Sponsors Link

3 Cara Mengatasi Anodontia yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Gigi punya peranan yang penting bagi manusia. Kehadirannya dapat mempermudah kehidupan manusia. Terutama dalam hal kunyah-mengunyah makanan. Pada zaman dahulu, gigi manusia lebih kuat dibanding dengan manusia zaman sekarang karena makanan yang mereka makan masih mentah. Gigi yang kuat dapat membantu mereka dalam mengunyah makanan. Berbeda dengan manusia pada masa ini yang makanannya sudah matang dan lebih halus. Akibatnya rahang manusia zaman sekarang ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan manusia masa lampau.

ads

Hal ini bukannya tanpa masalah. Ukuran rahang yang kecil bisa menyebabkan 32 gigi tetap tidak dapat tertampung dengan sempurna. Akibatnya gigi bungsu tumbuh miring ke arah pipi. Kelainan gigi bungsu yang tumbuh miring perlu segera dicabut karena efek gigi bungsu tidak dicabut dapat membahayakan kesehatan mulut. Pertumbuhan gigi bungsu yang tidak wajar merupakan penyakit umum yang banyak dialami oleh orang di berbagai negara. Disamping masalah gigi bungsu, manusia zaman sekarang juga dapat mengalami masalah gigi yang langka seperti hiperdontia dan anodontia. Halogigi telah membahas tentang gejala hiperdontia. Sedangkan anodontia dan Cara Mengatasi anodontia akan dibahas pada kesempatan ini.

Apa Itu Anodontia?

Jika hiperdontia adalah suatu kondisi ketika gigi-gigi tambahan tumbuh di tempat yang tidak seharusnya, maka anodontia justru sebaliknya. Menurut laman rarediseases.org, anodontia termasuk ke dalam kelainan genetik yang menyebabkan rahang tidak ditumbuhi oleh gigi-gigi. Keadaan ini sangat langka dan berkaitan dengan kondisi yang abnormal. Kondisi serupa dengan anodontia namun lebih umum terjadi adalah hipodontia dan oligodontia. Hipodontia adalah kelainan genetik yang menyebabkan rahang kehilangan satu hingga enam gigi. Jika gigi yang hilang jumlahnya lebih dari enam, biasanya disegut oligodontia.

Kondisi-kondisi seperti ini dapat terjadi pada gigi susu dan gigi tetap. Namun pada sebagian besar kasus, gigi tetap lah yang lebih sering mengalaminya. Fenomena ini sering muncul bersamaan dengan sindrom ectodermal dysplasias, yaitu sindrom yang menyebabkan pertumbuhan kulit dan saraf terhambat. Anodontia jarang sekali terjadi tanpa didahului oleh kelainan lainnya.

Gejala Anodontia

Ciri-ciri anodontia adalah ketiadaan seluruh gigi. Karena seluruh gigi susu biasanya muncul ketika usia mencapai tiga tahun, ketiadaan beberapa gigi biasanya dapat langsung diketahui. Gigi tetap biasanya sudah tumbuh semua di usia 12 hingga 14 tahun, kecuali gigi bungsu. Jika gigi belum tumbuh pada rentang usia yang seharusnya, diagnosis gigi dengan sinar-X biasanya dilakukan.

Saat anodontia terjadi, kondisi rambut, kuku dan kelenjar keringat yang abnormal juga biasanya akan muncul. Anodontia merupakan satu komponen dari sindrom ectodermal dysplasias.

Cara Mengatasi Anodontia

Sebenarnya belum ada cara yang dapat diterapkan untuk merangsang pertumbuhan gigi-gigi yang hilang. Jika gigi-gigi yang hilang hanya sedikit, penanganan mungkin tidak perlu dilakukan. Namun ada beberapa cara menurut healthline.com yang dapat dilakukan untuk menambahkan gigi palsu agar dapat berimprovisasi dalam hal penampilan dan membantu memperlancar makan dan berbicara.

1. Gigi Palsu

Gigi palsu dapat menggantikan gigi yang hilang akibat anodontia dan dapat di lepas pasang kembali. Pemasangan gigi palsu ini biasanya merupakan cara terbaik dalam menangani masalah anodontia.

2. Dental Bridge

Sesuai dengan namanya, dental bridge dapat digunakan sebagai jembatan yang mengisi gigi-gigi yang hilang akibat anodontia. Alat ini dipasangkan dengan menyambungkan dua gigi palsu yang tidak ada gigi di sekitarnya. Dental bridge akan mengisi kekosongan yang ada diantara kedua gigi palsu tersebut. Cara ini sangat cocok digunakan ketika gigi yang hilang hanya beberapa saja. Keuntungan menggunakan dental bridge yang dikutip dari doc.doc.com antara lain adalah:

Sponsors Link

  • Mengembalikan bentuk fisik gigi seperti semula
  • Memberikan senyuman yang lebih menawan
  • Mengembalikan kemampuan untuk berbicara dan mengunyah
  • Mempertahankan bentuk wajar dari wajah
  • Mendistribusikan tekanan pada saat mengunyah untuk menghindari masalah rahang dan sakit kepala
  • Melindungi gigi yang tersisa agar tidak bergeser dari posisi aslinya
  • Harga pemasangan yang terbilang murah
  • Tidak membutuhkan pembedahan, lebih tidak memberikan rasa sakit dan dapat diselesaikan dalam 2-3 kali kunjungan
  • Dapat digunakan bahkan pada kerusakan rahang yang parah

3. Implan Gigi

Cara ini dilakukan dengan memasang akar gigi buatan di dalam rahang untuk menahan gigi pengganti. Implan gigi merupakan cara penanganan anodontia yang paling natural.

Sponsors Link

Demikianlah penjelasan mengenai Cara Mengatasi Anodontia. Meskipun sangat jarang terjadi, pengetahuan mengenai anodontia tetaplah penting. Biasanya anodontia menjadi satu bagian dari sindrom ectodermal dysplasias, yaitu kelainan genetik yang dapat menyebabkan kondisi rambut, kuku dan kelenjar keringat menjadi abnormal. Saat ini masih belum ditemukan cara yang tepat untuk merangsang pertumbuhan gigi-gigi yang hilang karena anodontia. Namun, masalah hilangnya gigi masih dapat diakali dengan beberapa cara yaitu pemasangan gigi palsu, dental bridge dan juga implan gigi. Selain dapat membantu memperlancar kemampuan makan dan berbicara penderita anodontia, cara tersebut juga dapat memperbaik penampilan gigi si penderita.

Sponsors Link
, , ,