Sponsors Link

7 Efek Samping Cabut Gigi Bungsu yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Pernahkah Anda melakukan cabut gigi? Cabut gigi menjadi salah satu cara dan solusi untuk menuntaskan permasalahan gigi yang seringkali dialami bagi sebagian besar orang. Tindakan medis yang satu ini dilakukan guna mengatasi masalah gigi yang sering dikeluhkan, misalnya saja seperti gigi berlubang, gigi goyang yang menimbulkan rasa sakit, atau bahkan pengaruh dari tumbuhnya gigi bungsu. Apakah anda termasuk salah satu yang mengalami permasalahan akibat tumbuhnya gigi bungsu?

ads

Gigi bungsu merupakan gigi yang tumbuh paling akhir. Jika pada umumnya gigi permanen tumbuh di usia anak-anak. Maka berbeda dengan gigi bungsu yang justru tumbuh di usia remaja menginjak dewasa yaitu kisaran usia 18 – 30 tahun. Bahkan ada pula yang sudah berusia lebih dari 30 tahun gigi bungsu mereka baru tumbuh. Lantas, apakah gigi bungsu harus dicabut pada masa pertumbuhannya? Dan apa efek sampingnya?

Efek Samping Cabut Gigi Bungsu                                 

Pertumbuhan gigi bungsu yang tidak wajar atau dalam kondisi abnormal, maka sangat disarankan untuk dicabut. Hal ini dikarenakan pada masa pertumbuhannya gigi bungsu seringkali menimbulkan rasa sakit yang berlebih dan menimbulkan efek gigi bungsu tidak dicabut. Hal tersebut dikarenakan adanya masalah pada pertumbuhannya, misalnya saja seperti gigi bungsu tumbuh miring ke atas pipi, pertumbuhannya yang tidak lagi memiliki ruang sehingga mendesak bagian gigi lain, atau justru gigi tidak tumbuh pada tempatnya.

Jika sudah seperti ini maka gigi bungsu harus dicabut untuk mengurangi efek samping yang lebih fatal. Biasanya tim dokter akan melakukan prosedur pencambutan dengan metode bedah mulut. Namun di samping itu, ternyata mencabut gigi bungsu juga memiliki efek samping yang harus anda waspadai. Berikut adalah efek samping cabut gigi bungsu:

  1. Terjadinya Peradangan

Tindakan pencabutan pada gigi bungsu dapat menimbulkan beberapa efek samping, di antaranya seperti terjadinya peradangan di area sekitar gigi. Dimana peradangan bisa terjadi akibat bekas jahitan yang dilakukan mengalami pembukaan atau kebocoran. Biasanya apabila sudah terjadi peradangan, maka beberapa pasien akan mengalami gejala seperti nyeri gigi, demam, sakit kepala, atupun sakit di bagian bekas jahitan tersebut. Jika hal serupa terjadi, maka sebaiknya segera dilakukan pengecekan pada dokter gigi yang menangani anda sebelumnya. Masalah yang lebih besar juga akan timbul apabila cabut gigi bungsu tanpa operasi.

  1. Infeksi Saluran Gigi

Pencabutan gigi bungsu dilakukan dengan metode bedah mulut. Dimana dokter akan membuka area gusi dan rahang untuk mencabut gigi hingga ke akarnya. Karena hal ini berkaitan dengan pembedahan, maka prosedur penjahitan untuk menutup bekas luka pun akan dilakukan. Apabila bekas jahitan tidak mendapatkan perawatan secara optimal, maka bisa jadi infeksi akan anda alami. Dimana infeksi bisa terjadi akibat tertumpuknya sisa makanan atau minuman di area sekitar jahitan.

  1. Gangguan Mulut

Bukan hanya menimbulkan masalah di area bekas pencabutan, melainkan sejumlah gangguan mulut pun bisa terjadi pasca pencabutan gigi bungsu. Biasanya gangguan mulut akan ditandai dengan gejala seperti lidah terasa kaku, lidah yang tidak bisa merasakan (mati rasa), bau mulut, rasa ngilu di area sekitar mulut dan lainnya. Jika hal serupa anda alami, maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter yang menangani anda. Hal ini juga akan berkaitan apabila gigi bungsu menusuk pipi, gigi bungsu tumbuh tidur yang justru menimbulkan masalah akibat gigi bungsu tidak dicabut.

Sponsors Link

  1. Adanya Alergi Anastesi

Karena cabut gigi bungsu berkaitan dengan metode bedah mulut (operasi), maka penggunaan obat anastesi akan digunakan untuk mengebalkan rasa sakit. Apabila tubuh pasien memiliki riwayat alergi terhadap bahan kimia. Maka reaksi seperti alergi pun akan dialami. Biasanya alergi obat anastesi ditandai dengan gejala seperti gatal, ruam, mual, pusing, dan sebagainya. Jika anda mengalami gejala seperti itu setelah pasca operasi cabut gigi bungsu. Maka sebaiknya ambil tindakan untuk penanganan yang lebih tepat.

  1. Masalah Struktur Gigi

Pasca pencabutan gigi geraham bungsu, biasanya akan mengalami perubahan struktur gigi. Dimana akan terdapat penekanan di daerah gigi lain. Gigi yang semula sudah berada di posisi yang tepat, kemungkinan bisa berubah posisi dan sedikit bergeser ke arah belakang bekas area pencabutan. Biasanya masalah seperti ini akan menimbulkan rasa sakit atau ngilu pada gigi seperti halnya efek samping gigi bungsu tumbuh.

  1. Timbulnya Penyakit Jantung

Efek samping gigi geraham dicabut bagian bungsu selanjutnya adalah timbulnya penyakit jantung. Biasanya efek samping ini akan lebih rentan terhadap pasien yang sudah memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes atau penyakit komplikasi lainnya. Dimana darah akan lebih cepat membeku dan memicu terjadinya efek yang lebih fatal.

Sponsors Link

  1. Rentan Terhadap Stroke

Bukan hanya menimbulkan penyakit jantung, efek samping cabut gigi bungsu lainnya adalah pasien bisa lebih rentan terkena penyakit stroke. Hal ini dikarekan efek pembedahan yang menimbulkan adanya pembekuan darah. Namun, apabila anda melakukannya pada pihak media yang tepat atau di dokter spesialis gigi terbaik. Maka permasalahan dan efek samping cabut gigi geraham atas bungsu seperti ini bisa diminimalisir terjadinya.

Mencabut gigi bungsu memang disarankan apabila sudah sangat mengganggu. Namun dengan adanya efek samping cabut gigi bungsu di atas. Maka cara seperti ini bisa menjadi bahan pertimbangan anda selanjutnya.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi