Sponsors Link

6 Faktor Gigi Renggang dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Ada begitu banyak Jenis Jenis Penyakit Gigi dan permasalahan pada gigi. Beberapa di antaranya mengganggu tingkat percaya diri karena struktur atau jajaran gigi yang tidak normal. Misalnya gigi yang renggang atau jarang yang disebut dalam istilah medis sebagai diastema. Gigi yang renggang atau jarang ini akan membuat jarak antar gigi menjadi lebih jauh daripada gigi normal. Sehingga selain mengganggu tingkat percaya diri, gigi renggang juga meningkatkan risiko sisa makanan yang mudah menempel di sela-sela gigi. Apa saja faktor gigi renggang yang menyebabkan hal ini terjadi, dan bagaimana solusi mengatasi hal tersebut? Berikut beberapa penjelasannya.

ads

Faktor Penyebab Gigi Renggang

Untuk mengetahui beberapa faktor penyebab gigi renggang, berikut beberapa penjelasannya.

  1. Rahang yang besar

Salah satu faktor gigi renggang adalah faktor keturunan atau faktor herediter. Memang ada beberapa orang yang memiliki faktor keturunan dimana ukuran rahang lebih besar daripada ukuran rahang normal. Tentunya jika ukuran rahang lebih besar daripada ukuran normal, sementara ukuran gigi normal, maka gigi akan tumbuh dengan jarak-jarak yang terlihat antara gigi yang satu dengan gigi yang lainnya. Penyebab ukuran rahang besar kebanyakan adalah dari faktor keturunan.

  1. Ukruan gigi yang kecil

Ukuran gigi juga berbeda-beda. Ada jenis gigi yang ukurannya besar dan ada jenis gigi yang ukurannya kecil. Faktor penyebab gigi tumbuh renggang atau jarang berikutnya adalah jika gigi memiliki ukuran yang kecil. Pada kasus ini, walau ukuran rahang normal, jika gigi yang tumbuh ternyata merupakan jenis gigi yang kecil, maka gigi bisa jadi akan tumbuh secara renggang antara gigi yang satu dengan gigi yang lain. Ukuran gigi ini juga merupakan faktor keturunan.

  1. Masalah anatomi

Penyebab Gigi Tumbuh Tidak Rata Pada Anak sehingga membuat  gigi tumbuh renggang lainnya adalah permasalahan pada anatomi. Dimana jaringan labial frenum (jaringan yang menghubungkan bibir atas dengan gusi) terlalu dekat dengan gigi depan. Sehingga gigi tumbuh renggang. Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan menjalani operasi minor di daerah tersebut.

  1. Ada gigi yang patah

Faktor gigi renggang berikutnya tidak disebabkan oleh masalah anatomi, melainkan karena adanya cedera pada gigi. Misalnya ada gigi yang pernah patah. Gigi yang patah dan kemudian dicabut, tanpa diisi kembali dengan gigi palsu, dapat menyebabkan gigi di sebelahnya bergeser posisinya. Pergeseran gigi-gigi di sebelah gigi yang patah itu akan menciptakan jarak antara gigi yang satu dengan yang lain sehingga gigi yang tadinya rapat bisa menjadi renggang.

  1. Ada gigi yang tidak tumbuh

Adanya permasalahan pada gigi juga bisa menyebabkan gigi tidak tumbuh secara normal. Permasalahan gigi yang tidak tumbuh misalnya, juga bisa menyebabkan terjadinya gigi tumbuh menjadi renggang. Penyebabnya adalah jumlah gigi yang kurang dari jumlah normal, sedangkan ukuran rahang adalah ukuran normal. Sehingga masih ada ruang sisa untuk gigi bergeser.

Sponsors Link

  1. Kebiasaan menggertakkan gigi

Beberapa orang memang mungkin memiliki kebiasaan untuk menggertakkan gigi atau menggesek gigi ketika tidur. Kebiasaan ini sering terjadi pada masa anak-anak dan akan hilang saat dewasa. Namun ada juga beberapa orang dewasa yang tidak bisa menghilangkan kebiasaan buruk ini. ternyata kebiasaan menggertakkan atau menggesekkan gigi saat tidur juga bisa menjadi salah satu faktor gigi mengalami pertumbuhan yang tidak normal, seperti gigi menjadi renggang atau jarang. Penyebabnya karena susunan gigi lama kelamaan bergeser dari posisi yang seharusnya.

Itulah beberapa faktor gigi renggang yang perlu diketahui.

Sponsors Link

Cara Mengatasi

Walau gigi renggang tidak selalu menunjukkan risiko gangguan di gigi dan rongga mulut, akan tetapi, gigi yang renggang bisa meningkatkan risiko makanan mudah menempel di sela-sela gigi. Sehingga sangat disarankan untuk orang-orang dengan gigi renggang untuk membersihkan gigi dengan lebih baik lagi. Salah satunya adalah dengan memilih sikat gigi jenis interdental, atau sikat gigi yang biasanya direkomendasikan untuk orang-orang dengan perawatan behel gigi.

Selain itu, beberapa Cara Merapikan Gigi yang Renggang juga bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi gigi renggang. Di antaranya sebagai berikut.

  • Perlekatan langsung dengan komposit resin. Cara Mengatasi Gigi Jarang Ditengah tanpa behel ini adalah cara yang paling sederhana dan sangat mudah dilakukan dengan hasil yang langsung terlihat. Namun cara ini memiliki kelemahan tersendiri, yaitu perlu diulangi secara periodik sehingga hasilnya tidak permanen.
  • Manfaat Gigi Behel. Cara ini adalah cara umum yang diketahui masyarakat untuk merapikan kembali struktur gigi. Akan tetapi, cara ini membutuhkan waktu yang relatif lama untuk melihat hasilnya. Namun walau demikian, cara ini masih menjadi cara yang diminati masyarakat.
  • Veneer porselen. Cara ini akan memberikan lapisan tipis untuk membantu merapikan gigi. Namun cara ini membutuhkan keterampilan yang baik dari para teknisi.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai faktor gigi renggang dan cara mengatasinya yang perlu diketahui. Pada dasarnya gigi renggang tidak menciptakan masalah kesehatan yang berarti. Hanya saja selain membuat gigi sulit dibersihkan, gigi renggang juga mengganggu penampilan. Sehingga sebaiknya melakukan perawatan dan cara untuk mengatasinya yang sesuai dengan selera masing-masing. Semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini