Sponsors Link

Cara Merawat Gigi Balita yang Rusak dengan Cara Alami dan Medis

Sponsors Link

Sebagai orang tua, memperhatikan kesehatan anak – anaknya adalah suatu keharusan. Namun demikian kesibukan sehari – hari yang sangat menyita waktu membuat kita terkadang lupa akan hal – hal kecil yang teramat penting dalam menjaga kesehatan gigi putra – putri kita.

ads

Sebagai contoh misalnya masalah perawatan gigi balita kita yang tidak bisa dianggap sebagai hal sepele, karena berdampak pada kesehatan mereka saat ini dan di masa yang akan datang. Merawat gigi balita kita yang sudah terlanjur rusak menjadi salah satu hal serius yang harus kita lakukan di rumah maupun dengan bantuan para medis.

Cara merawat gigi balita yang rusak berikut ini mungkin bisa membantu kita dalam menangani masalah pada gigi anak.

Cara Alami

  1. Merubah kebiasaan minum susu dengan botol

Kebiasaan minum susu dengan botol adalah salah satu hal yang menyebabkan pengeroposan pada gigi anak, apalagi bila botol susu tidak dibersihkan dengan benar. Bakteri yang menempel pada botol susu dan dot akan berpengaruh buruk pada kesehatan gigi dan mulut anak. Selain itu, minum susu dari botol sepanjang hari bisa merusak gigi susu.

Oleh sebab itu rubahlah  kebiasaan anak minum susu menggunakan botol dengan membiasakan minum susu menggunakan gelas dan bantulah anak anda mengatur jadwal minum susunya. Selain itu juga mengajari anak untuk minum susu dengan gelas akan lebih baik untuk  melatih keterampilan motorik dan koordinasi anak.

  1. Mengganti kebiasaan minum susu sambil tidur

Kebiasaan minum susu dengan botol saja sudah bisa membuat gigi anak keropos, apalagi jika kebiasaan minum susu dengan botol dan sambil tidur, ini akan membuat gigi cepat rusak. Minum susu sambil tidur mungkin membuat anak merasa nyaman, tetapi susu yang menempel atau menggenang di sekitar gigi dalam waktu yang agak lama dapat membuat gigi rentan terhadap bakteri dan asam. Karena susu mengandung gula dan gula adalah makanan bagi bakteri. Bila gula susu menempel pada gigi berarti memberi makanan pada bakteri untuk berkembang biak di gigi dan akan muncul plak yang menjadi penyebab karang gigi hitam, inilah mengapa gigi menjadi keropos, geripis, dan berlubang.

Oleh sebab itu rubahlah kebiasaan anak minum susu sambil tidur, dan alangkah baiknya sehabis minum susu biasakan juga untuk minum air pitih.

  1. Mengajari kebiasaan menggosok gigi dengan benar dan pada waktunya

Perawatan yang ketiga tak kalah pentingnya, yaitu mengajari anak anda cara menyikat gigi dengan benar dan pada waktunya.

Berikut ini adalah cara mengajari anak menggosok gigi sesuai dengan usianya.

  • Pada bayi usia satu tahun yang giginya rusak. Pilihlah sikat gigi khusus untuk anak usia dibawah 2 tahun. Basahi sikat dengan air, gunakan sedikit saja pasta gigi anak yang mengandung fluoride. Gosoklah perlahan – lahan. Pada gigi yang berlubang anda bisa menggunakan alat yang bersih untuk mengeluarkan kotoran atau menggosok dengan sangat perlahan. Bersihkan gusinya dengan kain lap basah yang bersih.
    Sponsors Link

  • Pada anak usia dua tahun, ajarkan cara menggosok gigi yang benar, dan mulai ajarkan juga meludahkan busa yang timbul saat menggosok gigi. Ajarkan anak untuk tidak menelan pasta gigi.
  • Pada anak usia tiga tahun, ajarkan menggosok gigi dengan menggunakan sedikit saja pasta gigi yang mengandung fluoride untuk melindungi gigi dari asam. Gigi anak pada usia ini sangat memerlukan fluoride, tetapi jika terlalu banyak juga tidak baik buat giginya. Tanamkan diingatan mereka akan pentingnya menggosok gigi.
    ads

Selain itu selalu temani dan awasi anak anda pada saat menggosok gigi. Biasakan anak anda menggosok gigi dua kali sehari yaitu pagi hari setelah sarapan pagi dan malam hari sebelum tidur.

  1. Mengurangi kebiasaan mengkonsumsi makanan yang manis – manis

Makanan yang manis – manis adalah makanan yang menyebabkan gigi berlubang. seperti permen dan coklat yang dapat mengikis enamel gigi. Makanan manis juga sangat disukai oleh bakteri gigi. Oleh sebab itu kurangi memberi anak makanan yang manis – manis, gantilah dengan makan buah – buahan segar dan makanan yang menyehatkan gigi.

  1. Mencegah terjadinya penularan

Sebisa mungkin hindari kontak antara mulut anak maupun makan minum anak dengan mulut ibu / pengasuh, karena dapat menyebabkan transmisi bakteri ke dalam mulut anak sehingga terjadi penularan yang akan memperparah keadaan gigi anak.

Setelah kita mengetahui cara – cara alami dalam merawat gigi balita kita yang rusak, alangkah baiknya jika kita juga melibatkan medis untuk membantu di dalam perawatan gigi buah hati kita. Kenalkan anak dengan dokter gigi yang akan merawat mereka, sehingga mereka tidak merasa takut dan trauma untuk  mengunjungi dokter gigi lagi. Selain itu bawalah mainan kesukaan mereka ketika mengunjungi dokter gigi, agar mereka merasa lebih nyaman.

Berikut ini cara medis yang biasa dilakukan oleh dokter gigi di dalam merawat gigi anak yang telah rusak.

Cara Medis

  1. Melakukan perawatan gigi

Bantuan medis seperti dokter gigi sangat di perlukan untuk memulihkan gigi anak yang telah rusak. Proses perawatan gigi ini memerlukan kerjasama yang baik antara dokter gigi dan orang tua.

Pada tahap awalnya jika gigi belum rusak parah, dokter akan merawat dengan cara membersihkan plak – plak yang menempel pada gigi. Gigi anak yang sudah rusak seperti keropos, berlubang, geripis, dsb, pada awalnya semua itu di sebabkan oleh plak. Plak yang menempel pada gigi berasal dari sisa – sisa susu, dan makanan, di tambah kurangnya perhatian kita sebagai orang tua dalam membantu mereka menggosok gigi.

  1. Melakukan penambalan gigi

Bila kerusakan gigi sudah agak parah, seperti keropos dan berlubang perawatan yang dilakukan yaitu dengan cara menambal, karena menutup dengan tambalan dapat merangsang pengembalian mineral gigi. Penambalan gigi dengan bahan resin komposit bisa langsung dilakukan jika masih tersisa mahkota giginya.

Gigi susu yang telah berlubang sebaiknya jangan dibiarkan saja, karena dapat menyebabkan lubang gigi semakin dalam bahkan dapat terjadi infeksi dan pembengkakan. Pada keadaan ini anak akan merasa tidak nyaman dan sakit gigi yang pada akhirnya akan mengganggu selera makan mereka dan menghambat pertumbuhan.

  1. Melakukan pencabutan gigi

Gigi susu memiliki fungsi yang sangat penting yaitu, sebagai pemandu gigi permanen untuk tumbuh sesuai posisinya pada lengkung rahang. Gigi susu yang telah rusak jika tidak dirawat lama – kelamaan akan lepas dengan sendirinya atau harus dicabut, hal ini akan menyebabkan gigi permanen kehilangan pemandu untuk tumbuh keluar dari gusi. Semua itu menyebabkan gigi permanen tumbuh diluar lengkung rahang dan akan terlihat miring atau bertumpuk. Oleh sebab itu lah pencabutan gigi merupakan langkah akhir yang dilakukan.

Sponsors Link

Setelah kita mengetahui beberapa cara merawat gigi balita yang rusak, baik itu dengan cara alami maupun medis, alangkah baiknya jika kita juga tau apa sih penyebab dari kerusakan gigi tersebut? Berikut beberapa penyebab terjadinya kerusakan gigi pada balita yang di informasikan Halogigi.com.

Penyebab Gigi Rusak Pada Balita

1.  Kurang menjaga kebersihan gigi

Kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut adalah faktor utama dari kerusakan gigi. Sisa – sisa makanan dan susu akan menumpuk pada gigi dan menjadi makanan empuk bagi bakteri gigi untuk berkembang biak. Bakteri gigi akan merubah sisa – sisa makanan tadi menjadi asam yang menyebabkan kerusakan pada gigi, seperti keropos, berlubang, hitam – hitam, dan jenis jenis penyakit gigi lainnya.

2.  Minum susu sambil tidur

Membiarkan anak tertidur sambil menyusu adalah salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kerusakan pada gigi. Gigi yang terendam oleh susu akan mengakibatkan terjadinya penumpukan plak, plak adalah penyebab terjadinya karang gigi. Oleh sebab itu jangan biarkan balita anda tertidur dengan botol susu dan susu yang masih berada di mulutnya.

3.  Mengkonsumsi makanan yang manis – manis

Memberikan anak makanan yang manis – manis seperti permen, coklat, cookies, dsb. bukanlah hal baik. Karena makanan yang manis – manis  sangat disukai bakteri gigi untuk berkembang biak, makanan manis juga dapat mengikis enamel gigi yang menyebabkan gigi jadi keropos.

Cara merawat gigi balita yang rusak kali ini semoga dapat membantu anda dalam merawat gigi sang buah hati anda. Berikan perhatian khusus dalam hal kesehatan gigi dan mulut mereka agar terhindar dari penyakit gigi yang lebih parah lagi dan penyakit mulut pada anak.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini