Sponsors Link

Cara Mengatasi Geminasi yang Jarang Diketahui

Sponsors Link

Bagi sebagian orang, geminasi mungkin terdengar asing di telinga. Kelainan gigi ini memang jarang sekali terjadi dan tidak banyak orang yang mengalaminya. Meskipun begitu, bukan berarti kelainan ini dapat diabaikan begitu saja. Sama seperti kelainan gigi lain seperti hiperdontia yang memiliki  gejala hiperdontia, kelainan gigi geminasi juga memiliki gejala geminasi. Pada kesempatan kali ini, halogigi akan membahas lebih lanjut mengenai gejala serta Cara Mengatasi Geminasi.

ads

Geminasi, Berbahayakah?

Geminasi menurut laman wikipedia.org adalah kondisi ketika dua gigi muncul bersamaan dari satu tooth bud, dampaknya pasien akan memiliki gigi tambahan. Lain halnya dengan fenomena gigi bergabung (fusion), yang gabungan antara dua gigi dapat menyebabkan pasien kehilangan satu gigi lainnya. Geminasi lebih sering terjadi pada gigi bagian atas. Sedangkan fusion lebih sering terjadi pada gigi bagian bawah. Umumnya geminasi dan fusion terjadi pada gigi susu. Namun tidak menutup kemungkinan fenomena ini juga terjadi pada gigi tetap.

Geminasi dan fusion dapat menyebabkan masalah pada penderitanya, seperti susunan gigi yang penuh sesak, jarak antara gigi satu dan lainnya yang tidak normal dan masalah yang berhubungan dengan terhambatnya pertumbuhan gigi tetap. Dokter gigi anak Anda perlu mengawasi kondisi gigi anak untuk memastikan gigi tetap dapat tumbuh dengan normal. Jika penghambatnya adalah gigi ganda ini, maka langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mencabutnya.

Penyebab Geminasi

Penyebab utama geminasi sebenarnya belum diketahui. Namun berikut adalah faktor-faktor menurut dentagama.com yang kemungkinan menjadi penyebab terjadinya geminasi.

  • Kekurangan vitamin
  • Ketidakteraturan hormon
  • Segala jenis infeksi atau peradangan yang terjadi di sekitar tooth bud pada masa pertumbuhan gigi
  • Banyak mengkonsumsi obat
  • Penyakit turunan
  • Terapi radiasi yang menyebabkan luka pada benih gigi yang mau tumbuh.

Gejala Geminasi

Geminasi adalah fenomena yang dapat diamati dengan mata telanjang. Jika Anda melihat dua gigi yang berdempetan karena tumbuh dari satu tooth bud yang sama, maka dapat dipastikan terjadi geminasi. Apabila terjadi keraguan terhadap kondisi gigi tersebut, Anda dapat mengamati kondisi yang terjadi sebagai komplikasi dari geminasi. Dikutip dari dentagama.com, berikut adalah komplikasinya.

  1. Struktur gigi yang tidak teratur karena geminasi dapat menyebabkan kesulitan mengunyah dan luka di sekitar struktur tersebut
  2. Ukuran mahkota gigi yang besar pada gigi yang mengalami geminasi dapat membuat jarak antara gigi satu dengan yang lainnya menjadi terganggu
  3. Kemunculan gigi-gigi disekitarnya dapat terganggu
  4. Tanda lekukan yang muncul di antara dua mahkota gigi yang berdempetan pada gigi yang mengalami geminasi dapat menjadi celah bagi plak dan sisa makanan untuk menempel. Sehingga gigi lebih mudah terkena karies gigi
  5. Kesehatan periodontal juga menjadi taruhannya karena akumulasi plak.

Cara Mengatasi Geminasi Gigi

Jika gigi yang mengalami geminasi adalah gigi susu, maka gigi akan tanggal dengan sendirinya. Namun jika tidak tanggal juga, prosedur cabut gigi perlu diterapkan. Dikutip dari healthrow.net, prosedur pencabutan gigi yang mengalami geminasi dapat menggunakan terapi ortodontik yang umum. Jika ketebalan gigi yang mengalami geminasi atau fusion tidak terlalu besar, maka gigi tidak perlu dicabut. Pada beberapa kasus, mahkota gigi yang mengalami geminasi dapat dibentuk ulang hingga mendapatkan ukuran yang sesuai.

Sponsors Link

Cara lain yang dapat diterapkan menurut dentagama.com adalah sebagai berikut.

  • Menjalankan operasi endodontik untuk memisahkan dua mahkota gigi yang menempel dengan jalan operasi.
  • Jika gigi yang mengalami geminasi sangat bandel dan terapi endodontik nampaknya tidak dapat dilakukan, maka melakukan pencabutan gigi dan menggantinya dengan gigi palsu atau dengan memasang tooth bridge dapat menjadi pilihan.
  • Jika pasien sama sekali tidak ingin menjalani salah satu dari yang telah disebutkan di atas, maka dokter gigi akan menganjurkan kepada pasien tersebut untuk menjaga kesehatan giginya dengan ketat. Agar plak dan bakteri tidak dapat berakumulasi di celah kedua mahkota gigi. Dianjurkan untuk menggosok gigi dua kali sehari disertai dengan menggunakan obat kumur untuk menghindari penumpukkan plak di daerah gigi yang mengalami geminasi.
Sponsors Link

Demikianlah penjelasan mengenai Cara Mengatasi Geminasi. Penyebab utama geminasi memang hingga saat ini masih belum diketahui. Tetapi dapat dikatakan bahwa faktor hormon adalah faktor yang sangat berperan dalam pembentukkan geminasi gigi. Pada sebagian besar kasus, geminasi gigi terjadi pada gigi susu anak. Sehingga gigi yang mengalami geminasi dapat tanggal dengan sendirinya tanpa harus dengan prosedur medis.

Namun jika geminasi terjadi pada gigi tetap, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasinya seperti operasi pemisahan endodontik dua mahkota gigi, pencabutan gigi dan pemasangan tooth bridge. Kesemuanya memerlukan tangan ahli dokter spesialis gigi. Jika geminasi gigi tidak menimbulkan banyak masalah pada penderitanya, dokter gigi biasanya akan menganjurkan pasien untuk menjaga kebersihan giginya terutama pada bagian celah gigi yang mengalami geminasi.

Sponsors Link
, ,
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini