Sponsors Link

4 Efek Samping Anestesi Gigi yang Harus Diketahui

Sponsors Link

Kali ini kita akan membahas tentang efek samping yang umum dan risiko ringan yang terkait dengan anestesi gigi. Walaupun efek samping anastesi gigi jarang terjadi pada orang yang sehat dan mudah ditangani oleh tim perawatan anestesi Anda namun tetap ada beberapa kasus yang melapurkan terjadinya gejala efek samping seperti yang terjadi pada cara mengobati sakit gigi dan gusi bengkak. Beberapa efek yang paling umum dibahas di bawah ini, yaitu:

ads

1. Mual dan Muntah Setelah Operasi 

Mual dan muntah pasca operasi gigi (jangka pendek) adalah salah satu efek samping yang paling umum terjadi pada 24 jam pertama setelah operasi gigi Anda. Ini mempengaruhi 20-30% pasien. Namun, hampir separuh dari semua pasien yang tidak memiliki gejala ini pada kasus di rumah sakit, mengalami mual  atau muntah dalam beberapa hari pertama setelah operasi. Bagi orang dewasa, ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terkena efek samping ini seperti efek samping gigi geraham dicabut.

Penting untuk memberi tahu ahli anestesi gigi  Anda bahwa Anda pernah mengalami masalah ini di masa lalu. Ahli anestesi Anda dapat memilih cara yang berbeda untuk memberi anestesi gigi pada Anda. Bila mungkin, anestesi regional (di mana penghilang rasa sakit ‘gas’ dan ‘morfin’ tidak diperlukan) secara signifikan mengurangi risiko terkena mual muntah dalam beberapa jam pertama setelah operasi Anda. Obat yang digunakan untuk mencegah atau mengobati gejala ini dikenal sebagai antiemetik seperti digunakan pada penyebab gigi ceoat rusak dan tidak kuat.

2. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan dan serak pada jam pertama sampai hari setelah anestesi terjadi pada hingga 40% pasien. Peningkatan resiko terjadi pada perempuan: lebih muda dari 50 tahun dan mendapatkan anestesi gigi umum yang berlangsung lebih dari 3 jam. Memiliki anestesi gigi secara regional benar-benar akan mencegah masalah ini.

Namun, jika Anda memerlukan anestesi gigi umum, ahli anestesi Anda mungkin memilih ukuran yang lebih kecil untuk perangkat yang digunakan untuk membantu Anda bernafas saat operasi. Beberapa obat juga terbukti bermanfaat, seperti obat pembekuan atau obat anti inflamasi. Selain itu, penggunaan beberapa zat penghilang seperti Tantum atau Strepsils dapat membantu meringankan sakit tenggorokan sakit akut seperti efek samping gigi implan.

3. Kerusakan Gigi

Kerusakan gigi adalah komplikasi anastesi umum yang jarang namun sangat disayangkan, kira-kira terjadi pada 1: 2000-kasus. Gigi yang paling sering cedera adalah bagian depan atas (gigi insisivus atas). Pasien yang paling berisiko mengalami cedera gigi adalah mereka yang memiliki kesehatan gigi buruk dan di mana ahli anestesi mengalami kesulitan untuk melakukan anastesi gigi seperti cara mengobati sakit gigi bungsu.

Meski ahli anestesi gigi selalu sangat berhati-hati, pencegahan kerusakan gigi tidak selalu memungkinkan. Beberapa penggunaan alat mungkin akan di perlukan seperti mouth-guard dan bite-blocks namun tidak memberikan jaminan bisa mencegah kerusakan gigi yang berlanjut. Selain itu, perangkat ini mungkin akan membuat pasien lebih sulit untuk beristirahat.

4. Menggigil

Menggigil setelah anestesi gigi terjadi pada fase pemulihan awal setelah anestesi pada kira-kira 25-50% pasien. Turunnya suhu tubuh adalah penyebab paling umum. Penyebab lainnya termasuk rasa sakit, demam dan stres setelah operasi. Tampaknya lebih sering terjadi pada pria dan setelah operasi lebih lama, namun cukup jarang pada pasien lanjut usia. Sementara kita mencoba mengurangi penurunan suhu tubuh, namun tidak mungkin untuk benar-benar mencegahnya. Ada juga beberapa obat yang bisa digunakan untuk mencegah atau mengobati menggigil pasca operasi.

Demikianlah informasi yang dapat disampaikan , semoga bisa bermanfaat.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini