Sponsors Link

10 Dampak Mulut Terlalu Lama Terbuka Saat Tidur Terhadap Kesehatan Gigi

Sponsors Link

Tidur ialah salah satu rutinitas sehari hari yang juga merupakan kebutuhan dasar. Tidur akan menghilangkan rasa lelah dalam tubuh dan memberikan kebugaran di kala bangun, jika dilakukan dalam cara atau posisi yang sesuai dan nyaman. Di saat tidur, tentunya manusia dalam kondisi tidak sadar dan tidak mengetahui yang terjadi dalam dirinya. salah satu kebiasaan buruk ketika tidur ialah mulut yang terbuka, yang memang seringkali tidak disadari.

ads

Kebiasaan tidur dengan mulut terbuka dapat terjadi dalam kondisi tertentu seperti ketika berada dalam posisi tidur yang sangat rileks, maka bisa terjadi gusi bengkak seperti daging tumbuh, trauma sendi rahang, dan karena adanya kekakuan pada otot mulut.

Walaupun terjadi dalam fase istirahat, ternyata hal tersebut memberikan dampak yang tidak baik pada kesehatan seluruh tubuh, terutama pada gigi yang berhubungan secara langsung dengan mulut yang terbuka. Berikut ini berbagai dampak mulut terlalu lama terbuka saat tidur terhadap kesehatan gigi.

1. Mulut Kering

Dampak mulut terlalu lama terbuka saat tidur terhadap kesehatan gigi ialah mulut kering, jelas hal ini akan terjadi karena terlalu banyak udara yang masuk lewat mulut dan terus menerus mengalir membuat mulut dan seisinya menjadi kering. Terlebih jika terjadi dalam posisi telentang dimana angin dan udara sekitar mudah sekali masuk.

Dampaknya akan membuat bibir menjadi kering, gigi kehilangan kelembabannya dan seluruh mulut terasa kering ketika terbangun dari tidur atau ketika tersadar, terjadi seperti rasa haus yang amat sangat dan mulut terasa kaku. Tahap selanjutnya akan membuat otot mulut kaku karena tidak berada dalam posisi normal sepanjang malam dan terasa tidak nyaman ketika digunakan untuk makan. penyebab mulut selalu kering disini bisa anda ketahui dengan mudah ya sobat. Meskipun saat tidur memang pada dasarnya tidak sadar, tapi kebiasaan yang tidak diinginkan bisa dicegah sobat.

2. Kerusakan pada Lapisan Luar Gigi

Dalam posisi mulut terbuka, asam di dalam gigi yang seharusnya dalam kondisi normal menjadi naik, terjadi karena seisi mulut kering sehingga bakteri baik tidak mampu berkembang dan produksi air liur yang menurun. manfaat air liur untuk gigi disini berarti sangat penting ya sobat. Asam yang naik tersebut membuat lapisan luar gigi kehilangan daya tahannya sehingga menjadi mudah rapuh dan rusak, mudah dihinggapi bakteri jahat penyebab gigi berlubang dan berbagai penyakit gigi lainnya.

3. Gigi Mudah Linu

Merupakan kelanjutan dari lapisan luar gigi yang rusak, pertahanan gigi menjadi berkurang dan gigi mudah linu, terlebih jika diiringi dengan kebiasaan makan makanan terlalu panas atau minum minuman terlalu dingin. Gigi linu tersebut pun jika terus menerus terjadi kebiasaan tidur dengan mulut terbuka terlalu lama akan menimbulkan lubang tak kasat mata pada lapisan gigi lebih dalam yang menjadikannya mudah dimasuki kuman dan menyebabkan penyakit gigi lainnya.

4. Kekeringan Kronis pada Gigi Belakang

Dampak mulut terlalu lama terbuka saat tidur terhadap kesehatan gigi selanjutnya ialah kepada gigi belakang, angin yang masuk lebih banyak terkena langsung pada gigi belakang yang tidak tertutupi oleh bibir. Gigi belakang menjadi kering dan rapuh, gigi depan keropos dan patah, berkurang kemampuannya dalam mengunyah makanan serta tak mampu melawan bakteri jahat yang berkembang karena kehilangan kelembaban alaminya.

Sponsors Link

5. Karies Gigi

karies gigi terjadi karena penumpukan asam pada mulut apalagi jika ditambah kebersihan gigi yang kurang sebelum tidur seperti tidak sikat gigi sebelum tidur sehingga masih banyak sisa sisa makanan di dalam mulut. Sisa sisa makanan tersebut menjadi mengendap dan mengeras ditambah dengan kelembaban seluruh area mulut yang minim hingga sulit diuraikan dan tertinggal menjadi karies gigi.

6. Gigi Kehilangan Perlindungan

Pada kondisi mulut yang terbuka ketika tidur, jumlah produksi air liur pun lama kelamaan berkurang karena terus menerus kering oleh udara yang masuk ke dalam mulut, sedangkan air liur ialah salah satu pelindung utama yang terbaik untuk gigi dan sekitarnya dengan memberikan kelambaban, kekuatan, dan memperkuat lapisan lapisan gigi. kekurangan air liur tersebut secara otomatis membuat gigi berkurang perlindungannya dan menjadi mudah dihinggapi kuman dan penyakit.

7. Berkembangnya Bakteri Jahat pada Gigi

Juga terjadi karena berkurangnya produksi air liur sehingga bakteri baik kehilangan kekuatan untuk bertahan, asam di dalam mulut naik secara drastis, dan diiringi dengan mudahnya bakteri jahat menguasai gigi dan sekitarnya. Bakteri jahat yang berkembang tentu akan menimbulkan berbagai masalah seperti bau mulut dan gigi berlubang.

ads

8. Memperparah Sebab Awal

Sebelumnya telah disebutkan beberpaa penyebab mulut terbuka ketika tidur pada manusia yakni diantaranya karena gusi bengkak, adanya trauma pada sendi rahang, dan kekakuan pada mulut. Dampak mulut terlalu lama terbuka saat tidur terhadap kesehatan gigi ialah akan memperparah penyebab awal tersebut. Misalnya terjadi karena gusi yang bengkak, gusi berdarah saat tidur maka akan terus demikian dan sulit untuk sembuh.

Hal ini terjadi karena masalah yang berada dalam gigi dan sekitarnya membutuhkan air liur dan bakteri baik sebagai salah satu penyembuhnya. Tidur dengan mulut terbuka yang memudahkan udara terus menerus masuk tentunya akan membuat mulut kering dan tidak adanya pengurangan bakteri di lokasi yang sakit tersebut.

Pada gigi yang bengkak tersebut menjadi kering di lapisan luarnya dan kekurangan air liur, asam pun meningkat dan bakteri jahat semakin berkembang baik pada gusi tersebut. sehingga memperparah kondisi dan menyebabkan sakit pada lapisan gusi yang lebih dalam. Gigi menjadi terus membengkak dan sulit untuk sembuh.

9. Gigi Mudah Rapuh

Dampak mulut terlalu lama terbuka saat tidur terhadap kesehatan gigi pun berdampak pada kekuatan gigi itu sendiri, sebagai bagian tubuh yang membutuhkan kelembaban di setiap aktifitasnya dan mudah rapuh dalam kondisi kering, kekuatannya menjadi jauh berkurang terlebih jika terus menerus terjadi di sepanjang malam atau di setiap kali tidur, gigi menjadi rapuh, mudah linu, mudah sakit, dan mudah terasa nyeri. Nah hal tersebut merupakan ciri ciri gigi akan keropos dengan sangat mudah sobat.

10. Beresiko Infeksi

Ketika memiliki sakit pada area gigi dan mulut misalnya gigi berlubang, gusi bengkak, atau sariawan, dibutuhkan kondisi mulut yang sehat dan kadar asam yang normal. Mulut terlalu lama terbuka saat tidur membuat kondisi tersebut tidak terjadi, yakni area mulut tidak dalam kondisi lembab yang normal dan jumlah asam jauh meningkat.

Dampaknya ialah memudahkan kuman berkembang lebih jauh lagi dan memperburuk kondisi sakit, sehingga kemungkinan dapat terjadi infeksi karena bakteri baik yang memberi kesembuhan dan memberi ketahanan kalah oleh keberadaan asam dan bakteri yang jahat. Sebaiknya lakukan perbaikan untuk mengurangi kebiasaan mulut terbuka di saat tidur agar terhindar dari berbagai permasalahan pada gigi.

Sponsors Link

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat sebagai wawasan untuk anda dan sebagai panduan agar terhindar dari berbagai permasalahan pada gigi. Terima kasih sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini. Salam hangat selalu dari penulis.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini