Sponsors Link

6 Dampak Buruk Sikat Gigi Sembarangan Paling Lengkap

Sponsors Link

Segala sesuatu yang dilakukan dengan cara yang tidak benar tentu memiliki akibat yang tidak baik. sama halnya dengan menyikat gigi. jangan beranggapan bahwa menyikat gigi tidak ada aturannya atau bisa dilakukan sesuai selera anda masing masing, ada cara cara yang benar dalam melakukannya agar dapat memberi manfaat yang maksimal.

ads

Cara sikat gigi yang benar sebaiknya pada waktu yang terbaik yakni dua kali sehari, sekitar 30 menit setelah sarapan dan sebelum tidur. Gunakan sikat dengan ukuran yang pas dan bulu yang lembut yang dapat menjangkau seluruh area gigi.

Posisikan dengan tekanan 45 derajat lakukan gerakan dengan tekanan lembut. Setelah selesai bersihkan lidah dan mulut deagn cara berkumur hingga bersih. Jangan ada sisa makanan yang tertinggal dan simpan sikat gigi di tempat yang bersih.

Sikat gigi yang tidak dilakukan seperti cara yang telah dijelaskan di atas, artinya dilakukan secara sembarangan, akan memberi berbagai dampak pada kesehatan gigi dan mulut itu sendiri. Berikut berbagai dampak buruk sikat gigi sembarangan bagi kesehatan gigi:

1. Menyikat Gigi Terlalu Kuat

Dampak buruk sikat gigi sembarangan yang pertama ialah karena menyikat gigi terlalu kuat. Untuk mendapatkan gigi yang bersih, terkadang orang cenderung menyikat gigi dengan keras atau kuat. Bagaimana cara anda menyikat gigi dan kualitas sikat gigi yang anda gunakan mempengaruhi kesehatan gigi anda. Perilaku tersebut tidak jarang menjadi penyebab gigi cepat rusak dan tidak kuat karena perlakuan kasar yang dilakukan secara terus menerus dan juga berkelanjutan.

Waktu yang dibutuhkan untuk menyikat gigi ialah selama 2 menit dengan tekanan yang lembut dan menyeluruh ke setiap bagian gigi. Sikat gigi yang terlalu keras akan membuat menciptakan berbagai masalah kesehatan pada gigi yaitu :

  • Gigi Menipis dan Mudah Patah

Menyikat gigi terlalu kuat atau terlalu lama akan menyebabkan lapisan gigi menipis sebab mendapat tekanan yang terus menerus dari berbagai zat keras yang terdapat dalam pasta gigi juga tekanan dari bulu sikat gigi. Gigi yang menipis secara bertahap akan membuatnya kehilangan daya tahan untuk melawan berbagai kuman dan bakteri sehingga lama kelamaan menjadi rapuh, mudah patah, gigi berlubang berdarah, dan lainnya.

  • Nyeri Pada Gigi

Sikat gigi yang ngeras menyebabkan luka pada gigi hingga gigi retak dan ngilu serta sering nyeri, nyeri tersebut akan menyebabkan ketidaknyamanan ketika makan atau minum dan menyebabkan sensititivitas gigi meningkat.

  • Gusi Berdarah

Terjadi karena bulu sikat mengenai gusi terlalu kuat, gosokan yang terlalu kuat akan menyakiti gusi dan membuatnya bengkak. Pada akhirnya gusi berdarah saat sikat gigi tidak bisa dihindari. Apalagi jika menggunakan sikat yang besar dan bulu sikat yang kaku.

Gusi yang bengkak jika terus saja mendapat perlakuan yang sama yaitu terus disikat terlalu kuat akhirnya menimbulkan gusi berdarah, gusi berdarah beresiko infeksi sebab memudahkan kuman dan bakteri masuk ke dalam dengan mudah serta dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar hingga kepala akibat perdarahan dan radang.

Sponsors Link

2. Sikat Gigi Terlalu Sering

Dampak buruk sikat gigi sembarangan yang kedua ialah sikat gigi terlalu sering. Sebagian orang mengangap bahwa dengan semakin sering sikat gigi akan membuat gigi semakin sehat dan bagus, jangan beranggapan demikian, menyikat gigi terlalu sering juga memiliki dampak buruk untuk gigi dan mulut anda. Menyikat gigi terlalu sering akan mengikis lapisan terluar gigi (enamel) berwarna putih yang dapat dilihat oleh mata.

ads

Bagian ini ialah bagian yang keras, bahkan merupakan bagin yang terkeras dari tubuh manusia. Enamel berfungsi melindungi gigi dari kerusakan dan juga syaraf syaraf di dalamnya. Ketika enamel gigi terkikis dan makin tipis, maka perlindungan gigi akan semakin rendah.

Syaraf gigi yang semakin terekspos merupakan ciri gigi sensitif, sehingga gigi menjadi semakin sensitif. Dampaknya akan membuat gigi terasa ngilu dan sakit pada gusi. Oleh karenanya, sikat gigi anda cukup dua kali sehari dan sertai dengan teknik yang benar.

3. Memakai Sikat Gigi Bergantian dengan Orang Lain

Dampak buruk sikat gigi sembarangan selanjutnya ialah memakai sikat gigi bergantian. Dalam kondisi apapun misalnya ketika sedang bepergian dan anda lupa membawa sikat gigi, hindari memakai sikat gigi bergantian dengan orang lain. Sikat gigi sering mengandung bakteri dan virus penyebab penyakit (E.coli, staphylococcus, dan pseudomonas). Jika pemilik sikat gigi tersebut memiliki suatu penyakit, anda beresiko besar ikut tertular penyakit tersebut.

Intinya bakteri dapat berpindah ke gigi anda dan sebaliknya. Jika sudah telanjur atau tidak sengaja menggunakan milik orang lain, misalnya karena tertukar, disarankan untuk memakai obat kumur (mouthwash). Dengan membilas mulut anda sesaat setelah kontak dengan sikat gigi tersebut, setidaknya meminimalkan paparan bakteri dan virus. Namun bahaya obat kumur bisa saja muncul jika digunakan secara berlebihan. Tentu ke depannya anda wajib lebih teliti agar selalu membawa sikat gigi sendiri tiap membutuhkan.

4. Meletakkan Sikat Gigi di Tempat Sembarangan

Sikat gigi yang disimpan di tempat yang kotor misalnya di sudut kamar mandi atau di dekat toilet beresiko tertular bakteri jahat, bukannya membuat gigi anda semakin bersih dan bebas bakteri, tetapi justru yang terjadi hal sebaliknya.

Oleh sebab itu simpan sikat gigi anda di tempat yang bersih, boleh diletakkan berdampingan dengan sikat gigi anggota keluarga lain dengan mengatur posisi nya agar kepala sikat gigi tidak saling bersinggungan atau menggunakan helm sikat.

Letakkan di tempat yang bersih, tidak lembab, dan jangan meninggalkan kotoran yang menempel, misalnya menyisakan bekas pasta gigi dan lain lain.Kemudian jika gusi anda terlanjur terluka karena aktivitas menyikat gigi sembarangan, maka gunakan pasta gigi untuk gusi berdarah sebagai langkah awal penanganan ya sobat.

5. Sikat Gigi Dengan Kualitas dan Kuantitas yang Kurang

Maksudnya adalah sikat gigi sembarangan yang dilakukan asal asalan, dilakukan secara cepat, tidak menyeluruh, dan di waktu yang tidak tepat. Hal ini berhubungan dengan kebiasaan malas menggosok gigi. sikat gigi yang dilakukan terlalu cepat dan tidak menyeluruh mengakibatkan tidak maksimalnya pembersihan sisa sisa makanan, sisa makanan tersebut akan menumpuk menjadi plak dan resiko nya dapat menyebabkan sakit jantung akibat plak tersebut menyumbat pembuluh darah.

Sikat gigi di waktu yang tidak cepat juga tidak memberikan manfaat yang maksimal, misalnya sikat gigi di sore hari dan malam hari nya makan malam tetapi tidak sikat gigi sebelum tidur, tentu sisa makanan menetap di mulut sepanjang malam. Waktu yang tepat adalah pagi hari dan malam sebelum tidur.

6. Tidak Mengganti Sikat Gigi dalam Waktu yang Lama

Selain bentuk sikat gigi yang sesuai, agar lebih maksimal dalam membersihkan gigi dari segala kotoran anda juga wajib mengganti sikat gigi kurang lebih setiap tiga bulan sekali atau ketika bulunya sudah mengembang dan rusak. Bulu sikat yang rusak menyebabkan rasa kurang nyaman ketika memakai dan menyebabkan gusi berdarah. Sikat gigi yang sudah rusak tidak bisa membersihkan area antara gigi dan plak di permukaan gigi sehingga menyebabkan plak menumpuk dan gigi berlubang.

Demikian artikel mengenai dampak buruk sikat gigi sembarangan, jangan menyikat gigi sesuai selera anda ya, sebaiknya sikat gigi dengan cara yang bena, memiliki gigi sehat akan menambah rasa percaya diri dan kenyamaaann anda. Semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi