20 Cara Mengatasi Gigi Sensitif Secara Alami dan Tradisional

Gigi sensitif ini biasa disebut juga dengan gigi ngilu (dentin hypersensitive). Rasa ngilu ini berbentuk sengatan yang cepat seperti menusuk dan meninggalkan efek yang lama. Penyebabnya seringkali makanan atau minuman yang panas, dingin dan asam mengenai ke gigi yang emailnya telah telah rusak (terdemineralisasi). Apabila email sudah terkikis maka selanjutnya dentin juga akan kena efeknya. Email dan dentin yang telah rusak ini ini akan mudah terpapar oleh apapun yang masuk ke mulut. Enamel ini sebenarnya berfungsi melindungi dentin.

Dentin berisi ribuan tabung kecil yang berisi cairan. Tabung-tabung ini  langsung menuju pusat saraf gigi. Tabung-tabung ini berfungsi juga sebagai penyangga gigi. Bentuknya berupa rongga berpori yang berisi jutaan saluran kecil. Saluran ini mengarah pada syaraf bagian tengah. Ketika tabung-tabung ini tersentuh oleh sesuatu yang ekstrim maka dia akan refleks mengalami kejutan. Efek dari kejutan tersebut akan dirasakan pada saraf gigi (timbullah rasa ngilu yang tidak tertahankan).

Hal lain bisa juga karena resesi garis gusi. Biasanya diakibatkan oleh bakteri yang berada di plak telah bertimbun dan menurunkan garis gusi. Garis gusi yang telah terbuka ini apabila terkena makanan yang bercita rasa atau bersuhu ekstrim akan mengakibatkan rasa yang luar biasa ngilu.

Cara Mengatasi secara Alami

1. Gunakan Sikat Gigi Khusus

Gunakanlah sikat gigi yang halus dan lembut, sikat gigi jenis ini akan mengurangi iritasi ketika melakukan penyikatan. Sikat gigi yang kasar dan keras akan justru dapat meningkatkan rasa ngilu disebabkan terjadi pengikisan pada email gigi dan gusi. Pada beberapa kasus yang terjadi sesudah menyikat gigi, gigi tergerus dan email menjadi terdemineralisasi sehingga gigi terasa ngilu. Penyebabnya cara penggosokan yang terlalu keras dan kasar akan menggerus gigi secara sedikit demi sedikit. Sebaiknya menyikat dilakukan pada sudut 45 derajat terhadap garis gusi. Lakukan sikatan-sikatan yang lembut dan dan pendek. Terutama pada daerah pertemuan gigi dan gusi. Dan sikatlah gigi setelah 30 manit sehabis makan. Baca Juga : Cara Mencegah Bau Mulut

Sikat gigi lembut juga berfungsi menjaga gusi, dengan melakukan pemijatan lembut dan dapat juga menyikat gusi dengan lembut. Sikat gigi yang lembut juga mampu menjaga kecerahan warna gigi karena tidak terjadi penggerusan. Sikat gigi seperti ini juga mampu mengangkat noda yang ebrsal dari teh, kopi dan rokok dari permukaan gigi. Sikat gigi berbulu halus dan lembut untuk gigi sensitive cocok untuk menjaga agar gigi tidak semakin sensitive.

2. Gunakan Pasta Gigi Khusus

Sebaiknya gunakan pasta gigi khusus gigi sensitive (desensitizing). Pasta gigi jenis ini dibuat spesial dengan menambahkan zat tertentu, biasanya strontium klorida, kalium nitrat, sitrat atau oksalat. Cara kerjanya zat yang ada dalam pasta gigi akan mengurangi sensitifitas gigi ke sarang, asalkan penggunaannya disesuaikan dengan resep yang dianjurkan. Cara pakai ini biasanya sudah ada dalam kotak kemasan. Biasanya sesudah memakai pasta gigi ini rasa sakit akan perlahan-lahan hilang dan bahkan lama kelamaan dapat menghilangkannya sama sekali.

Walaupun begitu pasta gigi ini tidak bisa mengembalikan enamel yang hilang dan juga tidak bisa mengembalikan kerusakan pada gusi. Bahan aktif dari strontium klorida ini akan tetap berada pada saluran tubulus yang ada di dentin membantu menjaga gigi dari rasa nyeri. Bahan ini sedikit membantu (proses remineralisasi), mengurangi rasa sensitive dan mencegah timbulnya kembali gigi sensitive.  Bahan yang berada di lubang ini juga aktif memperbaiki lubang dan mempertahankan kekuatan gigi agar menjadi lebih lama. Baca Juga : Macam Macam Gigi

3. Merawat Gigi

Perawatan gigi harus dilakukan secara rutin dengan menggunakan langkah-langkah yang benar. Perawatan yang sesuai prosedur akan mengurangi sensitivitas secara perlahan-lahan. Langkah-langkah yang harus dilakukan biasanya dimulai dengan cara menyikat gigi yang sesuai anjuran. Lakukanlah penyikatan gigi secara perlahan-lahan dengan gerakan memutar. Tekanan yang keras pada gigi justru akan meningkatkan rasa sensitifitas pada gigi ketika gigi bersentuhan dengan makanan.

Baca Juga :

Selanjutnya dapat juga digunakan cara mengoleskan pasta gigi khusus gigi sensitif di area gigi sensitif sebelum tidur dapat membantu pengurangan gigi sensitif. Hal ini dapat dilakukan secara rutin dan hasil dari kegiatan ini dapat dilihat minggu berikutnya. Dan yang paling penting juga kebiasaan rutin untuk sikat gigi dua kali sehari. Ketika ingin tidur di malam hari yang paling utama karena ketika tidur inilah bakteri penyebab asam berkembang biak. Selanjutnya menyikat gigi di pagi hari habis sarapan juga perlu. Karena rentang waktu antara sarapan pagi dan makan siang cukup lama. Biasanya saat inilah bakteri asam akan berkembang biak.

4. Kurangi Menggertakkan Gigi

Kurangi suka menggertakkan gigi. Kebiasaan menggertakkan gigi ketika melampiaskan perasaan kekesalan atau bisa juga karena menggigil kedinginan atau hanya punya kebiasaan suka menggertakkan gigi saja akan merusak gigi karena sentuhan yang berulang-ulang akan merusak email gigi (gigi aus). Terjadi penipisan yang mengakibatkan dentin menjadi terbuka. Jika sudah terbiasa kunjungi dokter untuk mendapatkan perlindungan gigi.Sedangkan menggertakkan gigi ketika tidur merupakan gangguan tidur (bruxism). Kebiasaan buruk ini tidak diketahui sebabnya. Baca Juga : Cara Mengatasi Gigi Berlubang Parah

Hanya disebutkan dalam penelitian bahwa orang seperti ini stress dan mencari jalan keluar permasalahan. Menggertakkan gigi ini juga akan merusak gigi belakang akibat tekanan rahan saat tidur lebih kuat di banding saat mengunyah normal. Gejala selanjutnya sakit pada rahang bawah ketika bangun tidur. Untuk mencegah gigi terlalu tergerus ketika menggertakkan gigi biasanya dokter meletakkan plat tipis di mulut penderitanya. Sehingga kerusakan gigi yang terlalu parah bisa di hindari.

5. Memakan Buah Apel

Fungsi buah apel ini dapat merangsang produksi air liur. Ketika makan buah apel akan terjadi proses pencernaan pertama berada di dalam mulut dengan cara dikunyah. Saat itulah zat dari apel ini dapat meningkatkan air ludah (saliva). Jika air liur berkurang, mulut akan menjadi kering, akan berakibat sensitivitas pada gigi. Selain itu zat ini juga akan menteralisir bakteri streptococcus yang merupakan penyebab lubang-lubang kecil pada gigi. Disamping itu pada buah apel juga terdapat asam malic yang dapat memutihkan gigi. Asam malic akan membantu proses perontokan plak pada gigi yang disebabkan sisa-sisa makanan ketika makan. Dengan makan apel sisa-sisa terserbut akan rontok berikut plak yang menempel di gigi. Baca Juga : Tips Memutihkan Gigi

Kegunaan lainnya saat makan apel ini adalah melakukan pijatan pada gusi. Daging buah apel ini keras dan renyah. Sehingga untuk mengkonsumsinya harus dikunyah. Saat mengunyah itulah gusi dipijat sekaligus meluruhkan sisa-sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi.Daya kerja buah apel yang mampu merangsang air liur ini bermanfaat untuk mengurangi sensitifitas pada gigi.

6. Tambahan Kalsium

Kalsium merupakan mineral yang diperlukan oleh tubuh manusia. (sekitar 1,5%-2,2%) dari total berat tubuh. Kalsium terbanyak di dalam tulang dan gigi dan merupakan mineral utama pembentukan tulang dan gigi. 99% kalsium terdapat dalam tulang dan gigi. Mineral yang cukup dalam tulang dan gigi akan membuat tulang dan gigi menjadi sehat. Gigi dan tulang yang sehat dan kuat adalah seuatu hal yang penting untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Asupan kalsium yang cukup sangat berguna untuk peningkatan massa tulang dan gigi. Kalsium dapat memperkuat tulang dan gigi serta menjaga, mengoptimalkan pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi. Selain itu untuk memperkuat tulang dan gigi diperlukan juga vitamin C dan D. Makan makanan yang mengandung kalsium seperti susu, yogurt dan keju sangat baik untuk gigi dan dapat mengurangi sensitifitas gigi.

Baca Juga :

Jadi kalsium berguna untuk kesehatan tulang dan gigi. Pada orang yang kekurangan kalsium sering terjadi gigi tiba-tiba menjadi sensitive dan bahkan dapat menjadi busuk. Kalsium biasanya berada pada susu, daging, teur, nasi, bayam.

7. Kunjungi Dokter Gigi

Cara mengatasi gigi sensitive yang terakhir seperti ini memanglah yang paling efektif. Kunjungan ke dokter gigi ini merupakan esuatu hal yang sangat penting. Dengan melakuan kunjungan akan diketahui efek dari penyakit. Kunjungan ke dokter gigi juga berguna untuk mengetahui kelanjutan dari tindakan yang telah dilakuka. Kunjungan ke dokter gigi ini juga akan memantau tingkat keberhasilan perawatan gigi sensitive yang telah dilakukan untuk mengurangi dampak dari gigi senitif.

Kunjungan juga bisa digunakan untuk menanyakan cara perawatan yang tepat untuk gigi sensitive. Mulut adalah organ tubuh yang dipenuhi oleh bakteri. Bakteri ini umumnya tidak berbahaya. Kebersihan gigi dan rajin memflossig akan mengontrol perkembangan bakteri dalam mulut. Usaha ini akan lebih lengkap dan bagus lagi untuk secara urtin mengunjungi dokter gigi untuk melengkapi semu ausaha yang dilakukan. Baca Juga : Jenis Bahan Tambal Gigi

8. Rajin Menyikat Gigi

Sering seringlah menyikat gigi. Cara sederhana ini dapat membantu. Menyikat gigi bida dilakukan minimal dua kali sehari. Hal ini untuk menghindari timbulnya plak gigi, dan mencegah plak menjadi keras yang akan dapat merusak gigi. Rentang waktu antara makan makanan dengan waktu penyikatan gigi biasanya dapat memberi kesempatan plak untuk melepaskan asam yang dapat merusakan gigi. Didalam pasta gigi yang sederhana sekalipun biasanya sudah mengandung fluoride zat aktif yang dapat memutihkan gigi dan membunuh kuman perusak gigi dan pencegah gigi ngilu. Zat ini akan bekerja membunuh dan mengusir kuman-kuman yang biasanya giat melepas asam untuk merusak gigi. Baca Juga : Cara Mengatasi Gigi Goyang

Jeda waktu antara siang dan malam hari ini dapat digunakan untuk menyikat gigi khusus pada waktu gigi terasa mulai sensitive. Biasanya habis makan yang mengnadung karbohidrat cepat sekali kuman akan memenuhi mulut ketika selesai makan. Kuman kuman ini akan berkembang giat dengan cepat.

9. Gunakan Mouthwash

Penggunaan mouthwash atau obat kumur dianjurkan karena dalam cairan ini mengandung zat yang membunuh kuman dan zat aktif ini juga dapat menghancurkan karang gigi yang menyebabkan gigi sensitive. Lebih bagus lagi yang mengandung fluoride. Mouthwash digunakan pada malam hari setelah siakt gigi dan menjelang tidur. Caranya gunakan mouthwash yang telah direkomendasikan dokter.

Gunakan pada malam hari atau menurut resep. Gunakan sesuai takaran yang telah ditetapkan. Berkumurlah selama sekitar 1 menit dan keluarjan tidak boleh ditelan. Biarkan keadaan demikian selama 30 menit untuk lebih meningkatkan efek mouthwash membunuh kuman. Sebaiknya berkumur dulu setelah sikat gigi agar kondisi ph mulut stabil. Obat kumur ini sangat baik untuk menegah penimbunan plak di gigi, mencegah gigi berlubang (mengandung fluoire), membantu menyembuhkan penyakit mulut. Baca Juga : Bahaya Obat Kumur

10. Menjaga Makanan

Sebaiknya Jauhi makanan yang terlalu panas dan dingin karena dapat memicu rasa sensitifitas. Termasuk juga makanan yang terlalu asam. Buah-buahan yang mengandung asam seperti tomat, nanas dan sirsak juga harus dihindari. Karena zat asam pada makanan ini dapat membangkitkan sensitiftas gigi juga. Makanan lain yang juga perlu dihindari permen karet. Karena permen karet ini dapt mengikis dinding gigi yang menyebabkan dentin terbuka. Akibatnya sensitifitas akan muncul. Baca Juga : Makanan yang dapat Merusak Gigi

Selain itu kebiasaan makan panas dicampur dingin  dapat merusak gigi akibat efek perubahan suhu makanan yang masuk ke mulut. Akan mengakbibatkan pergerakan cairan pada lapisan denin. Padahal dentin ini adalah lapisan dalam gigi yang berhuhbungan dengan ujung-ujung syaraf.Akibatnya, daya tahan jaringan gigi menjadi lemah. Terjadilah gigi sensif, gigi yang terkena rangsangan makanan panas, dingin, manis dan gigi akan terasa ngilu. Rasa ngilu yang tinggi dan kejam.makanan  erosi ini akan menipiskan email gigi. Sebaiknya makanan atau minuman yang panas. Dingin dan asem sebaiknya dihindari.

Disamping cara alami mengatasi gigi sensitive ada juga cara tradisional. Untungnya tradisional ini hampir tidak ada efek sampingnya. Jadi lebih aman dibandingkan dengan cara medis karena cara medis dipastikan menggunakan zat-zat kimia. Zat-zat kimia ini jika digunakan secara lama akan menimbulkan efek samping. Seperti dapat mengganggu fungsi ginjal. Cara tradisional ini biasanya mudah untuk dilakukan dan tidak terlalu memerlukan banyak waktu. Baca juga : Makanan yang Menguatkan Gigi

Cara Mengatasi secara Tradisional

1. Daun Mint

daun mintDaun ini mengandung antioksidan, beberapa vitamin antara lain vitamin C, A, D dan E yang berguna untuk tubuh. Disamping itu daun ini juga mengandung mineral yang baik untuk tubuh seperti kalsium dan fosfor. Berdasarkan kandungannya banyak sekali manfaat daun mint antar alain untuk mengatasi gigi sensitive.

Di dalam mulut ada banyak bakteri. Selain menggosok gigi 2 kali sehari yang gunanya untuk membrsihkan gigi dari sisa-sisa makanan. Sebab susa-sisa makanan yang masih ad di celah-celah gigi merupakan media yang baik bagi kuman dan bakteri untuk tumbuh dan berkembang. Gigi yang telah rusak akibat bakteri ini akan menjadi sensitive jika terkena makanan atau minuman yang ekstrim zatnya maupun suhunya. Dalam daun mint terdapat antibaceterial dan anti inflamasi yang berguna meraat gigi yang sensitive. Baca Juga : Perbedaan Gigi Susu dan Gigi Tetap

Cara penggunaannya mudah saja. Rebuslah daun mint dalam air kira-kira satu gelas. Kemudian diamkan sehingga suhunya turun menjadi dingin. Gunakan ramuan ini untuk kumur-kumur. Penggunaan yang rutin akan menghilangkan sensitifitas gigi.

2. Ekstrak Vanilla

ekstrak vanillaEkstrak vanili merupakan hasil reakasi kimia yang mengnadung senyawa flavor. Biasanya digunakan sebagai bahan baku makanan terutama aromanya yang memikat. Ekstrak vanili juga sudah sering digunakan untuk industry obat-obatan dan kosmetik yang merupakan ksristal fonelik aldehid.  Berupa 85% dari senyawa volatile yang terdapat pada buah vanili. Dibuat dengan metode konvensional (maserasi dan perkolasi) selama 1 bulan setelah melalui proses fermentasi dari buah kering. Ekstrak vanilla mengandung zat yang mampu meredam rasa sakit. Baca Juga : Cara Merapikan Gigi Tanpa Behel

Vanilla juga bersifat menenangkan. Vanilla merupakan senyawa flavor. Jadi ketika digunakan untuk meredakan sensitifitas pada gigi vanili ini akan menyebabkan pemakainya banyak meludah.

Cara pemakaian :

  • Larutkan ekstrak ini ke dalam air.
  • Kemudian rendam kapas di dalamnya.
  • Peras kapas dan gunakan kapas yang basah ini dengan cara menempelkannya di gigi yang sensitive.
  • Biarkan beberapa menit sehingga gigi sensitive terasa mengalami penurunan. Cara ini dapat digunakan 2 atau 3 kali dalam seminggu sampai gigi sembuh.

3. Minyak Habatusauda

minyak habbatussaudaMinyak habatusauda atau jintan hitam (syuwainiz). Minyak ini mengandung nigellan dan melatin. Dua bahan aktif ini berguna untuk kesehatan. Dua bahan ini juga dapat mendetoks penyakit. Juga sebagai antihistamin yang membantu mengurangi gejala negative penderita seperti bengkak. Juga mengndung thymoquinone yang bersifat anti – inflamasi dan analgesic yang baik. Dan juga mengandung anti oksidan yang membuang racun.

Habatussauda juga mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang berperan penting dalam meningkatkan kesehatna tubuh. Mengeluarkan racun. Habatussauda juga mengandung banyak mineral seeprti 15 asam amino, karbohidrat, serat makanan, dan juga kalsium, zat besi, natrium dan kalium, senng, magnesium, selenium. Berbagia vitamin ser[ti vitamin A, B, B2, niasin (B3) dan vitamin C. Banyaknya kandungan inilah yang membantu mengatasi gigi sensitive. Baca Juga : Cara Merawat Gigi Tambalan

Cara penggunaannya ambil kapas celupkan ke minyak habatussauda lalu gosokkan ke gigi sensitive. Atau langsung saja oleskan minyak habatussauda ini pada gigi sensitive selama 15 detik. Boleh juga campurkan minyak ini dengan air kemudian gunakan untuk berkumur-kumur.

4. Cengkeh

Cengkeh mengandung anti jamur yang yang juga dapat berfungsi mengurangi rasa sensitifitas pada gigi dan bahkan juga dapat menghilangkan sensitifitas ini dengan cepat. Cengkeh atau minyak cengkeh mengandung anti oksidan yang dapat menghilangkan bakteri penyebab gigi sensitive dalam waktu cepat. Baca Juga : Cara Mencegah Gigi Berlubang

Cara kerjanya cengkeh yang diletakkan di gigi yang sensitive akan tergabung dengan air liur. Hal ini akan mematikan rasa jaringan di sekitarnya. Minyak cengkeh akan keluar dari cengkeh ketika mengunyah cengkeh pada gigi yang sensitive. Sesudah rasa sensitive berkurang buanglah cengkeh dan selanjutnya bilaslah mulut dngan air hangat bersih untuk melegakan mulut dari efek cengkeh tersebut.

Atau dapat digunakan minyak cengkeh. Untuk cara ini cukup mudah. Ambil kapas dan lumuri dengan minyak cengkeh lalu tempelkan di gigi sensitive. Atau langsung saja oleskan minyak ini di gigi yang sensitive. Perlahan-lahan sensitifitas akan berkurang dan selanjutnya secara perlahan-lahan akan menghilang. Baca Juga : Cara Merapikan Gigi Secara Alami

5. Jahe

Jahe (zingiber officinale) merupakan bahan yang biasa dibuat obat. Rasa pedas pada jahe merupakan senyawa keton yang bernama zingeron. Jahe juga mengandung minyak astiri bernama zingiberena (zingirona), zingiberol, bisabolena, kurkumen, ginerol, filandrena dan resin pahit. Jahe juga mengandung antioksidan yang menangkal radikal bebas. Menetralkan efek merusak akibat radikal bebas. Juga pereda rasa sakit dan mengobati bengkak.

Cara penggunaannya hanya kunyah jahe lalu arahkan pada gigi yang sakit dan biarkan sekitar lima menit sampai rasa sensitive hilang.  Atau dapat juga menggnakan cara lainnya seperti menumbuk jahe perlahan untuk mengeluarkan zatnya atau boleh juga dihaluskan. Letakkan ramuan ini pada daerah gigi yang sensitive. Dapat juga juga dijadikan jus jahe. Kemudian kumur-kumurlah dengan jus ini. Dilakukan  selama lebih kurang lima menit. Penggunaan dilakukan malam hari sebelum tidur. Setelah menggunakan ramuan ini jangan lupa untuk membersihkan mulut untuk menghilangkan efek jahe. Lakukan rutin hingga gigi sensitive hilang. Baca Juga : Macam – macam Gigi Palsu

6. Bawang Putih

Bawang putih mengandung allicin yang merupakan zat antibakteri dan anastesi yang kuat. Selain itu zat yang terdapat dalam zat bawang putih ini juga mengandung antiseptic. Antiseptic inilah yang berfungsi mengurangi sensitifitas gigi.

Caranya cukup mudah ambilah satu siung bawang putih, sebaiknya di tumbuk perlahan atau di tekan sedikit untuk mengeluarkan zatnya. Dapat ditambahkan garam. Selanjutnya bahan-bahan ini dijadikan pasta. Bahan ini diambil dan kemudian tempelkan di gigi yang sensitive. Diamkan selama 10=15 menit, dan selanjutnya bilaslah gigi dengan air hangat hingga bersih untuk menghilangkan aroma bawang putih yang berada di mulut. Cara ini dilakukan rutin hingga sensitifitas gigi menghilang. Baca Juga : Cara Mengatasi Gigi Ngilu

7. Air Garam

Kandungan dalam Mineral garam mengandung lebih dari 75 mineral dan senyawa lain. Mineral yang ditemukan dalam garam seperti klorida, sodium dan kalium. Mineral inilah yang menjadi antiseptik alami yang dapat meringankan sensivitas pada gigi. Garam juga mengandung magnesium yang dapat membuat struktur gigi menjadi lebih kuat dan sistem syaraf yang lebih baik. Baca Juga : Cara Merawat Gigi Berlubang 

Pilihlah jenis garam yang mengandung yodium tinggi. Hindari menggunakan garam meja karena biasanya memiliki kandungan mineral yang lebih rendah. Menggunakan air garam ini caranya cukup sederhana. Cara ini sudah sering digunakan karena cara ini yang paling mudah. Ambil garam lalu larutkan ke dalam air hangat. Dan berkumur-kumurlah maka sensitifitas gigi akan berkurang dan bahkan mungkin hilang. Cara ini juga bisa digunakan oleh anak-anak hingga orang tua.

8. Teh Hangat

Teh hangat juga dapat menghilangkan sensitifitas yang berada di gigi. Karena mengandung tannin dan fluoride yang baik untuk penderita gigi sensitif. Kandungan fluoride yang ada di dalam kandungan teh mampu melapisi dentim yang terbuka akibat menyusutnya gusi. Oleh kandungan fluoride tersebut suhu berlebihan yang masuk ke dalam mulut dan menerpa dapat diredam, sehingga tingkat kesensivitasan gigi bisa berkurang karena telah diredam oleg fluoride ini. Teh ini ketika diminum berfungsi juga untuk mengurangi dan bahkan menghilangkan bakteri yang ada di mulut.

Baca Juga :

Penggunaan cara ini dengan sarat tidak menggunakan gula, karena gula justru dapat meningkatkan efek sensitifitas dengan berkembangnya bakteri baru yang merusak gigi. Caranya cukup tempelkan kantong bekas celupan tersebut di gigi yang sensitive dan rasakan sensitifitas akan perlahan-lahan berkurang dan menghilang. Lakukan cara ini dengan rutin agar medapatkan hasil yang maksimal.

9. Teh Hijau

teh hijauDisamping untuk mengatasi gigi sensitive, teh hijau juga dapat mencegah aradang pada gusi. Air rebusan teh hijau ini mengandung senyawa yang dapat menekan pertumbuhan bakteri yang berada pada plak yang menempel di karang gigi. Ramuan ini juga mengandung vitamin C dan anti oksidan yang berfungsi melindungi gusi dari bahaya radikal bebas. Baca Juga : Cara Mengatasi Gigi Gigis

Caranya dengan merebus atau merendam teh hijau dengan air panas. Tunggu agar suhunya turun menjadi hangat. Lalu gunakan untuk berkumur-kumur dengan ramuan ini setiap hari ketika akan tidur maka plak dan bakteri perlahan-lahan akan berkurang di gigi. Karena pada malam hari ketika tidurlah bakteri akan berkembang biak.

10. Cabe Rawit

Cabe rawit ternyata mengandung senyawa capcasain yang dapat melenyapkan rasa sensitive. Capsaicin adalah bahan kimia nabati yang berasal dari alam, yang digunakan oleh cabai untuk sistem pertahanan agar tidak dimakan pemangsa, misalnya hewan. Memang cara ini kurang dikenal, namun menghilangkan sensivitas pada gigi menggunakan cabai rawit termasuk salah salu obat tradisional yang ampuh. Rasaya yang pedas juga membuat enggan untuk mencobanya, namun bila cara ini ampuh, mengapa tidak?. Baca Juga : Makanan yang membuat Gigi Kuning

Cara ini cukup mudah, cabe rawit dapat di keprek sedikit untuk lebih cepat mengeluarkan senyawanya. Kemudian direndam ke air hangat. Selanjutnya celupkan sebuah kapas di air tersebut dan peras sedikit. Letakkan kapas basah ini pada gigi yang sensitive maka rasa sakit akibat sensitifitas ini akan perlahan-lahan hilang.

Tips Agar Gigi Tidak Ngilu

  • Jangan makan makanan yang terlalu dingin, terlalu panas, atau terlalu asam. Makanan jenis ini akan merusak gigi yang normal dan akan membangkitkan sensitifitas pada gigi yang bermasalah seperti gigi yang emailnya sudah rusak (terdemineralisasi).
  • Selalu merawat dan membersihkan gigi dengan teratur. Sikat gigi 2 kali sehari. Menggunakan dental floss untuk menjangkau celah-celah gigi yang sulit. Menggunakan mouth wash untuk berkumur-kumur. 
  • Mengunjungi dokter gigi secara rutin dan terjadwal untuk konsultasi. Jika ditemukan sensitifitas gigi.
  • Dokter akan mengevaluasi kondisi gigi dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi sensitifitas gigi.
  • Konsultasikan ke dokter gigi. Dokter akan mengevaluasi kondisi gigi dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi sensitifitas gigi.

Berikut merupakan beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasi gigi anda yang bermasalah pada gigi sensitig. Cara Tradisional maupun alami sama sama mudah tergantung mau pilih yang mana yang lebih disuka.