Sponsors Link

5 Bahaya Sikat Gigi Berbulu Kasar

Sponsors Link

Memilih sikat gigi yang tepat adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi sebab kesehatan gigi berpengaruh pada kesehatan reproduksi. Umumnya ada tiga jenis sikat gigi yang beredar di pasaran, yaitu sikat gigi yang berbulu tipis, halus, dan kuat. Masing-masing jenis sikat gigi memiliki keunggulannya tersendiri.

ads

Sebagian orang lebih menyukai sikat gigi berbulu kasar atau kuat karena mereka merasa yakin sikat gigi tersebut dapat lebih membersihkan gigi dengan baik padahal terdapat keuntungan memakai sikat gigi halus berbulu tipis bagi gigi. Tetapi kenyataannya justru penggunaan sikat gigi dengan bulu sikat kasar dapat membahayakan gigi dan juga gusi.

  • Memicu terjadinya trauma pada gusi

Hal tersebut telah dibuktikan oleh sebuah penelitian dari sebuah hasil studi di tahun 2011, oleh Department of Operative and Preventive Dentistry and Endodontics, Heinrich Heine University. Penelitian menunjukkan vahwa jika kita menggunakan kontur bulu sikat gigi yang keras ditambah dengan cara gosok gigi yang merusak gigi, dapat memicu terjadinya trauma pada gusi, sehingga selalu berdarah selama gosok gigi.

  • Menyisakan plak yang menempel di gigi, abrasi gigi, resesi gusi, gigi sensitif

Selain itu, penggunaan sikat gigi dengan bulu kasar dan keras, dapat menyisakan plak yang menempel di gigi. Masalah lainnya juga dapat menyebabkan abrasi dan resesi gusi. Abrasi gigi atau hilangnya bagian terluar gigi yaitu email gigi, sehingga nanti dentinnya akan terbuka dan mengakibatkan gigi sensitif. Bagian inilah yang  membuat seseorang akan merasa linu ketika mengonsumsi makanan yang terlalu panas atau dingin.

  • Gusi berdarah

Lebih lanjut,  kalau gusi sudah sensitif, akibatnya selama gosok gigi pasti berdarah. Masalah ini tidak dapat dibiarkan, karena akan mengakibatkan penyakit gusi yang bersifat silent killer,  karena nantinya toksin bakteri dari plak yang menumpuk dapat menyebar ke tubuh kita.

  • Berbahaya jika digunakan orang tua

Sikat gigi bulu kasar juga lebih berbahaya jika digunakan oleh orang tua yang notabene lebih sering mengalami sakit gusi dibandingkan sakit gigi. Umumnya biasanya sekitar di atas 35 tahun yang lebih rentan terhadap penyakit gusi.

Sikat gigi  berbulu lembut, halus atau sedang jauh lebih aman dan  dinilai tepat untuk menjangkau gigi, khususnya gigi bungsu yang letaknya jauh paling belakang. Sikat gigi dengan bulu halus  dapat menjangkau saku gusi, yaitu tempat di mana tempat tumbuhnya karang gigi, tanpa gusi merasa teriritasi atau luka. Selain itu, ukuran gagang sikat dan kepala sikat gigi harus sesuai dengan kontur mulut agar menjangkau seluruh permukaan rongga mulut.

Menyikat gigi adalah salah satu cara untuk menjaga kebersihan rongga mulut. Manfaatnya tidak hanya berdampak pada kesehatan gigi, tapi juga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain manfaat, dampak buruk juga akan mengancam kesehatan tubuh  anda. Misalnya, infeksi di rongga mulut yang juga dapat menjalar ke organ tubuh lainnya.

Sponsors Link

Oleh sebab itu, disarankan oleh dokter gigi untuk cermat memilih sikat gigi yang sesuai untuk membantu mencegah masalah gigi dan mulut. Tak hanya itu saja, penggantian sikat gigi rutin jika bulu sikat sudah terlihat mengembang juga wajib dilakukan agar kesehatan gigi kita tetap terjaga.

Selain itu, perhatikan juga perawatan sikat gigi Anda. Pastikan untuk  membersihkan sikat gigi secara menyeluruh dengan air keran setiap kali selesai menggunakannya. Simpanlah sikat gigi di tempat yang bersih dan tidak tertutup untuk menghindari pertumbuhan mikroorganisme.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Kesehatan Gigi