Sponsors Link

Bintik Putih Keras Pada Gusi Bayi – Penyebab, Efek Samping dan Pengobatan

Sponsors Link

Bayi adalah anugerah Tuhan yang sangat berharga. Titipan yang harus di jaga, dirawat, dan diberi perhatian serta kasih sayang. Memberi perhatian sedemikianrupa sampai pada hal kebersihan dan kesehatan gigi dan mulutnya. Walaupun bayi belum tumbuh gigi, namun perawatan gigi dan mulutnya harus di lakukan sejak dini, seperti membersihkan gusi dan lidahnya setelah minum susu maupun makan.

ads

Kebanyakan balita yang kita jumpai mengalami kerusakan pada gigi mereka, hal ini disebabkan kita sebagai orang tua ataupun orang dewasa yang lalai dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut mereka, ini merupakan salah satu penyebab gigi keropos di usia muda . Anda dapat membaca juga artikel kami tentang karies gigi pada anak usia balita dan perawatannya. Bila anda menemukan bintik putih keras pada gusi bayi, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah masalah kurangnya menjaga kebersihan. Lalu apakah sebenarnya bintik putih keras itu?

Bintik putih keras yang berarti benjolan adalah bagian yang bengkak. Biasanya disebabkan karena adanya sekumpulan bakteri atau parasit yang terakumulasi di rongga jaringan yang terkena infeksi sedangkan yang di maksud dengan gusi atau dalam bahasa latinnya disebut gingiva adalah jaringan mukosa yang menutupi tulang maksila dan mandibula di dalam rongga mulut.

Bintik putih keras pada gusi bayi tersebut bisa saja merupakan salah satu hal dari keadaan dibawah ini:

  1. Endapan susu yang melekat pada gusi
  2. Infeksi jamur
  3. Epstein Pearl
  4. Milia
  5. Bohn Nodule
  6. Pertumbuhan gigi yang tidak normal

Penyebab dan Efek Samping Bintik Putih Keras Pada Gusi Bayi

  1. Endapan Susu yang Melekat Pada Gusi

Menyusu sambil tertidur adalah salah satu hal yang paling di sukai bayi. Hal ini yang menyebabkan terjadi endapan susu yang menempel pada gusi bayi. Biasanya endapan ini lunak, tetapi lama kelamaan jika tidak dibersihkan endapan ini bisa mengeras.

Efek samping yang bisa mempengaruhi kesehatan bayi adalah kesehatan pada giginya kelak. Gigi susu bayi akan rusak karena endapan susu akan menjadi makanan bakteri yang merubahnya menjadi asam dan mengubah endapan susu menjadi plak yang merupakan penyebab karang gigi hitam. Akibatnya gigi susu rusak parah, terkena karies atau kerusakan seperti keropos, berlubang, dan bahkan tanggal sebelum waktunya.

  1. Infeksi Jamur

Jamur kandidiasis (candida) adalah jamur yang paling sering menyerang tubuh manusia. Salah satu jenis jamur kandidiasis yang paling sering menyerang tubuh manusia adalah jenis (candida albicans). Kurang menjaga kebersihan pada rongga mulut bayi maupun botol susu, empeng, dan peralatan makan lainnya adalah penyebab munculnya jamur kandidiasis. Sebaiknya menghindari penggunaan botol susu dan empeng pada bayi. Jamur kandidiasis menyukai tempat-tempat yang lembab, dan penularannya bisa melalui botol susu, dan empeng.

Sponsors Link

Efek samping bagi kesehatan bayi yang terkena jamur pada mulutnya akan merasa tidak nyaman sehingga sering menjadi rewel, tidak mau makan dan minum, yang akhirnya dapat mengganggu proses pertumbuhannya. Karena jamur kandidiasis bersifat cepat menjalar bahkan sampai ke saluran pencernaan.

  1. Epstein pearl

Epstein pearl atau di sebut juga dengan kista gingiva adalah suatu benjolan kecil berupa kantong atau kista jinak, berwarna putih, bentuknya kadang mirip gigi yang akan tumbuh, berukuran sekitar 1-3mm, yang timbul di area gusi atau atap mulut. Kista gingiva pada bayi biasanya tidak muncul secara tunggal melainkan selalu berkelompok.

Penyebab epstein pearl ini bisa karena jangkitan kandida (oral thrush) pada lapisan membran mukus di lidah bayi. Hal ini terjadi pada trimester pertama masa kehamilan, dua bagian dari rahang dan langit-langit mulut bayi mulai menyatu, ini dapat menyebabkan membran mukus terperangkap di sepanjang garis tengah di dalam kantong kulit dan akan menyebabkan bintik kecil. Bisa juga disebabkan oleh gigi natal yang tumbuh ketika lahir. Bintik putih yang keras ini sebenarnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika penyebabnya adalah gigi natal, maka efeknya akan terasa sakit saat bayi menyusu, atau bahkan bisa terjadi luka pada lidah. 

ads

  1. Milia

Milia adalah suatu benjolan putih kecil berupa kantong atau kista jinak yang umumnya terjadi pada bayi, dan letaknya bisa di leher, hidung, permukaan kulit wajah, juga pada gusi. Sedangkan Neonatal milia adalah istilah untuk milia pada bayi yang biasanya muncul berkelompok, tetapi jika muncul hanya satu benjolan, maka istilah yang digunakan adalah milium.

Penyebab milia dikarenakan oleh tersumbatnya atau terhalangnya kelenjar minyak bayi yang berada pada permukaan kulit bayi oleh serpihan kulit mati. Kondisi ini dianggap normal, umum, dan tidak berbahaya, juga tidak ada efek sampingnya pada bayi.

  1. Bohn Nodule

Bohn nodule adalah suatu benjolan kecil berupa kantong atau kista jinak berwarna keputih-putihan yang timbul di area gusi. Bohn Nodule biasanya terdapat pada bagian sebelah kanan dan kiri gusi.

Adapun penyebab Bohn Nodule berasal dari sisa-sisa epitel odontogenik di atas lamina gigi atau bisa disebabkan oleh sisa-sisa kelenjar liur minor. Maksimal berukuran 2-3mm. Bohn nodule tidak berbahaya dan tidak menimbulkan efek samping pada bayi.

  1. Pertumbuhan Gigi yang Abnormal

Pada bayi normalnya tumbuh gigi yaitu pada saat usia 6 bulan keatas, tetapi pada sekitar 1 dari 2000 bayi mengalami pertumbuhan gigi sejak lahir. Pertumbuhan gigi sejak lahir dinamakan gigi natal, sedangkan bayi yang pertumbuhan giginya pada bulan pertama usianya dinamakan gigi neonatal.

Penyebab dari pertumbuhan gigi yang abnormal ini biasanya tidak ada kaitannya dengan penyakit lain, tetapai kemungkinan ada hubungannya dengan syndrome tertentu seperti penyakit yang memiliki berbagai macam gejala, misalnya Ellis-van Creveld syndrome, Hallermann-Streiff syndrome, Pierre Robin syndrome, atau Soto’s syndrome.  Efek samping dari pertumbuhan gigi yang abnormal ini bisa berupa masalah dalam pemberian ASI, karena posisinya gigi ini dapat menyebabkan luka pada ibu saat menyusui dan juga luka pada lidah bayi. Resiko lain yaitu gigi ini bisa tertelan tertelan dan menyebabkan gangguan pernafasan.

Untuk mengatasi hal – hal diatas, hendaknya kita tidak perlu terlalu khawatir tapi juga jangan membiarkan saja, karena bintik putih keras pada gusi bayi anda yang semula tidak berbahaya jika kita lengah bisa saja akan menjadi sesuatu yang nantinya mengarah kepada karies atau kerusakan gigi. Berikut bagaimana cara untuk mengatasinya.

Cara Mengatasi Bintik Putih Keras Pada Gusi Bayi

  • Endapan susu yang melekat pada gusi

Endapan susu yang melekat pada gusi, mengatasinya hanyalah dengan cara menjaga kebersihan gigi dan mulut bayi, dengan cara sederhana seperti dibawah ini:

  1. Ambil kain kasa dan basahi dengan air hangat
  2. Balutkan kain kasa pada jari telunjuk anda
  3. Mulailah membersihkan mulut bayi secara perlahan dan berhati-hati
  4. Setelah selesai, beri air putih secukupnya untuk membilas bekas susu yang masih tersisa
  • Infeksi jamur

Mengatasi infeksi jamur memang tak cukup hanya melakukan kebersihan rongga mulut saja, karena memerlukan obat anti jamur yang langsung diolesi pada permukaan jamurnya  untuk mencegah agar jamur tidak datang lagi. Selain itu kebersihan pada rongga mulut bayi harus selalu di jaga, misalnya dengan membersihkan puting payudara ibu dengan air hangat dan sabun setiap kali sehabis menyusui. Dapat anda baca juga pada artikel kami tentang karies gigi pada anak usia balita dan perawatannya

Sponsors Link

  • Epstein Pearl

Epstein pearl tidak di perlukan perawatan lamina gigi pada bayi, biasanya kista pecah dengan sendirinya dan menyusut dalam beberapa minggu.

  • Milia

Biasanya milia akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tanpa perlu perawatan khusus. Jangan memencet, menggosok atau mengaplikasikan obat apapun pada benjolan ini karena akan menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

  • Bohn Nodule

Tidak ada pengobatan khusus yang di anjurkan, biasanya dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan bohn nodule akan hilang dengan sendirinya.

  • Pertumbuhan gigi yang tidak normal

Cara mengatasi pertumbuhan gigi yang abnormal ini adalah pencabutan gigi tersebut, karena mengingat efek samping atau resiko dari tertelannya gigi dan gangguan pernafasan pada bayi. Segera konsultasikan pada dokter gigi anda jika hal ini terjadi pada bayi.

Bintik putih keras pada gusi bayi, penyebab, efek samping dan cara mengatasinya diatas semoga bisa membantu menjawab kekhawatiran anda. Hanya satu hal yang sangat penting untuk bayi anda adalah perhatian ekstra dalam menjaga kebersihan gigi dan rongga mulutnya. Semua itu dapat mengatasi gigi keropos pada bayi dan agar terhindar dari penyakit mulut yang lebih buruk lagi.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini