11 Cara Gosok Gigi yang Merusak Gigi

Gosok gigi adalah rutinitas yang dilakukan setiap hari setiap pagi bangun tidur dan malam hari sebelum tidur baik itu dengan pasta gigi biasa atau teknologi pasta gigi dari cangkang kerang. Benar demikian sobat? Apakah sobat pembaca selama ini sudah rutin melakukannya? Jika sobat sudah rutin melakukan gosok gigi sesuai dengan anjuran dokter, artinya sobat sudah memiliki kebiasaan yang maju dan peduli akan kesehatan serta keindahan gigi dan mulut.

Tentunya gosok gigi harus dilakukan sesuai aturan ya sobat, sesuai yang diajarkan spesialisasi dokter gigi,baik itu gosok gigi dan pasta gigi yang dilakukan dan cara serta durasi dalam melakukan gosok giig itu sendiri. Jika terdapat kesalahan atau kekurangan akan menjadi bagian dari salah satu penyebab masalah pada gigi sehingga terkadang ada yang mengeluh masih memiliki penyakit gigi padahal sudah rutin gosok gigi.

Jika hal itu terjadi maka harus dilihat terlebih dahulu bagaimana kebiasaan gosok gigi yang dilakukannya sehari hari dan apakah terdapat gangguan makan yang dapat merusak gigi. Dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas sesuatu yang berbeda nih sobat, yakni mengenai Cara Gosok Gigi yang Merusak Gigi. Bagaimana bisa? Apakah seberat itu dampak gosok gigi yang salah hingga merusak gigi? Untuk menjawab semuanya, yuk langsung saja simak ulasan lengkapnya.

1. Durasi Gosok Gigi tidak Tepat

Kebiasaan pertama yang merusak gigi, yang mungkin diantara kita ada yang melakukannya adalah gosok gigi dengan durasi yang tidak tepat sobat, menurut Dr. Lenchner nih sobat, beliau adalah direktur di New York Dental Forum, durasi gosok gigi yang tepat adalah selama 2 sd 3 menit. Sementara kebanyakan orang melakukan gosok gigi dengan terburu buru karena ingin mengejar aktifitas atau segera tidur.

Tentu hal ini tidak bisa dibenarkan ya sobat? dari hasil penelitian memang sedikit sekali orang yang menggosok gigi dengan durasi yang tepat. Sebab itu, mulai sekarang yuk luangkan waktu untuk menggosok gigi dengan cermat sehingga sisa sisa makanan yang terselip dalam gigi benar benar lenyap dan tidak beresiko menimbulkan penyakit. Sikat gigi juga harus ada jeda setelah makan ya sobat, jangan langsung sikat gigi setelah makan!.

2. Tidak Memeprhatikan Bagian Gigi

Cara gosok gigi yang merusak gigi selanjutnya ialah tidak memperhatikan gigi ketika menggososk gigi, misalnya bagian mana saja yang sudah tersentuh dan bagian mana saja yang harus lebih banyak lagi dibersihkan. Nah sobat, jauh lebih baik ketika sikat gigi sobat berada di depan cermin agar semua area bersih termasuk area gusi yang jarang diperhatikan ketika gosok gigi sehingga beresiko menimbulkan tanda gusi tidak sehat.

Padahal di area gusi lah sering terdapat plak, tartar, dan bakteri tumbuh yang akhirnya menjadi radang gusi karena jarang mendapat perawatan kebersihan dengan maksimal, sebab itu wajib untuk sikat gigi sambil memperhatikan gigi ya sobat, dengan melihat cermin, sobat bisa paham apakah pasta gigi seluruhnya sudah merata dan sisa sisa makanan benar benar tidak ada lagi.

3. Teknik Menggosok yang Salah

Cara gosok gigi yang merusak gigi selanjutnya yang juga diungkapkan oleh Dr. Lenchner nih sobat, adalah teknik yang salah, sebagian besar diantara kita gosok gigi dengan teknik secara menyamping atau ke kiri dan kanan seperti ketika menggergaji pohon. Sampai disini tentu sobat sudah memahami bagaimana teknik gosok gigi salah yang dimaksud ya?

Kebiasaan tersebut membuat permukaan terluar (enamel( gigi menjadi rusak sehingga gigi mudah rapuh dan retak. Nah, jika sobat mungkin melakukannya dengan kebiasaan tersebut, yuk ubah mulai hari ini juga dengan cara yang benar, yakni memegang sikat gigi dengan sudut 45 derajat pada permukaan gigi,

sikat dalam bentuk putaran putaran kecil ya sobat, putaran artinya menyerupai naik turun dari ujung gigi hingga gusi, tidak menyamping. Dalam melakukannya, sobat juga harus fokus pada beberapa bagian gigi terlebih dahulu, lalu pindah ke deretan gigi selanjutnya, dari satu sisi ke sisi lain, atas dan bawah, depan dan belakang.

Gigi geraham dapat sobat sikat dengan satu alur garis lurus pada permukaannya, atau pada bagian dalam gigi yang dapat dlihat ketika ada lubang dan memiliki bentuk datar ya sobat. Setelah selesai, barulah menyeka garis gusi untuk memberishkan plak dan bakteri. Paham apa yang penulis sampaikan ya sobat?

4. Gosok Gigi Terlalu Kuat

Permukaan luar (enamel) akan rusak jika digosok dengan kuat, terlebih jika orang yang melakukannya memiliki kebiasaan lain seperti kebiasaan menggertakkan gigi ditambah dengan gosok gigi menyamping seperti yang penulis uraikan sebelumny, tentu akan membuat resiko kerusakan yang lebih besar.

Kebiasaan ini dapat menyebabkan lekukan di dekat garis gusi yang dalam dunia kedokteran gigi disebut dengan lesi abfraksi sobat, jika tekanan yang diterima terus berlanjut, lesi akan menjadi semakin dalam ke dentin gigi bagian dalam dan lepisan sementrum atau lapisan khusus yang melindungi akar gigi. Tentunya tak mau hal itu terjadi pada kita ya sobat? Nah sobat, sebab itu lakukan gosok gigi dengan tekanan yang normal sesuai kenyamanan sobat, sehingga gigi terhindar dari kerusakan.

5. Menggunakan Sikat Gigi yang Salah

Pilih sikat gigi yang lembut ya sobat, agar bulu sikat tidak menimbulkan pengikisan pada gusi, atau pilih sikat gigi interdental untuk pemakai behel gigi. Sikat gigi juga harus diganti tiap 3 bulan sekali atau lebih cepat ketika bulu sikat sudah terlihat tak beraturan, menekuk, awut awutan, ujungnya bercabang, dsb sehingga bakteri dpaat menumpuk di ujung sikat yang rusak tersebut. Untuk lebih baiknya, bilas sikat gigi dengan air panas setelah sikat gigi agar bakteri mati dengan sempurna.

Sebab lainnya masih ada nih sobat, yakni berikut ini.

6. Pasta gigi yang kurang tepat.

7. Tidak menggunakan dental floss.

8. Tidak membilas dengan bersih.

9. Tidak dilakukan di waktu yang tepat, misalnya langsung setelah makan, gosok gigi baik dilakukan sekitar 30 menit setelah makan dan saat bangun tidur pagi.

10. Menggunakan sikat gigi bergantian.

11. Meletakkan sikat gigi di tempat yang tidak bersih.

Demikian yang dapat disampaikan penulis, semoga menjadi wawasan berkualitas untuk sobat pembaca dan menjadi motivasi untuk gosok gigi dengan cara yang benar sehingga aktfitas gosok gigi benar benar memberi hasil terbaik dan maksimal. Akhir kata penulis sampaikan Terima kasih. Salam hangat.