Sponsors Link

Benjolan Pada Gusi Bawah – Penyebab, Efek Samping dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Saat bayi dilahirkan, pada umumnya mereka terlahir tanpa gigi, bahkan ada juga bayi 8 bulan belum tumbuh gigi. Namun demikian beberapa bayi juga terlahir sudah memiliki gigi. Jika anda mengamati dan menemukan adanya benjolan pada gusi bawah bayi, jangan panik dulu. Hal ini bisa saja berupa gigi bayi, jamur, ataupun yang lainnya.
Halogigi.com kali ini mengulas tentang kemungkinan apa sajakah bejolan itu, penyebab, efek samping, dan cara mengatasimya.

ads

Penyebab dan Efek Samping

  1. Gigi Natal (Natal Teeth)

Normalnya gigi bayi mulai muncul pada saat usia 6 bulan keatas, tetapi pada sekitar 1 dari 2000 bayi mengalami pertumbuhan gigi sejak lahir. Pertumbuhan gigi sejak lahir dinamakan gigi natal atau natal teeth, sedangkan bayi yang pertumbuhan giginya pada bulan pertama usianya dinamakan gigi neonatal atau neonatal teeth.
Gigi natal biasanya muncul di depan pada gusi bagian bawah di mana gigi insisivus sentral akan muncul, dengan struktur akar kecil yang melekat ke ujung gusi oleh jaringan lunak.

Penyebab munculya gigi natal tidak ada hubungannya dengan kondisi medis tertentu, tetapi ada juga beberapa kondisi yang menyebabkan gigi natal ini muncul, yaitu:

  • Isolated Anomali atau kelainan yang terisolasi ini merupakan penyebeb yang paling umum.
  • Ellis-van Creveld Syndrome adalah suatu gangguan yang diwarisi dengan beberapa bentuk kelainan dan kekerdilan.
  • Hallermann-Streiff Syndrome adalah suatu kondisi yang mempengaruhi tinggi badan, bentuk kepala dan pertumbuhan rambut.
  • Pierre Robin Syndrome adalah kondisi yang muncul saat lahir ditandai dengan rahang bawah yang sangat kecil (micrognathia), lidah cendrung mundur dan kebawah (glossoptosis), dan ada celah lunak pada langit – langit mulut.
  • Soto’s Syndrome adalah kelainan genetik langka yang ditandai dengan pertumbuhan fisik berlebihan selama 2 – 3 tahun pertama kehidupannya.

Efek samping dari gigi natal ini ada bebrapa macam, antara lain adalah:

  • Iritasi, luka pada lidah bayi ketika menyusui.
  • Rasa tidak nyaman atau sakit pada ibu yang menyusui.
  • Resiko tertelan sehingga mengganggu pernafasan bayi, karena biasanya gigi ini akarnya tidak kuat, dan mudah goyang.
  1. Endapan Susu yang Melekat Pada Gusi

Bayi sangat menyukai kegiatan menyusu sambil tidur, namun hal itu adalah salah satu penyebab gigi susu rusak parah. Salah satu penyebab benjolan pada gusi bawah bayi, bisa juga dikarenakan hal yang satu ini. Pertama – tama endapan air susu yang melekat pada gusi bayi ini bersifat lunak tetapi lama kelamaan jika tidak dibersihkan endapan ini bisa mengeras.

Efek samping endapan susu yang melekat pada gusi tersebut bisa mempengaruhi kesehatan pada giginya kelak. Gigi susu bayi akan rusak karena endapan susu akan menjadi makanan bakteri yang merubahnya menjadi asam dan mengubah endapan susu menjadi plak yang merupakan penyebab karang gigi hitam. Akibatnya gigi akan terkena karies atau kerusakan seperti keropos, berlubang, dan bahkan tanggal sebelum waktunya.

Sponsors Link

  1. Epstein pearl

Epstein pearl adalah suatu benjolan kecil berupa kantong atau kista jinak, berwarna putih, bentuknya kadang mirip gigi yang akan tumbuh, berukuran sekitar 1-3mm, yang timbul di area gusi atau atap mulut.

Penyebab dari Epstein pearl ini bisa karena jangkitan kandida (oral thrush) pada lapisan membran mukus di lidah bayi. Hal ini terjadi pada trimester pertama masa kehamilan, pada saat dua bagian dari rahang dan langit-langit mulut bayi mulai menyatu. Ketika itu dapat saja terjadi terperangkapnya membran mukus di sepanjang garis tengah di dalam kantong kulit. Hal ini lah yang menyebabkan benjolan seperti bintik-bintik berwarna putih.

Efek samping epstein pearl sebenarnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika penyebabnya adalah gigi natal, maka efeknya pada bayi akan sangat mengganggu. Saat bayi menyusu akan terasa sakit, atau bahkan luka pada lidah.

ads

  1. Bohn Nodule

Bohn nodule adalah suatu benjolan kecil berupa kantong atau kista jinak berwarna keputih-putihan yang timbul di area gusi. Bohn Nodule biasanya terdapat pada bagian sebelah kanan dan kiri gusi. Penyebab dari bohn nodule berasal dari sisa-sisa epitel odontogenik di atas lamina gigi atau bisa disebabkan oleh sisa-sisa kelenjar liur minor. Maksimal berukuran 2-3mm. Efek samping dari Bohn Nodule sendiri juga tidak berbahaya dan tidak menimbulkan efek samping pada bayi. 

  1. Milia

Milia adalah suatu benjolan putih kecil berupa kantong atau kista jinak yang umumnya terjadi pada bayi, dan letaknya bisa di mana saja seperti leher, hidung, permukaan kulit wajah, bahkan pada gusi. Milia bisa juga terjadi pada orang dewasa, sedangkan milia yang terjadi pada bayi di namakan Neonatal milia. Milia ini biasanya muncul berkelompok, tetapi jika milia yang muncul hanya satu benjolan, maka istilah yang digunakan adalah milium. Penyebab dari Milia ini bisa karena tersumbatnya atau terhalangnya kelenjar minyak bayi yang berada pada permukaan kulit bayi oleh serpihan kulit mati. Efek samping milia juga dianggap normal, umum, dan tidak berbahaya. Tidak ada efek sampingnya pada bayi.

  1. Infeksi Jamur

Ada beberapa jenis jamur yang bisa menghinggapi tubuh manusia, tetapi jamur kandidiasis (candida) adalah jamur yang paling sering menyerang tubuh manusia. Salah satu jenis jamur kandidiasis yang paling sering menyerang tubuh manusia adalah jenis (candida albicans). Penyebab utama infeksi jamur karena kurang menjaga kebersihan pada rongga mulut bayi maupun botol susu, empeng, dan peralatan makan lainnya. Sebaiknya menghindari penggunaan botol susu dan empeng pada bayi.

Efek samping dari jamur kandidiasis lebih berbahaya dari pada yang lainnya disebabkan sifat  jamur kandidiasis yang cepat menjalar bahkan sampai ke saluran pencernaan dapat mengakibatkan bayi tidak mau makan dan minum, sehingga mengganggu proses pertumbuhannya.  Lalu bagaimanakah cara untuk mengatasi semua itu. Berikut kita simak beberapa cara mengatasi benjolan pada gusi bawah bayi yang dapat kita lakukan .

Cara mengatasi

  • Gigi Natal (Natal Teeth): untuk gigi natal biasanya dokter manganjurkan untuk di cabut mengigat resiko gigi bisa tertelan dan mengganggu pernafasan bayi.
  • Endapan Susu yang Melekat Pada Gusi: cara mengatasinya hanyalah rajin membersihkan gigi bayi sehabis makan dan minum susu. Karena endapan susu  merupakan salah satu penyebab gigi keropos di usia muda. Menjaga kebersihan gigi bayi dimulai sejak giginya belum muncul. Gunakan lap basah yang bersih dan gosokkan perlahan pada gusi bayi, jangan lupa untuk membersihkan bagian lidah bayi juga, setelah bayi beranjak besar tanamkan pada diri mereka akan pentingnya menggosok gigi.
  • Epstein pearl: mengatasi Epstein pearl tidak diperlukan perawatan khusus, karena biasanya benjolan akan pecah, menyusut, dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
  • Bohn Nodule: mengatasi bohn nodule juga tidak diperlukan perawatan khusus, karena bohn nodule juga akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
    Sponsors Link

  • Milia: mengatasi milia juga sama, hanya jangan memencet, menggosok, atau mengaplikasikan obat apapun pada benjolan ini karena akan menyebabkan iritasi pada kulit bayi.
  • Infeksi Jamur: mengatasi infeksi jamur biasanya dengan mengoleskan obat anti jamur pada permukaannya agar jamur tidak datang lagi.
  • Konsultasi ke Dokter: dokter akan memberi diagnosa yang tepat, memberi masukan serta perawatan jika dianggap perlu.

Benjolan pada gusi bawah bayi kemungkinan penyebabnya bisa salah satu dari yang diatas, yang pasti kebersihan gigi dan mulut bayi tetap harus diperhatikan.

Demikianlah artikel singkat tentang benjolan pada gusi bawah bayi ini kami sajikan, semoga dapat menambah wawasan bagi para pembaca. Nantikan artikel – artikel infomativ lainnya dari Halogigi.com. Tetap jaga kesehatan gigi dan mulut bayi anda.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi