7 Cara Menyikat Gigi dengan Benar agar Putih dan Bersih

Cara Menyikat Gigi dengan BenarCara menyikat gigi dengan benar perlu dilakukan untuk mendapatkan kebersihan total dari gigi, gusi, dan rongga mulut. Tentunya hal ini dilakukan agar gigi dan rongga mulut tidak mudah terserang kuman dan bakteri yang menyebabkan sakit gigi, sariawan, gusi bengkak, dan beberapa gangguan pada rongga mulut lainnya. Selain itu, kebersihan gigi dan rongga mulut yang terjaga juga akan menghindarkan bau mulut serta plak pada gigi. Maka dari itu menyikat gigi perlu dilakukan dengan benar dan juga tepat. Lalu bagaimana caranya? Berikut cara menyikat gigi dengan benar yang bisa dilakukan.

  1. Pemilihan pasta gigi yang tepat

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam menyikat gigi yang benar adalah pasta gigi yang tepat. Karena percuma melakukan teknik penyikatan gigi yang benar jika pasta gigi yang digunakan salah atau kurang tepat. Maka dari itu sangat perlu diperhatikan pemilihan pasta gigi yang tepat. Beberapa syarat dari pasta gigi yang baik untuk kebersihan dan kesehatan rongga mulut antara lain:

  • Pasta gigi yang bisa mencegah gigi berlubang
  • Pasta gigi yang bisa membersihkan plak
  • Pasta gigi khusus untuk gigi sensitif (untuk orang dengan keluhan gigi sensitif)
  • Pasta gigi yang mendandung anti bakteri
  • Pasta gigi tanpa detergen berlebihan
  • Pasta gigi untuk anak (jangan berikan pasta gigi orang dewasa pada anak-anak)

Baca juga:

  1. Pemilihan sikat gigi yang tepat

Selain pasta gigi, pemilihan sikat gigi juga harus tepat dan bisa menjalankan semua tugasnya untuk membersihkan gigi secara sempurna. Sikat gigi banyak jenisnya. Maka dari itu kita perlu memilih sikat gigi dengan bentuk dan karakteristik yang tepat sehingga kebersihan mulut dan gigi bisa didapatkan secara maksimal. Berikut beberapa kriteria sikat gigi yang tepat.

  • Sikat gigi dengan ujung kepala sikat yang mengecil di bagian atasnya agar pegerakan dalam menyikat gigi bisa lebih leluasa. Dengan demikian sikat gigi akan lebih mampu masuk hingga ke bagian gigi terdalam dan memberikan kebersihan hingga ke dalam.
  • Sikat gigi dengan gagang yang melengkung bisa memberikan ruang pada sikat untuk masuk lebih dalam dan mencapai gigi geraham terdalam daripada sikat gigi yang gagangnya lurus.
  • Bulu sikat gigi haruslah lembut karena bulu sikat gigi yang kasar akan berbahaya bagi gigi dan juga gusi. Bulu sikat kasar bisa merusak lapisan luar gigi dan bisa melukai gusi sehingga sering muncul sariawan atau gusi bengkak.
  • Sikat gigi elektrik untuk orang-orang dengan keterbatasan gerak (pengidap masalah pada persendian)
  • Gantilah sikat gigi setiap 3 hingga 4 bulan sekali agar tidak menumpuk kuman dan bakteri. Selain itu penggantian sikat gigi juga bisa dilakukan jika bulu sikat sudah terlihat tidak layak.
  • Gantilah sikat gigi jika ada anggota keluarga yang baru sembuh dari penyakit tertentu, terutama sakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.
  • Jangan menggunakan sikat gigi orang lain, walau itu keluarga sendiri
  1. Step menyikat gigi dengan benar

Setelah pemilihan sikat dan pasta gigi dilakukan dengan baik, berikut ini beberapa tahapan atau cara menyikat gigi dengan benar yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Basahi sikat gigi di bawah kran atau dengan air mengalir. Tujuannya adalah untuk membuang bakteri yang menempel di bulu sikat sebelum digunakan
  • Beri pasta gigi di bulu sikat gigi dan masukkan sikat gigi ke dalam mulut.
  • Arahkan sikat gigi ke permukaan gigi dengan membentuk sudut 45 derajad agar pembersihan bisa dilakukan secara maksimal.
  • Mulai gosok gigi dari bagian belakang (gigi geraham) atau pada bagian yang digunakan untuk mengunyah makanan, termasuk ke bagian yang dekat dengan lidah dan pipi.
  • Lanjutkan gosok gigi di bagian belakang permukaan gigi depan (gigi seri dan taring) dengan sikat gigi yang diarahkan secara vertikal kurang lebih 3 kali gosokan.
  • Gosok permukaan seluruh gigi secara merata, baik depan, belakang, atas, dan bawah dengan gerakan yang memutar agar tidak merusak struktur permukaan gigi.
  • Hindari menggosok gigi secara horizontal (kanan – kiri) karena bisa merusak lapisan gigi dan menyebabkan kerusakan yang permanen pada gusi. Maka sebaiknya sikat gigi dengan gerakan memutar yang lembut.
  • Menggosok lidah yang bertujuan untuk menghilangkan bakteri yang bersarang di lidah.
  • Jika sudah selesai, kumur dan bilas sisa pasta gigi hingga bersih dengan air bersih.

Baca juga:

  1. Menggunakan benang gigi

Jika gigi yang sudah disikat masih ingin dibersihkan, maka cara terbaik adalah menggunakan floss atau benang gigi. Gunakan benang gigi untuk membantu membersihkan sela-sela gigi. Hindari menggunakan tusuk gigi karena tusuk gigi mengandung bakteri yang cukup banyak dan bisa melukai gusi.

  1. Menggunakan obat kumur

Cara selanjutnya untuk mendapatkan gigi dan rongga mulut yang bersih dan sehat adalah dengan menggunakan obat kumur. Obat kumur itu sendiri bertujuan untuk membersihkan sisa makanan yang tidak terjangkau oleh sikat gigi atau benang gigi. Untuk memilih obat kumur pun perlu diketahui beberapa hal berikut ini.

  • Hindari obat kumur yang mengandung alkohol
  • Pilih obat kumur yang mengandung astrigents, yaitu bahan dalam obat kumur yang bisa memberikan rasa nyaman pada rongga mulut.
  • Pilih obat kumur yang mengandung flouride karena bisa membantu mencegah kerusakan pada gigi.
  • Pilih obat kumur yang mengandung antilaque, yaitu agar bisa mencegah timbuknya plak pada gigi.
  • Pilih obat kumur dengan aroma harum yang bisa membantu mencegah bau mulut.
  1. Waktu menggosok gigi

Selain itu, menggosok gigi juga perlu dilakukan secara rutin setiap harinya. Waktu menggosok gigi yang tepat adalah dua kali dalam sehari, yaitu setelah sarapan atau makan pagi. Waktu kedua adalah sebelum tidur. Dengan menggosok gigi secara rutin pada waktu tersebut, gigi dan gusi akan menjadi lebih bersih dan juga tidak mudah terserang bakteri yang menyebabkan berbagai keluhan pada gigi dan rongga mulut.

Baca juga:

  1. Durasi menggosok gigi

Kebanyakan orang menggosok gigi secara terburu-buru sehingga gigi dan rongga mulut tidak maksimal kebersihannya. Maka dari itu, hindari menggosok gigi yang terlalu terburu-buru. Sebaiknya sikatlah gigi selama kurang lebih 2 hingga 3 menit setiap kali menggosok gigi. Tujuannya adalah untuk membantu mengangkat semua kotoran dan juga bakteri dari sisa-sisa makanan secara lebih tuntas dan juga bersih. Hal ini akan membantu menghilangkan plak dan juga mencegah gigi kuning.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui serta beberapa cara menggosok gigi yang benar agar memperoleh kebersihan rongga mulut yang maksimal. Jika menggosok gigi dilakukan dengan benar, maka gigi akan lebih bersih dan bisa terhindar dari segala macam gangguan dan masalah rongga mulut.

Ciri dari menggosok gigi yang sudah tepat adalah jika gigi terasa lebih halus. Cobalah menyentuh gigi dengan lidah. Jika gigi sudah terasa halus, maka kemungkinan gigi sudah bersih. Namun jika gigi masih terasa kasar, maka hal itu berarti karang gigi atau plak pada gigi belum sepenuhnya bersih. Maka dari itu, jika gigi masih terasa kasar, sikat gigi bisa diulangi.

Selain menggosok gigi dengan tepat, perawatan pada gigi dan rongga mulut tetap harus dilakukan. Perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran. Buah dan sayuran bukan hanya akan bermanfaat pada pencernaan dan kesehatan tubuh pada umumnya, melainkan juga bermanfaat pada kebersihan gigi dan gusi. Karena di dalam buah dan sayuran terdapat sifat pembersihan alami dan cocok untuk membantu mengikis karang gigi secara alami. Selain itu, hindari makanan yang panas atau terlalu dingin, terutama jika gigi Anda termasuk gigi sensitif. Sebaiknya periksakan juga ke dokter gigi jika ada gangguan pada gigi dan rongga mulut.

Baca juga:

Itulah beberapa cara menyikat gigi dengan benar perlu dilakukan untuk mendapatkan kebersihan total dari gigi, gusi, dan rongga mulut sehingga gigi dan gusi menjadi lebih bersih dan terhindar dari segala macam gangguan dan bakteri. Semoga artikel ini bermanfaat.