Sponsors Link

Biskuit Asin Tidak Baik Untuk Gigi, Benarkah?

Sponsors Link

Siapa dari kita yang tidak suka dengan biskuit? sepertinya tidak hanya anak anak yang suka dengan makanan yang satu ini. Malah hampir semua orang suka sekali dengan biskuit. Dengan varian rasa biskuit yang banyak di pasaran, tentu kita akan lebih mudah memilih yang sesuai dengan selera kita.

ads

Salah satu rasa yang banyak digemari misalnya ialah biskuit yang berasa asin. Rasanya yang gurih dan asin sangat cocok sekali dinikmati dengan secangkir the ataupun kopi. Tapi dibalik rasanya yang gurih dan enak, ternyata biskuit asin tidak baik untuk kesehatan gigi. Nah, berikut penjelasannya.

Dibanding makanan manis, biskuit asin lebih berbahaya karena mengandung pati yang sudah diproses dan difermentasi. Banyak orang yang sadar bahwa kraker asin sudah melalui banyak proses pengolahan dan mengandung bahan kimia lain yang bisa meningkatkan indeks glikemik (gula darah). Kandungan ini juga akan membuat makanan jadi lebih bersifat kariogenik (menyebabkan rongga di gigi). apakah makanan cepat saji menyebabkan bau mulut bisa dijadikan sebagai informasi tambahan.

Dibalik kerenyahan dan kelezatannya, biskuit yang cenderung asin ini ternyata menjadi penyebab utama dari masalah gigi berlubang. Hal ini dikarenakan biskuit asin ini terbuat dari pati yang dapat memicu indeks glikemik yang membuat makanan ini memiliki kemampuan untuk membuat rongga pada gigi.

Sifat dari makanan yang terbuat dari bahan pati adalah mengandung karbohidrat sederhana yang dapat diurai dengan mudah menjadi gula. Saat kita memakan crackers renyah ini, banyak kemungkinan bagian dari biscuit ini tertinggal dan lengket di sela-sela gigi dan memicu pertumbuhan bakteri mulut.

Gula sendiri akan sangat disukai oleh bakteri di dalam mulut. Dengan adanya gula yang melimpah, tentu saja bakteri mulut akan dengan mudah berkembang biak. Dengan jumlah bakteri yang beraktifitas semakin meningkat, kondisi mulut pun akan semakin asam dan keasaman ini dapat memicu terkikisnya enamel gigi.

Dengan adanya hal ini, gigi pun terancam mengalami masalah pembusukan, kerusakan, dan juga berlubang. Kandungan pati yang tinggi bisa terlihat dari banyaknya biskuit yang lengket di mulut saat dikunyah. Semakin tinggi kandungan pati dalam kraker, maka semakin banyak bakteri yang berkembang biak.

Sebenarnya, tidak menjadi masalah jika kita mengkonsumsi crackers atau biskuit asin. Dengan salah satu syaratnya yaitu jangan terlalu sering. Melihat faktor resiko yang suadah djelaskan di atas, sebaiknya kita mulai mengurangi konsumsi makanan yang tidak hanya yang manis-manis, namun juga yang terbuat dari pati.

Dan jangan lupa setelah mengkonsumsi makanan tersebut, rajin-rajinlah menggosok gigi hingga bersih sehingga sisa-sisa makanan tidak ada lagi yang tersisa.

Selain itu pilihlah juga camilan yang lebih bergizi dan juga aman untuk kesehatan gigi Anda, misalnya saja apel atau buah dan sayuran yang lain. Mengunyah apel diketahui memiliki efek membersihkan gigi, sehingga dapat mendukung kesehatan rongga mulut secara keseluruhan.

Sponsors Link

Kembali diingatkan bahwa yang terpenting ialah jangan pernah malas untuk menggosok gigi, dan juga rutinlah memeriksakan gigi anda ke dokter gigi minimal setiap enam bulan sekali. Kenali gejala dan gangguan yang terjadi pada gigi anda terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mencoba cara yang penulis. Jika keluhan masih berlanjut, segera hubungi dokter. Terima kasih.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Makanan