Sponsors Link

Cara Menghilangkan Gusi Gatal

Sponsors Link

 Tidak  hanya kulit,  gusi pun bisa mengalami rasa gatal. Jika hal tersebut terjadi jangan dibiarkan sampai parah, cari tahu penyebab dan solusinya. Gusi gatal bisa menandakan adanya masalah pada kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan, dari yang ringan sampai yang mungkin memerlukan perhatian dokter. Lalu, bagaimana menangani gusi yang gatal?  Berikut cara yang bisa kalian lakukan :

ads

1. Dengan Cara Tradisional Atau Rumahan

  • Berkumurlah dengan Air Dingin.

Berkumur dengan air dingin membantu meredakan inflamasi dan bengkak serta menghilangkan kotoran penyebab rasa gatal pada gusi yang dapat menyebabkan tanda gusi tidak sehat.

  • Kulumlah Es Batu.

Suhu dingin es batu dapat meredakan inflamasi serta mengebaskan rasa gatal maupun nyeri. Kulumlah es lilin atau makanan beku yang lain jika tidak suka es batu. Kulumlah es batu sampai meleleh agar rongga mulut tetap terhidrasi dan gusi tidak lagi gatal, es batu memang menatasi maslaah gusi dan juga dpaat menjadi cara menyembuhkan sakit gigi dengan es batu.

  • Berkumurlah dengan Larutan Garam.

Tergantung pada penyebab gusi gatal, berkumur dengan larutan garam dapat membantu sebab terdapat pengaruh garam pada gigi. Berkumurlah dengan larutan garam sampai gusi tidak lagi gatal. Campurkan 1 sdm garam ke dalam 240 ml air hangat. Kumurkan larutan tersebut, terutama pada area gusi, selama sekitar 30 detik, lalu ludahkan. Larutan garam tidak boleh ditelan. Selain itu, metode ini juga tidak boleh dilakukan selama lebih dari 7-10 hari.

  • Berkumurlah dengan Larutan Hidrogen Peroksida.

Campurkan hidrogen peroksida dengan air dan pastikan anda tidak memiliki alergi akibat bahan perawatan gigi. Larutan ini dapat meredakan inflamasi maupun rasa gatal. Campurkan hidrogen peroksida 3% dengan air, dalam jumlah yang sama. Kumurkan larutan hidrogen peroksida selama 15-30 detik, lalu ludahkan. Metode ini tidak boleh dilakukan selama lebih dari 10 hari.

  • Gunakan Pasta Soda Kue.

Campurkan soda kue dengan air sampai menjadi pasta, lalu oleskan pada gusi. Pasta soda kue dapat membantu mengobati infeksi bakteri penyebab rasa gatal pada gusi. Campurkan 1 sdm soda kue dengan beberapa tetes air saring/botol, yang ditambahkan secara bertahap (sedikit demi sedikit), sampai menjadi pasta kental. Campurkan larutan soda kue dengan hidrogen peroksida agar lebih efektif. Gunakan bahan yang aman hindari jenis obat perusak gigi.

  • Oleskan Getah Lidah Buaya.

Penelitian terbaru membuktikan bahwa getah lidah buaya dapat membantu meredakan inflamasi yang disebabkan oleh penyakit/kondisi mulut. Oleskan getah lidah buaya pada gusi yang terasa gatal untuk meredakan kondisi tersebut. Produk getah lidah buaya yang dapat digunakan untuk membantu menghentikan gusi gatal tersedia dalam berbagai bentuk:

  • Batasi Konsumsi Makanan Pedas dan Asam.

Batasi makanan dan minuman yang dapat memperparah inflamasi ataupun rasa gatal pada gusi. Batasi atau hentikan sama sekali konsumsi makanan asam dan pedas maupun penggunaan tembakau.

  • Redakan Stres.

Penelitian telah membuktikan bahwa stres psikologis dapat memicu serta memperparah penyakit periodontium. Meredakan stres dapat membantu menyembuhkan gusi gatal. Sebisa mungkin, jauhi situasi yang dapat menyebabkan stres. Olahraga dan kegiatan ringan dapat meredakan stres.

Sponsors Link

2. Dengan Pengobatan Medis

Konsultasikan dengan dokter gigi. Jika gusi gatal tidak juga membaik setelah diobati dengan pengobatan rumahan selama 7-10 hari, berkonsultasilah dengan dokter gigi. Dokter gigi dapat menemukan penyebab gusi gatal dan menganjurkan metode pengobatan yang tepat.

  • Gusi gatal dapat disebabkan oleh infeksi (bakteri, fungi, ataupun virus), malnutrisi, gigi tiruan yang tidak pas, bruxism, reaksi alergi, stres, atau penyakit periodontium.
  • Konsultasikan dengan dokter gigi sesegera mungkin. Beberapa penyakit/kondisi mulut tidak menyebabkan perubahan apa pun pada gusi dan mulut.
  • Informasikan kepada dokter gigi mengenai kapan gejala pertama kali muncul, metode pengobatan apa yang telah dilakukan, serta apa saja yang meringankan atau memperparah gejala.
  • Informasikan kepada dokter gigi mengenai semua penyakit yang sedang dialami dan obat yang sedang dikonsumsi.
ads

Hal-hal yang menyebabkan gusi gatal:

  • Gusi terluka

Luka pada gusi bisa menyebabkan rasa sakit, tidak nyaman, dan gatal. Gusi yang terluka biasanya disebabkan oleh cedera fisik, misalnya menggosok gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi usang yang berbulu kasar sehingga melukai gusi. Kebiasaan menggemeretakkan gigi saat tidur (bruxism) lama-kelamaan juga bisa melukai gusi sehingga terasa gatal. Gusi gatal juga mungkin disebabkan oleh iritasi karena menggunakan rokok elektrik dan vape.

  • Kebersihan mulut dan gigi yang buruk

Jarang sikat gigi dan memakai benang gigi bisa menyebabkan gusi terasa gatal. Pasalnya sisa-sisa makanan yang terselip di gigi yang bercampur dengan liur dan bakteri dalam mulut lama-lama akan berubah menjadi plak. Seiring berjalannya waktu, plak gigi yang menumpuk dapat menimbulkan penyakit gusi. Gejala penumpukan plak bisa termasuk menurunnya sensitivitas gusi, perdarahan saat menyikat gigi, dan gusi gatal.

  • Reaksi alergi

Kalau Anda punya alergi terhadap sesuatu, biasanya makanan atau obat-obatan tertentu, paparan terhadap alergen dapat menyebabkan gusi gatal. Bahkan alergi musiman seperti rhinitis alergi bisa menyebabkan gusi jadi gatal.

  • Perubahan hormon

Perubahan hormon yang dialami wanita, khususnya pada saat hamil, masuk masa pubertas, menstruasi, ataupun menopause bisa membuat mulut dan gusi gatal. Selain itu perubahan hormonal ini bisa menyebabkan masalah lain termasuk rasa sakit, berkurang atau bertambahnya sensitivitas dan pendarahan pada mulut.

  • Mulut kering

Mulut umumnya punya kemampuan untuk mengatur kelembaban alaminya secara sendiri. Terkadang, kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu dapat membuat mulut Anda tidak menghasilkan cukup air liur untuk menjaga gusi dan kelembaban lidah Anda. Hal ini dapat menyebabkan mulut terasa kering, dan salah satu gejala umum dari kondisi ini adalah gusi gatal.

  • Gingivitis atau radang gusi

Salah satu akibat tidak menjaga kebersihan mulut dan gigi seperti yang telah dijelaskan di atas adalah peradangan gusi. Peradangan yang disebabkan bakteri dalam plak bisa terasa menyakitkan — mengakibatkan gusi gatal, membengkak, merah, dan berdarah — dan sementara pembusukan gigi terus berlanjut, gusi juga jadi lebih sensitif. Ini disebut dengan gingivitis.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga menjadi wawasan yang berkualitas untuk sobat, Terima kasih. Salam.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini