Cara Merawat Gigi Bayi yang Baru Tumbuh Terlengkap

Masa lima tahun awal dalam tahap perkembangan anak adalah masa golden age, ialah suatu masa emas dalam periode pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa ini segala hal yang tercurah dan terserap pada diri anak akan menjadi dasar dan memori yang tajam pada diri anak tersebut.

Baca juga:

Hal terkait dengan kesehatan gigi, jika pada masa emas anak ini telah terbentuk memori, perilaku, kebiasaan dan sikap tentang cara merawat gigi dan mulut, maka sikap hidup ini akan terbawa nanti nya kelak dewasa, sehingga pengetahuan tentang cara hidup bersih dan sehat, termasuk pemeliharaan kesehatan gigi perlu ditanamkan pada masa balita.

Orang tua dapat menjadi contoh yang bagi anak-anaknya. Bagaimana anak mau menyikat gigi di malam menjelang tidur, kalau orang tuanya juga tidak pernah memberikan contoh. Untuk itu pengetahuan orang tua mengenai kesehatan gigi dan mulut anak perlu ditingkatkan antara lain tentang pertumbuhan gigi anak serta kelainan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak.

Pertumbuhan gigi pada anak dimulai pada periode sejak anak tersebut didalam kandungan si ibu. Tepatnya, Pertumbuhan gigi anak dimulai sejak dalam kandungan pada usia kehamilan kira-kira 5-6 minggu. Gigi sulung mulai erupsi pada usia 5-6 bulan dan lengkap kira-kira usia 2,5 – 3 tahun. Tanda-tanda erupsi gigi sulung, antara lain:

  • Demam ringan.
  • Gusi membengkak.
  • Produksi air liur yang berlebihan.
  • Sulit buang air besar.
  • Terkadang kulit pipi di bagian mana gigi akan tumbuh tampak merah dan meradang.

Baca juga:

Untuk mengatasinya dapat diberikan:

  • Obat penurun panas yang sesuai dengan anjuran dokter.
  • Biarkan dia menggigit-gigit mainan yang yang dapat merangasang pertumbuhan giginya. Jika tidak ada mainan, sebagai penggantinya bisa diberikan makanan, seperti biskuit misalnya.
  • Ada beberapa bayi yang senang jika gusinya diusap-usap.
  • Bawalah bayi anda ke dokter jika ia mengalami demam tinggi, muntah, atau timbul bercak-bercak kemerahan pada kulitnya.

Banyak orang tua yang beranggapan bahwa gigi sulung hanya sementara dan akan diganti oleh gigi tetap sehingga mereka tidak memperhatikan kebersihan gigi anak tersebut. Padahal sebenarnya justru pada masa gigi susu itulah anak harus mulai diajarkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan giginya. Hal tersebut dikarenakan hal-hal seperti yang dijelaskan dibawah ini:

  1. Pada masa gigi susu,sedang terjadi pembentukan gigi tetap di dalam tulang. Sehingga jika ada kerusakan gigi susu yang parah dapat mengganggu proses pembentukan gigi tetapnya. Hal ini dapat mengakibatkan gigi tetap tumbuh dengan tidak normal.
  2. Mulut adalah pintu utama masuknya makanan ke dalam perut. Mulut adalah lokasi pertama yang dilalui makanan dalam proses pencernaan. Jika terjadi gangguan pada mulut maka akan mengganggu kelancaran proses pencernaan.
  3. Infeksi yang terjadi pada gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan organ di dalam tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal,dan lain-lain. Karena infeksi dalam mulut dapat menyebar kedalam organ-organ tersebut yang disebut dengan fokal infeksi.
  4. Infeksi gigi dan mulut yang diderita anak akan membuat anak menjadi malas beraktivitas dan akan mengganggu proses belajar mereka.

Baca juga:

Cara Merawat Gigi Bayi

Ada beberapa cara untuk merawat gigi balita sesuai dengan tahapan umurnya yang akan di jelaskan di bawah ini.

1. Anak Usia 0-6 Bulan

Anak 0-6 BulanErupsi gigi sulung umumnya dimulai pada usia 5-6 bulan dan lengkap kira-kira pada usia 2,5-3 tahun. Cara merawat gigi pada bayi cukuplah dengan membersihkan gusi mereka dengan kain hangat yang di gosok perlahan didaerah gusi. Beberapa hal yang harus pahami oleh orang tua untuk merawat gigi bayi pada tahapan ini adalah:

  • Mengetahui informasi tentang masa pertumbuhan dan erupsi gigi anak.
  • Menilai risiko untuk penyakit gigi dan mulut pada anak dengan mengidentifikasi indikator risiko adanya riwayat penyakit gigi berlubang pada anggota keluarga, pemberian susu botol pada anak sebelum tidur dan pembersihan gigi dan mulut yang tidak rutin dan tidak benar.
  • Melaksanakan cara pembersihan gigi yang tepat dan benar secara teratur. Pada gigi yang baru erupsi dapat digunakan kain yang lembut dan lembab.
  • Tidak memberikan susu botol pada anak pada waktu tidur.
  • Tidak menambah rasa manis pada susu botol.
  • Menggunakan gelas sebagai pengganti botol setelah anak dapat minum dari gelas pada usia anka kira-kira 12 bulan.

2. Anak Usia 7-12 Bulan

Cara perawatan gigi pada anak usia 7-12 bulan terfokus pada gigi seri atas dan bawah yang telah tumbuh. Beberapa hal yang harus dilakukan orang tua adalah mengetahu risiko untuk penyakit gigi dan mulut pada anak dengan mengidentifikasi indikator risiko sebagai berikut:

  1. Adanya riwayat penyakit gigi berlubang pada anggota keluarga.
  2. Pemberian susu botol pada anak sebelum tidur.
  3. Sering mengonsumsi makanan manis dan lengket.
  4. Pembersihan gigi dan mulut yang ti dak rutin dan tidak benar.

Jika terdapat white spot pada gigi, maka penanganannya sebagai berikut:

  • Menggunakan gelas sebagai pengganti botol setelah anak dapat minum dari gelas pada usia kira-kira 12 bulan.
  • Teliti dalam membersihkan gigi anak segera setelah gigi mulai erupsi.
  • Memberikan makanan bergizi dan membatasi pemberian makanan manis pada anak di antara dua waktu makan.

3. Anak Usia 12-24 Bulan

Pada periode ini biasanya gigi geraham erupsi pada usia kurang lebih 16 bulan sedangkan gigi taring pada usia 20 bulan. Masa kritis pembentukan email gigi seri permanen adalah usia 18 – 24 bulan. Beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua:

  • Pemahaman mengenai nutrisi yang baik, pemberian suplemen fluor jika diperlukan (pada daerah tertentu) dan penggunaan sikat gigi lembut.
  • Menggunakan pasta gigi sesuai dengan usia, berukuran sebutir kacang polong atau selapis tipis.
  • Menyikat gigi anak minimal dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari).
  • Membiasakan anak untuk makan makanan ringan yang sehat, seperti buah dan sayuran segar dan menghindari makanan ringan yang mengandung gula.
  • Mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan melakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki tenaga kesehatan gigi (dokter gigi, perawat gigi).

4. Anak Usia 24-36 Bulan

Pada usia ini anak sudah mampu menyikat gigi mereka sendiri, namun masih tetap harus dibimbing dan diawasi oleh orang tua, minimal 2 kali sehari dengan cara yang benar. Cara menyikat gigi untuk anak usia tersebut yaitu dengan menyikat semua permukaan gigi atas dan bawah dengan gerakan maju mundur dan pendek-pendek, selama 2 menit dan paling sedikit 8 kali gerakan untuk setiap permukaan gigi. Selain itu peran orang tua juga diperlukan untuk pengawasan maupun membimbing dan menganjurkan kebiasaan-kebiasaan seperti:

  • Menganjurkan agar tidak berkumur setelah menyikat gigi, cukup diludahkan.
  • Menganjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula.
  • Memberikan obat-obatan yang bebas gula.
  • Menganjurkan untuk menghenti kan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu perkembangan oklusi dan rahang seperti menghisap ibu jari, bernafas melalui mulut, mendorong lidah, menggigit bibir bawah. Akibat kebiasaan buruk tersebut dapat menyebabkan gigitan terbuka, gigi mendongos dan gigitan silang.

Baca juga:

Tugas kita sebagai orang tua adalah menanamkan kebiasaan-kebiasaaan baik kepada buah hati sejak mereka kecil, karena pada masa itulah memori mereka akan merekam dengan kuat. Terutama untuk kebiasaan-kebiasaan kesehatan contohnya kesehatan gigi dan mulut. Kesehatan gigi si buah hati merupakan investasi yang sangat berharga untuk masa depannya. Menjaga giginya agar tetap bersih akan membuat mereka menjalani hari dengan ceria,sehat dan tentu nya pertumbuhannya akan semakin optimal. Sekian untuk artikel kali ini semoga memberikan manfaat dan terima kasih.