Sponsors Link

Informasi Seputar Deposit Kalsium Pada Gigi

Sponsors Link

Menurut National Institutes of Health, kalsium merupakan mineral paling banyak yang ada di dalam tubuh dan 99% diantaranya tersimpan di tulang dan gigi. Senyawa kalsium bisa membantu untuk memberikan enamel gigi yakni lapisan terluar gigi agar terlindung dari erosi, kerusakan dan sensitivitas suhu. Enamel pada gigi merupakan zat tersulit di dalam tubuh bahkan lebih keras dari tulang dan terdiri dari jaringan yang terklasifikasi. Penumpukan kalsium mungkin merujuk ke plak pada gigi dan mengakibatkan kerusakan jika hanya dibiarkan pada gigi. Selain itu, ini juga bisa menjadi masalah dengan klasifikasi enamel. Agar lebih jelas, berikut akan kami berikan informasi seputar deposit kalsium pada gigi.

ads

Apakah Plak?

Plak pada gigi merupakan film lengket yang tidak berwarna dan terbentuk pada email gigi. Plak terdiri dari bakteri yang terkandung dalam air liur. Saat berinteraksi dengan gula dan pati yang tersisa di gigi dari makanan, maka akan menghasilkan asam yang bisa mengikis enamel dan menyebabkan gigi rentan terhadap kerusakan. Sedangkan tartar merupakan plak yang sudah mengeras.

Cara terbaik untuk menghilangkan plak dan mencegah atau cara membersihkan karang gigi adalah dengan menyikat gigi dan membersihkan gigi secara teratur serta mengunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan dan pembersihan berkala.

Tartar Pada Gusi dan Gigi

Kalsium yang sudah mengeras pada email gigi di bawah dan di sekitar garis gusi anda disebut dengan karang gigi. Tartar tidak akan hilang ketika plak belum dihilangkan dengan cara menyikat gigi dan flossing gigi teratur. Tartar ini bisa membuat gusi iritasi dan akan mengarah ke beberapa masalah seperti:

Gejala Tartar

Anda bisa melihat dan merasakan karang gigi anda. Beberapa tanda dan gejala tartar diantaranya adalah gigi yang berwarna kuning atau coklat. Anda mungkin bisa memperhatikan ini lebih banyak di area yang tidak bisa terkena sikat gigi secara menyeluruh seperti di antara gigi atau di bawahnya. Gigi kemungkinan juga akan terasa kasar dan tartar ini bisa menyebabkan radang gusi dan sensitif.

Perawatan Karang Gigi

Tartar merupakan zat yang sangat keras sehingga tidak bisa dihilangkan dengan cara menyikat gigi seperti biasa. Anda harus menemui seorang profesional untuk melakukan pembersihan karang gigi. Mencegah penumpukan karang gigi menjadi kunci penting yang harus dilakukan seperti beberapa hal berikut ini.

  • Sikat gigi dua kali sehari.
  • Hindari makanan mengandung gula dan bertepung yang bisa membantu pertumbuhan plak.
  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang.
  • Lakukan flossing gigi sekali sehari.
  • Temui dokter gigi dua kali setahun untuk pembersihan dan pemeriksaan gigi.
  • Pakai pasta gigi pengontrol tartar apabila dokter merekomendasikan

Deposit Kalsium dari Hipokalsifikasi

Hipokalsifikasi merupakan kondisi ketika enamel gigi mempunyai jumlah kalsium tidak mencukupi. Pada saat ini terjadi, maka email gigi masih bisa menutupi permukaan gigi namun beberapa bagian bisa menjadi lemah dan tipis serta membuat gigi kusam atau berkapur. Tanpa enamel yang kuat dan protektif, maka gigi semakin rentan terhadap kerusakan. Dalam sebuah studi, sekitar 24% dari subyek memiliki hipokalsifikasi enamel.

Penyebab Hipokalsifikasi

Banyak cacat enamel sering dimulai sebelum kelahiran sebab gigi bayi sudah berkembang sejak dalam rahim. Hipokalsifikasi ini bisa terlihat pada bayi dan juga gigi dewasa yang disebabkan karena cacat pada pembentukan sel yang sangat sensitif disebut ameloblas. Sel sel tersebut akan mengeluarkan protein yang membentuk email gigi. Menurut penelitian, sebagian besar kasus hipokalsifikasi tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan dalam kasus lain, kemungkinan terkait dengan beberapa hal, seperti:

Sponsors Link

  • Genetika: Amelogenesis imperfecta merupakan sekelompok kelainan bawaan langka yang bisa berpengaruh pada email gigi dan bisa menyebabkan hipokalsifikasi.
  • Penyakit atau trauma: Beberapa peneliti berspekulasi jika cacat enamel seperti hipokalsifikasi bisa terjadi karena demam tinggi pada ibu hamil selama masa kehamilan atau karena hasil dari kelahiran yang sulit.
  • Gangguan tertentu: Sebuah studi menemukan jika penderita asma dan epilepsi lebih mungkin mengalami cacat enamel dibandingkan yang lain.
  • Fluor: Fluorosis gigi atau menelan terlalu banyak fluoride selama masa anak anak bisa menyebabkan gigi yang berbintik bintik.

Ketika seseorang mengalami kalsifikasi, maka akan ada beberapa gejala yang bisa terlihat dari gigi, seperti:

  • Bintik bintik putih, kuning atau coklat pada permukaan dengan penampilan seperti kapur atau krem.
  • Struktur jadi lemah dan semakin rentan pada lubang atau kerusakan gigi.
  • Sensitivitas pada makanan dan minuman panas serta dingin.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi