Sponsors Link

Bintil Putih Pada Gusi Bayi – Penyebab, Efek Samping dan Pengobatannya

Sponsors Link

Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu hal yang tidak bisa di anggap sepele, karena setiap hari gigi dan mulut kita pergunakan untuk memasukkan makanan ke dalam tubuh kita. Apalagi  kesehatan gigi dan mulut bayi yang 100% adalah tanggung jawab orang tua untuk merawatnya sejak kecil demi kesehatannya hingga dewasa.

ads

Apakah bintil putih itu?

Bintil adalah benjolan dan benjolan dapat diartikan sebagai bagian yang bengkak. Biasanya bengkak ini disebabkan karena adanya sekumpulan bakteri atau parasit yang terakumulasi di rongga jaringan yang terkena infeksi. Bintil atau benjolan ini bisa berwarna putih atau putih kekuningan atau putih agak merah muda, tergantung tingkat infeksinya. Sedangkan gusi yang dalam bahasa latinnya di sebut gingiva adalah jaringan mukosa yang menutupi tulang maksila dan mandibula di dalam rongga mulut.

Jadi bintil putih pada gusi bayi itu adalah suatu infeksi berwarna putih yang terdapat pada gusi bayi. Apakah penyebabnya ? Bintil putih ini bisa saja merupakan salah satu di bawah ini:

Penyebab Bintil Putih Pada Gusi Bayi

  1. Epstein pearl

 Epstein pearl adalah suatu benjolan kecil berupa kantong atau kista jinak, berwarna putih, bentuknya kadang mirip gigi yang akan tumbuh, berukuran sekitar 1-3mm, yang timbul di area gusi atau atap mulut. Adapun penyebab dari Epstein pearl ini bisa karena jangkitan kandida (oral thrush) pada lapisan membran mukus di lidah bayi. Hal ini terjadi pada trimester pertama masa kehamilan, pada saat dua bagian dari rahang dan langit-langit mulut bayi mulai menyatu. Ketika itu dapat saja terjadi terperangkapnya membran mukus di sepanjang garis tengah di dalam kantong kulit. Hal ini lah yang menyebabkan bintil kecil seperti bintik-bintik berwarna putih.  

  1. Milia

Milia adalah suatu benjolan putih kecil berupa kantong atau kista jinak yang umumnya terjadi pada bayi, dan letaknya bisa di mana saja seperti leher, hidung, permukaan kulit wajah, bahkan pada gusi. Milia bisa juga terjadi pada orang dewasa, sedangkan milia yang terjadi pada bayi di namakan Neonatal milia. Milia ini biasanya muncul berkelompok, tetapi jika milia yang muncul hanya satu bintil, maka istilah yang digunakan adalah milium. Adapun penyebab dari Milia ini bisa karena tersumbatnya atau terhalangnya kelenjar minyak bayi yang berada pada permukaan kulit bayi oleh serpihan kulit mati.  

  1. Bohn Nodule

Bohn nodule adalah suatu benjolan kecil berupa kantong atau kista jinak berwarna keputih-putihan yang timbul di area gusi. Bohn Nodule biasanya terdapat pada bagian sebelah kanan dan kiri gusi. Adapun penyebab dari bohn nodule berasal dari sisa-sisa epitel odontogenik di atas lamina gigi atau bisa disebabkan oleh sisa-sisa kelenjar liur minor. Maksimal berukuran 2-3mm.

  1. Infeksi Jamur

Ada beberapa jenis jamur yang bisa menghinggapi tubuh manusia, tetapi jamur kandidiasis (candida) adalah jamur yang paling sering menyerang tubuh manusia. Salah satu jenis jamur kandidiasis yang paling sering menyerang tubuh manusia adalah jenis (candida albicans). Penyebab utama datangnya jamur kandidiasis adalah kurang menjaga kebersihan pada rongga mulut bayi maupun botol susu, empeng, dan peralatan makan lainnya. Sebaiknya menghindari penggunaan botol susu dan empeng pada bayi.

Sponsors Link

  1. Pertumbuhan Gigi yang Abnormal

Gigi bayi mulai tumbuh normalnya pada saat usia 6 bulan keatas namun ada juga bayi 8 bulan belum tumbuh gigi, baca juga artikel kami tentang tanda tanda bayi tumbuh gigi. Tetapi pada sekitar 1 dari 2000 bayi mengalami pertumbuhan gigi sejak lahir. Pertumbuhan gigi sejak lahir dinamakan gigi natal, sedangkan bayi yang pertumbuhan giginya pada bulan pertama usianya dinamakan gigi neonatal. Adapun penyebab dari pertumbuhan gigi yang abnormal ini biasanya tidak ada kaitannya dengan penyakit lain, tetapai kemungkinan ada hubungannya dengan syndrome tertentu seperti penyakit yang memiliki berbagai macam gejala, misalnya Ellis-van Creveld syndrome, Hallermann-Streiff syndrome, Pierre Robin syndrome, atau Soto’s syndrome.

ads

Efek samping dari bintil kecil pada gusi bayi diatas bisa bermacam – macam, namun anda tidak perlu khawatir. Mari kita ketahui apakah ada efek sampingnya terhadap kesehatan bayi kita?

Efek Samping Bintil Putih Pada Gusi Bayi

  • Epstein Pearl sebenarnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi jika penyebabnya adalah gigi natal, maka efeknya pada bayi akan sangat mengganggu. Saat bayi menyusu akan terasa sakit, atau bahkan luka pada lidah.
  • Milia juga dianggap normal, umum, dan tidak berbahaya. Tidak ada efek sampingnya pada bayi.
  • Bohn Nodule sendiri juga tidak berbahaya dan tidak menimbulkan efek samping pada bayi.
  • Efek samping dari pertumbuhan gigi yang abnormal ini bisa berupa masalah dalam pemberian ASI, karena posisinya gigi ini dapat menyebabkan luka pada ibu saat menyusui dan juga luka pada lidah bayi. Resiko lain yaitu gigi ini bisa tertelan dan menyebabkan gangguan pernafasan.
  • Efek samping dari jamur kandidiasis lebih berbahaya dari pada yang lainnya disebabkan sifat jamur kandidiasis yang cepat menjalar bahkan sampai ke saluran pencernaan. Karena rasa tidak nyaman bayi yang terkena jamur pada mulutnya sering menjadi rewel, tidak mau makan dan minum, sehingga dapat mengganggu proses pertumbuhannya.

Jika kita sudah mengetahui kemungkinan apakah bintil putih pada gusi bayi itu, begitu juga penyebab dan efek sampingnya terhadap kesehatan bayi kita, maka alangkah baiknya jika kita juga mengetahui bagaimana cara mencegah dan mengatasinya.

Cara Mencegah dan Mengatasi Bintil Putih Pada Gusi Bayi

Untuk mencegah kemungkinan hal – hal diatas terjadi, yang paling utama adalah rajin membersihkan mulut bayi. Hal ini juga sebagai langkah awal menghindari terjadinya gigi susu rusak parah dan penyebab karang gigi hitam. Kebersihan pada rongga mulut bayi harus selalu di jaga, misalnya dengan membersihkan puting payudara ibu dengan air hangat dan sabun setiap kali sehabis menyusui.

Cara membersihkan mulut bayi:

  • Ambil kain kasa dan basahi dengan air hangat
  • Balutkan kain kasa pada jari telunjuk anda
  • Mulailah membersihkan mulut bayi secara perlahan dan berhati-hati
  • Setelah selesai, beri air putih secukupnya untuk membilas bekas susu yang masih tersisa
    Sponsors Link

bagaimanakah cara mengatasinya?

  • Epstein Pearl tidak di perlukan perawatan lamina gigi pada bayi, biasanya kista pecah dengan sendirinya dan menyusut dalam beberapa minggu.
  • Milia akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tanpa perlu perawatan khusus. Jangan memencet, menggosok atau mengaplikasikan obat apapun pada benjolan ini karena akan menyebabkan iritasi pada kulit bayi dan meninggalkan bekas.
  • Bohn Nodule tidak diperlukan pengobatan khusus yang di anjurkan, biasanya dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan bohn nodule akan hilang dengan sendirinya.
  • Mengatasi pertumbuhan gigi yang abnormal ini adalah pencabutan gigi tersebut, karena mengingat efek samping atau resiko dari tertelannya gigi dan gangguan pernafasan pada bayi. Segera konsultasikan pada dokter gigi anda jika hal ini terjadi pada bayi.
  • Biasanya pada infeksi jamur perawatan yang dilakukan adalah harus segera diberikan obat anti jamur yang langsung diolesi pada permukaan jamurnya. Untuk mencegah jamur datang lagi dan terhindar dari masalah mulut lainnya.
  • Segera konsultasikan ke dokter anda untuk mendapatkan penjelasan dan perawatan jika di perlukan dan di sarankan.

Kebersihan gigi dan mulut bayi harus di beri perhatian ekstra agar terhindar dari penyakit mulut pada anak yang dapat berakibat menjadi penyakit yang lebih parah lagi. Bintil kecil pada gusi bayi, dengan penjelasan singkat diatas, berikut penyebab, efek samping, dan cara mengatasinya semoga dapat menambah wawasan anda. Selain itu anda dapat membaca artikel kami tentang karies gigi pada anak usia balita dan perawatannya juga mengatasi gigi keropos pada bayi. Nantikan artikel – artikel invormatif  lainnya dari Halogigi.com. Tetaplah jaga kesehatan gigi dan mulut bayi anda.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini