Sponsors Link

5 Efek Samping Gigi Crown yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Dokter gigi akan menyarankan menggunakan gigi crown dan rekonstruksi mulut penuh untuk membantu pasien yang kehilangan gigi atau berubah warna akibat penyakit gusi, kerusakan gigi, infeksi atau cedera karena itu memang manfaat crown gigi.

ads

Operasi gigi seperti penempatan gigi crown dan implan memang sedikit mahal juga ada banyak macam-macam gigi palsu permanen yang bisa anda gunakan dan pilih. Namun, seiring dengan kegunaannya, menggunakan gigi crown juga memberikan dampak tersendiri.

Selain dari kemampuannya sebagai alternatif pengobatan gigi geraham berlubang dan hitam, berikut lampiran efek samping gigi crown tersebut :

1. Perdarahan, Nyeri dan Cedera Saraf

Gigi crown dan operasi rekonstruksi mulut penuh, seperti jenis operasi lainnya, membawa risiko perdarahan, seperti hasil sebuah penelitian yang di lakukan di Columbia University College of Dental Medicine. Dokter gigi mungkin secara tidak sengaja menyentuh saraf rahang selama prosedur ini, membuat Anda merasa sakit dan mati rasa di bibir, dagu atau lidah yang bisa bertahan beberapa bulan atau tetap permanen. Tidak hanya menimbulkan rasa nyeri tapi juga cidera syaraf yang juga mungkin diakibatkan oleh kebiasaan menggesek gigi saat tidur.

2. Sensitivitas Gigi Bertambah

Setelah anestesi dari prosedur gigi crown Anda mulai habis, gigi crown mungkin terasa lembut dan tidak nyaman. Menurut Klinik Cleveland, gigi crown yang baru dilakukan rentan terhadap sensitivitas terhadap suhu panas dan dingin. Untuk mengatasi efek samping ini, sikat gigi dengan pasta gigi yang dirancang untuk gigi sensitif. Jika gigi Anda sakit saat Anda menggigit, kunjungi dokter gigi Anda untuk prosedur sederhana untuk mengatur tinggi gigi crown tersebut.

3. Peluruhan Gigi dan Infeksi

Dokter gigi menggunakan lapisan khusus untuk menahan gigi crown tetap di tempatnya, tapi lapisan tersebut bisa dilonggarkan dan dicuci dari bawah dar gigi crown. Gigi crown yang longgar memungkinkan bakteri menumpuk pada sisa gigi dan terkadang menyebabkan kerusakan gigi dan gigi berlubang. Jika Anda memiliki gigi crown yang longgar, dokter gigi Anda mungkin perlu mengembalikannya atau membuatkan Anda gigi crown yang baru untuk mencegah kerusakan gigi.

Selama prosedur restorasi mulut penuh, bakteri dapat menginfeksi gusi di sekitar implan gigi, menyebabkan penyakit periodontal yang dikenal sebagai periimplantitis, menurut sumber dari Columbia University College of Dental Medicine. Akhirnya, infeksi gusi yang tidak diobati menyebabkan keropos tulang dan implan melemah, membutuhkan tambahan perawatan gigi.

4. Kerusakan

Implan gigi, seperti yang digunakan dalam rekonstruksi mulut penuh, atau pada gigi crown bisa pecah, terutama jika gigitan Anda tidak sejajar. Selain itu, jika Anda mengalami keropos tulang di rahang Anda, implan dapat melonggarkan, pecah atau patah, menurut Columbia University College of Dental Medicine.

5. Reaksi alergi

Kejadiannya memang agak jarang, namun orang-orang yang memiliki gigi crown atau implan gigi yang mengandung logam dapat mengalami reaksi alergi yang menyebabkan masalah sistem kekebalan tubuh dan sindrom kelelahan kronis pada pasien gigi.

Demikianlah beberapa efek samping gigi crown yang bisa terjadi dan menimpa anda sebagai pasien yang sedang melakukan prosedur tersebut. Namun jika masih memungkinkan maka anda bisa mengurangi efek dengan beberapa tindakan pencegahan seperti mengetahui penyebab gigi geraham cepat berlubang.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini