikan saraf gigi. Proses mematikan saraf gigi biasanya dilakukan dengan pemberian obat di bagian dalam, yang kemudian dilanjut dengan proses menambal gigi sementara (untuk menutup obat yang diberikan di dalamnya). Tujuan perawatan ini adalah untuk menghilangkan rasa sakit.

Perawatan gigi dilakukan secara rutin dan membutuhkan waktu sekitar 3-4 minggu atau jika dibutuhkan perawatan harus dilakukan sekitar 3-4 kali perawatan ke dokter gigi, kemudian ditambal permanen dengan menggunakan tambalan komposit. Perawatan saraf gigi ini adalah salah satu cara mengatasi gigi sakit dan gigi dapat kembali digunakan untuk mengunyah seperti gigi-gigi sehat lainnya. Namun rupanya ada beberapa bahaya mematikan saraf gigi yang sebagian orang belum begitu tahu, yaitu:

  1. Mematikan jaringan lunak dan jaringan keras

Mematikan saraf gigi dengan menggunakan arsen terbilang cukup berbahaya. Arsen yang digunakan untuk mematikan saraf dimasukkan ke dalam lubang gigi yang telah dipersiapkan, kemudian ditutup dengan tambalan sementara. Bila tambalan sementara bocor, arsen dapat keluar dan resikonya akan semakin besar, apalagi bagi Ibu yang sedang hamil atau menyususi. Arsen merupakan sejenis oba-obatan dalam dunia medis, bahan tersebut bersifat toksik, dan dapat menyebabkan kematian jaringan lunak (seperti gusi) dan jaringan keras (tulang).

  1. Rasa sakit

Meski mematikn saraf gigi adalah untuk mengatasi rasa sakit gigi, namun ada dampak berupa sakit gigi yang biasanya akan diderita oleh pasien dalam proses mematikan saraf gigi. Proses mematikan saraf gigi memang kadang menimbulkan rasa sakit, tapi hanya 1 kali yakni malam hari setelah prosedur tersebut berlangsung, setelah itu gigi tidak akan terasa sakit lagi.

Sponsors Link

Namun jika terdapat kasus yang ternyata pasien mengalami bengkak dan intensitas sakit gigi yang dialami lebih dari yang biasanya terjadi, maka ada baiknya tambalan yang berisi obat untuk mematikan saraf dibuka sementara agar intensitas sakit gigi anda tidak meningkat atau flare up, selanjutnya obat tetap dilanjutkan sampai rasa sakit hilang dan tidak ada lagi tanda-tanda pembengkakan. Barulah perawatan saraf dapat dilanjutkan kembali sampai tuntas.

  1. Infeksi organ tubuh

Banyak yang beranggapan bahwa dengan menutup saluran akar “sepenuhnya dengan cairan khusus”, akan menghentikan sumber makanan bakteri yang terperangkap dalam dentin. Namun rupanya anggapan ini kurang tepat, karena bakteri mampu bermutasi dan mereformasi tubuhnya. Perubahan lingkungan dan kondisi sekitar membuat bakteri menjadi lebih ganas, bersifat anaerobik, dan memproduksi racun yang lebih berbahaya.

ads

Bahaya mematikan saraf gigi yang ketiga ialah dapat terjadi infeksi organ tubuh. Hal ini dapat terjadi jika masalahnya racun ini dapat lolos keluar dari dentin melalui lapisan otot penyangga gigi (periodontal membrane), terus ke tulang rahang, dan menyatu dengan aliran darah merah yang memberi makan pada tulang rahang tersebut.

  1. Lama-kelamaan gigi akan menghitam dan rapuh

Yang perlu diperhatikan, kebersihan gigi yang telah dimatikan sarafnya harus sangat dijaga sebab gigi tersebut lama kelamaan akan semakin berwarna gelap kecoklatan atau bahkan menghitam karena tidak mendapatkan nutrisi. Dan yang lebih parah lagi, gigi mati yang tidak mendapatkan asupan nutrisi tersebut lambat laun akan pecah atau rapuh sedikit demi sedikit.

Lebih jelasnya, begini. Setelah perawatan saraf ini selesai itu artinya gigi anda telah mati, sudah tidak terdapat saraf maupun pembuluh darah lagi di dalamnya. Maka gigi ini akan menjadi lebih rapuh dibandingkan gigi lainnya yang sehat.

  1. Rasa tidak nyaman yang dirasakan

Bahaya mematikan saraf gigi yang kelima ialah rasa tidak nyaman dari penggunaan alat-alat dalam prosesenya. Proses mematikan saraf gigi ini secara umum mirip dengan perawatan gigi berlubang pada umumnya. Yang membuat lebih tidak nyaman antara lain adalah perlunya dilakukan proses rontgen sebanyak dua kali. Yang jika menggunakan rontgen digital, dengan ukuran disk dan penyangga yang cukup besar, cukup tidak nyaman di mulut.

Berikutnya karena prosesnya manual, dengan alat-alat yang cukup panjang untuk menjangkau akar, dan biasanya posisi gigi jauh di belakang, maka pada beberapa orang akan menimbulkan rasa kurang nyaman karena adanya ala-alat medis tersebut yang mendekati gigi kita. Dan yang juga penting adalah perlunya konsistensi kedatangan ke dokter, karena perawatan ini harus dilakukan sesuai tahapannya.

  1. Komplikasi gigi mati

Selain beberapa bahaya di atas, ada beberapa komplikasi yang juga dapat mengencam anda setelah mematikan saraf gigi. Dengan matinya gigi, pembuluh darah dan pembuluh saraf yang ada pada ruang pulpa gigi tidak bisa menyuplai makanan pada gigi tersebut. Sehingga gigi yang mati tersebut menjadi lebih rapuh. Gigi rapuh juga menimbulkan rasa sakit karena sentuhan lidah, tersentuh gigi lawan atau ketika digunakan untuk mengunyah. Ini karena kondisi gigi telah mati dan mudah rapuh. Adanya infeksi, adanya bengkak, bau tidak enak (bau khas gigi mati), dan adanya “jerawat” pada gusi, juga dapat timbul pada gigi yang telah dimatikan saraf giginya.

Kemampuan medis mematikan saraf gii sehingga dapat membebaskan seseorang dari rasa sakit gigi, adalah kemajuan besar dunia kedokteran gigi, namun perlu diingat efek sampingnya yang cukup berbahaya. Sudah menjadi kewajiban para dokter gigi untuk melakukan diagnosis sebaik mungkin tentang kesehatan pasien dan menginformasikan resiko ini sebelum memberi vonis untuk mematikan saraf gigi atau tindakan lain.

Bagi mantan pasien yang tiba-tiba mengalami gejala penyakit yang muncul setelah perawatan ini perlu memberi tahu dokter yang memeriksanya, ada kemungkinan diagnosis ke gigi ini diperlukan. Dan bagi anda yang memiliki masalah gigi, jangan takut untuk mengkonsultasikkannya dengan dokter gigi terpercaya, demi tindakan medis yang aman dan terbaik.

Sponsors Link

Selain itu juga ada beberapa Bahaya Mematikan Saraf Gigi :

  1. Pembengkakan di sekitar gigi
  2. Pendarahan pada gusi
  3. Peradangan
  4. Gangguan Pada Penglihatan
  5. Mual
  6. Rahang Retak

Meski ada bahaya mematikan saraf gigi, namun bukan berarti hal ini tidak memiliki manfaat sama sekali. Tindakan mematikan saraf gigi yang memang harus dilakukan karena tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah gigi anda, saya rasa tidak masalah. Dengan syarat, semua dilakukan oleh dokter gigi yang sudah ahli, dengan prosedur dan yang sesuai, serta perawatan yang continue untuk meminimalisir berbagai bahaya mematikan saraf gigi.

Dan yang jauh lebih aman lagi ialah dengan melakukan pencegahan mulai dari sekarang. Utamanya melindungi gigi dari makanan yang menyebabkan gigi berlubang, karena gigi berlubang dapat membawa anda pada beberapa masalah gigi yang lain. Namun bagi anda yang mungkin sudah terlanjur memiliki gigi berlubang, maka ketahui cara merawat gigi berlubang tanpa ditambal.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi