Sponsors Link

3 Cedera Gigi dan Mulut yang Sering Terjadi pada Atlet

Sponsors Link

Pada saat berolahraga atau bermain kita harus hati – hati, agar tidak terjadi salah gerakan yang mengakibatkan cedera dan memahami tips menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk atlet. Cedera ada 2 jenis yaitu : cedera ringan dan cedera berat. Cedera ringan yaitu cedera yang membutuhkan waktu penyembuhan sebentar, sedangkan cedera berat yaitu cedera yang membutuhkan waktu penyembuhan cukup lama dibandingkan dengan cedera ringan.

ads

Olahraga merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan sekaligus juga menyehatkan. Tubuh Anda bergerak secara aktif dan pikiran pun jadi lebih segar dan mendapat manfaat pengaruh positif sinar matahari pagi bagi gigi. Olahraga memang menuntut Anda untuk menggerakkan tubuh dengan konsentrasi dan koordinasi yang baik agar hasilnya pun maksimal.

Jika Anda kehilangan fokus sedikit saja ketika berolahraga, akibatnya bisa bermacam-macam mulai dari cedera ringan hingga serius bahkan gigi rontok. Untuk menghindari cidera olahraga, Anda harus menyiapkan diri dan melakukan pemanasan dengan benar. Anda juga sebaiknya menjaga konsentrasi agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Berikut beberapa cidera gigi dan mulut yang sering terjadi pada atlet :

1. Pendarahan pada mulut

Seperti halnya pada pendarahan hidung, penanganan pendarahan pada mulut seperti bekuan darah di lokasi cabut gigi (dry socket) juga harus memperhatikan aspek airway (jalan napas) dan breathing (pernapasan). Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • Pendarahan dari bibir atau gusi dihentikan dengan penekanan secara langsung dan kompres dingin.
  • Apabila gigi goyang atau fraktur, gigi tidak boleh dicabut dan atlet dikirim untuk penanganan lanjut di dokter gigi.

2. Gigi Tanggal

Cedera ini biasanya terjadi pada cabang body contact sport. Dimana dalam derajat cedera ini gigi dapat tanggal atau patah, kadang pula patah pada tulang rahang petinju dan menyebabkan pengeroposan tulang rahang. Cedera ini dapat menyebabkan :

  • Tidak sadar dalam waktu yang amat singkat ( dibawah 10 detik )
  • Tidak sadar dalam waktu yang cukup singkat ( diatas 10 detik )
  • Tidak sadar dalam waktu yang sangat lama, langsung jatuh kelantai.
  • Cedera ini jarang terjadi karena sebelum melakukan pertandingan seorang ringside memeriksa petinju dalam pemakaian perlindungan gigi.

3. Avulsi Gigi

Lepasnya seluruh bagian gigi dari soketnya dalam istilah medis disebut dengan avulsi gigi. Avulsi gigi merupakan kondisi yang umum akibat terjadinya benturan atau pukulan yang mengarah pada rahang. Kabar baiknya, kondisi ini masih bisa diperbaiki dan diatasi

apabila Anda segera mendapatkan perawatan medis dalam waktu satu jam setelah kejadian berlangsung. Setelah satu jam, peluang gigi untuk bisa diperbaiki akan semakin berkurang. Intinya, semakin cepat Anda mendapatkan perawatan medis akan semakin baik.

Sponsors Link

Cara Menangani Cedera Gigi dan Mulut pada Atlet

Jika Anda mengalami kondisi ini, jangan panik. Segeralah ambil gigi yang terlepas lalu cuci dengan air mengalir. Namun, pastikan jangan menyikat karena bisa merusak struktur dan jaringan yang masih melekat pada gigi. Lalu Anda bisa melakukan beberapa hal seperti yang disebut di bawah ini:

Cobalah masukkan gigi kembali ke dalam soket. Jika tidak memungkinkan, tahan di dalam mulut dengan lidah sampai Anda tiba ke dokter gigi. Setelah itu segera cari perawatan medis terdekat. Kandungan air liur dan suhu tubuh dapat membantu mempertahankan kondisi gigi yang terlepas agar bisa ditanamkan kembali pada soketnya.

Apabila hal di atas juga tidak memungkinkan untuk dilakukan, segera masukkan gigi ke dalam botol berisi susu. Setelah itu, segera menuju ke dokter gigi, Puskesmas, atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

ads

Apabila dokter gagal untuk mengembalikan gigi ke soketnya, implan gigi bisa jadi pilihan perawatan lain. Implan gigi merupakan prosedur yang dilakukan untuk menggantikan gigi yang tanggal dan berperan sebagai pengganti akar dari gigi yang hilang serta menahan gigi pengganti.

Sayangnya implan gigi bukanlah sesuatu yang murah, oleh karena itu Anda perlu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan perawatan ini.

Macam-macam Cedera Olahraga Lainnya pada Atlet

Menurut Mirkin dan Hoffman (1984: 107) struktur jaringan didalam tubuh  yang sering mengalami  cedera  olahraga  adalah  otot,  tendo, tulang, persendian termasuk tulang rawan, ligamen, dan fasia. Sedangkan menurut Taylor (1997: 63) macam-macam cedera yang mungkin terjadi adalah memar,

cedera pada otot atau tendo dan cedera ligamentum, dislokasi, patah tulang, kram otot dan perdarahan pada kulit. Menurut Giam dan Teh (1992: 202-241) berdasarkan letaknya cedera dapat dikelompokan menjadi: cedera dibagian kepala, cedera dibagian badan, cedera dibagian lengan dan tangan, cedera dibagian tungkai dan kaki yang meliputi:

memar, sprain, strain, fraktur dan lecet. Taylor (1997: 63) mengatakan bahwa macam cedera yang sering terjadi adalah: cedera memar, cedera ligamentum, cedera pada otot dan tendo, pendarahan pada kulit dan pingsan. Menurut Fatimah (2005: 5-9) macam cedera yang sering terjadi adalah: lepuh, strain, sprain, dislokasi dan patah tulang.

Menurut Hardianto Wibowo (1995: 15) mengklasifikasikan cedera olahraga sebagai berikut:

  • Cedera ringan atau tingkat I, ditandai dengan adanya robekan yang hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop, dengan keluhan minimal dan hanya sedikit saja atau tidak mengganggu performa olahragawan yang bersangkutan, misalnya lecet, memar, sprain ringan.
  • Cedera sedang atau tingkat II, ditandai dengan kerusakan jaringan yang nyata, nyeri, bengkak, berwarna kemerahan dan panas, dengan gangguan fungsi yang nyata dan berpengaruh pada performa atlet yang bersangkutan, misalnya: melebarnya otot dan robeknya ligamen.
  • Cedera berat atau tingkat III, pada cedera ini terjadi kerobekan lengkap atau hampir lengkap pada otot, ligamentum dan fraktur pada tulang, yang memerlukan istirahat total, pengobatannya intensif, bahkan mungkin operasi.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas maka dapat dikatakan bahwa macam cedera yang sering terjadi adalah:

  • Cedera di bagian kepala meliputi: memar, lecet dan perdarahan.
  • Cedera di bagian badan meliputi: strain, sprain, lecet, memar dan fraktur
  • Cedera di bagian lengan dan tangan meliputi: lecet, memar,   dislokasi, fraktur, strain dan sprain.
  • Cedera di bagian kaki dan tungkai meliputi: memar, dislokasi, lecet, sprain, strain dan fraktur.

Olahraga sangat dekat kaitannya dengan cedera, terutama bagi para olahragawan atau atlit. Untuk itu kita harus berhati – hati dalam berolahraga agar tidak mengalami cedera. Semoga informasi yang tidak seberapa diatas bisa sedikit banyak menambah wawasan anda. Dan semoga anda bisa lebih berhati hati lagi ketika berolahraga. Terima kasih

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini