Sponsors Link

Fistula Gusi – Penyebab – Gejala – Bahaya – Cara Mengobati

Sponsors Link

Pernahkan anda mengalami sakit gigi akibat gigi berlubang? Sakit gigi akibat gigi berlubang merupakan permasalahan pada kesehatan mulut yang paling sering terjadi. Dimana banyak di antara kita yang sering mengalami masalah gigi berlubang dengan berbagai macam faktor alasan. Selain rasa sakitnya yang begitu menyiksa. Pernahkan anda mendengar jika gigi berlubang berdarah dapat menyebabkan kematian?

ads

Anggapan seperti ini memang ada benarnya. Dimana jika gigi berlubang tidak ditangani secara menyeluruh. Maka akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Biasanya orang akan menganggap jika gigi berlubang sudah sembuh apabila sudah tidak menimbulkan rasa sakit lagi. Namun, kerusakan pada gigi berlubang masih bisa terus terjadi akibat infeksi yang terjadi di bagian rongga sekitar gigi hingga masuk ke dalam gusi. Dalam istilah medis, kondisi seperti ini di sebut sebagai Fistula Gusi atau Oral Fistula.

Apa Itu Fistula Gusi?

Fistula Gusi atau Oral Fistula merupakan suatu keadaan dimana terdapat rongga atau saluran bersifat abnormal yang diakibatkan adanya permukaan organ yang mengalami inflamasi atau peradangan.

Dalam kasus seperti ini, biasanya penderita fistula akan mengalami yang namanya pembengkakan di area sekitar gusi. Gusi menjadi bengkak dan menimbulkan adanya benjolan yang berisi nanah. Nanah inilah yang nantinya bisa menyebabkan infeksi lebih dalam hingga menimbulkan dampak yang lebih fatal seperti kematian dan lain sebagainya.

Penyebab Fistula Gusi

Dalam kasus gigi berlubang besar, peradangan dapat disebabkan adanya penumpukan sisa makanan yang masuk ke area gigi berlubang secara lebih mendalam. Sisa makanan akan terus menumpuk dan menyebabkan adanya kuman dan bakteri yang bersarang lebih banyak. Jika hal serupa terus terjadi, maka akan menimbulkan peradangan di sekitar Pulpitis (akar gigi) dan gusi. Gusi akan menjadi bengkak dan menimbulkan benjolan yang berisi nanah.

Infeksi akan menyebar lebih cepat karena letaknya berdekatan dengan pembuluh darah. Jika sudah masuk ke organ lain, maka penderita akan menyalami beberapa kondisi seperti infeksi tulang di sekitar wajah (Chronic Osteomyelitis), infeksi pada bagian kulit wajah (Cellulitis), dan bahkan bisa menimbulkan abses di area sekitar wajah.

Gejala Fistula Gusi

Biasanya perkembangan abses gigi berlubang akan berjalan dengan lambat. Penderita hanya akan merasakan nyeri di area sekitar gigi berlubang saja. Namun hal tersebut bisa menjadi pertanda awal jika bagian akar gigi (Pulpitis) sudah mengalami infeksi yang lebih parah. Adapun beberapa gejala yang akan dialami oleh penderita fistula gusi diantaranya sebagai berikut:

  • Terdapat rasa sakit di area sekitar gigi saat digunakan untuk mengunyah makanan
  • Terjadinya pembengkakan di area sekitar gusi yang yang berwarna merah
  • Adanya benjolan yang berisi nanah
  • Keluarnya nanah dari permukaan gusi yang diikuti dengan berkurangnya rasa sakit di area sekitar gigi.

Bahaya dan Efek Samping Fistula Gusi

Masalah fistula gusi memang tidak bisa dibiarkan begitu saja, selain menimbulkan rasa sakit ketika digunakan untuk mengunyah makanan. Tentu penyebaran infeksi akan berjalan lebih cepat ketika sudah masuk ke dalam saluran pembuluh darah. Berikut adalah bahaya dan efek samping akibat fistula gigi: 

Sponsors Link

  1. Infeksi Sinus – adalah bentuk infeksi yang terjadi di bagian sinus wajah. Kondisi seperti ini bisa terjadi apabila infeksi terjadi di bagian gigi sebelah atas yang berdekatan dengan rongga sinus. Akibatnya rongga sinus akan berisi nanah yang berasal dari gigi berlubang berdarah dan bau.
  2. Abses Otak – adalah kondisi dimana infeksi terjadi di bagian gusi yang berdekatan dengan saluran pembuluh yang berpusat ke otak. Dalam hal ini infeksi akan menyebar dengan pertumbuhan kuman yang masuk ke dalam pembuluh darah ke otak yang mengakibatkan penderita fistula mengalami koma.
  3. Bactetial Endocarditis – adalah terjadinya infeksi pada dinding ventrikel organ jantung yang disebabkan akibat infeksi bakteri yang tersebar pada jantung penderita. Kuman yang berasal dari gigi berlubang akan masuk dan terbawa bersama aliran darah melalui pembuluh darah yang akan menuju ke jantung. Jika hal tersebut sudah terjadi, maka efek samping terburuhnya adalah penderita bisa mengalami kematian.
  4. Ludwig’s Angina – adalah kondisi dimana abses terjadi di bagian mulut bagian bawah dan dapat dikatakan lebih serius dari Cellulitis Fistula. Dalam kondisi seperti ini, penderita akan mengalami pembengkakan yang menekan bagian saluran pernafasan (laring). Biasanya penderita akan mengalami sesak nafas dan bahkan bisa berujung pada kematian.

Cara Mengobati Fistula Gusi

Selain menimbulkan bahaya yang berkelanjutan, fistula menjadi penyakit gigi yang harus segera ditangani. Adapun jika penderita sudah mengalami fistula, maka beberapa cara untuk mengobatinya bisa dilakukan sebagai berikut:

  • Dengan Menyedot Nanah Pada Permukaan Gusi

Saat abses sudah menyebar, maka penderita bisa melakukan pembersihan di area sekitar rongga gigi dan gusi dengan melakukan penyedotan nanah untuk mencehag terjadinya infeksi yang lebih parah. Untuk melakukannya, anda bisa pergi ke dokter spesialis gigi langganan untuk mendapatkan perawatan terbaik dengan biaya operasi abses gigi.

Sponsors Link

  • Mencabut Gigi yang Terinfeksi

Selain melakukan pembersihan di area sekitar rongga gigi dan gusi, penderita bisa melakukan pencabutan pada gigi yang terinfeksi fistula yaitu dengan cara mencabut gigi berlubang besar. Hal tersebut untuk mencegah kerusakan yang lebih dalam dan menghindari terjadinya infeksi yang bisa masuk ke saluran pembuluh darah.

  • Mengkonsumsi Antibiotik

Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih parah. Namun, antibiotik hanya bersifat untuk mengurangi efek infeksi yang berkelanjutan dan bukan untuk menuntaskan masalah fistula gigi akibat gigi berlubang. Atau anda bisa mengkonsumsi obat gusi bengkak bernanah.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi