Fluoride: Manfaat dan Efek Sampingnya

Ketika menyikat gigi tidak lengkap rasanya jika tidak menggunakan pasta gigi. Bulu-bulu sikat pada sikat gigi memang dapat merontokkan plak-plak yang menempel di gigi, namun bulu-bulu ini tidak mampu membunuh bakteri penyebab gigi belubang, menghilangkan bau mulut serta menjaga kesehatan gigi. Di sinilah peran pasta gigi di dalam menjaga kesehatan gigi.

Di luar sana banyak sekali pasta gigi yang dapat dijadikan pilihan. Pemilihan pasta gigi tentunya juga disesuaikan dengan kebutuhannya. Tidak mungkin kita menggunakan pasta gigi dewasa untuk anak-anak. Padahal di pasaran dijual pasta gigi untuk anak 2 tahunPasta gigi untuk gigi retak juga akan berbeda dengan pasta gigi untuk gusi berdarahpasta gigi untuk ibu hamil dan pasta gigi jenis lainnya. Apapun jenis pasta gigi yang digunakan, ingatlah untuk tidak menelan pasta gigi. Karena pasta gigi yang tertelan dapat merusak kesehatan tubuh. Bahaya menelan sikat gigi disebabkan oleh kandungan zat-zat yang ada di dalam pasta gigi. Salah satunya adalah Fluoride.

Meskipun Fluoride adalah zat yang berbahaya jika tertelan, namun manfaatnya bagi gigi sangatlah besar. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai Fluoride.

Apa Itu Fluoride?

Fluoride adalah zat yang sering ditemukan pada pasta gigi. Dikutip dari wikipedia.org, Fluoride merupakan bentuk anion paling sederhana dari Fluorin dengan rumus kimia F. Dalam hal beban dan ukuran, Fluoride mirip dengan ion Hidroksida. Ion Fluoride muncul dari beberapa mineral di bumi, tepatnya Fluorite, tetapi hanya dalam kuantitas air yang sedikit. Fluoride dapat menambah rasa pahit dan membuat garam Fluoride tidak berwarna.

Manfaat Fluoride

Fluoride memiliki banyak manfaat bagi orang dewasa maupun anak-anak. Dikutip dari laman mouthhealthy.org, berikut adalah penjelasannya.

Salah satu manfaat Fluoride adalah manfaat sistemik yang berkenaan dengan pencegahan kerusakan gigi. Sebelum gigi keluar dari gusi, Fluoride yang didapat dari makanan, minuman maupun suplemen dapat memperkuat enamel gigi (bagian yang keras dari gigi), menyebabkan gigi menjadi lebih mudah dalam menahan kerusakan.

Ketika gigi mulai muncul ke permukaan, Fluoride yang ada pada pasta gigi maupun produk kesehatan gigi lainnya dapat membantu memperkuat (remineralisasi) bagian enamel gigi yang lemah dan mencegah tanda-tanda awal kerusakan gigi. Inilah yang dimaksud manfaat topikal Fluoride.

Menurut American Dental Association (ADA) yang dikutip dari medicalnewstoday.com, manfaat lain dari Fluoride adalah sebagai berikut:

  • Mengurangi kerusakan gigi 20 hingga 40 persen
  • Melindungi dari lubang gigi
  • Efektif dan aman
  • Alami

Efek Samping Fluoride

Meskipun sangat bermanfaat bagi gigi, Fluoride ternyata juga memiliki efek samping. Berikut adalah efek sampingnya yang dikutip dari medicalnewstoday.com.

1. Dental Fluorosis

Dental fluorosis dapat muncul jika selama masa kanak-kanak pada masa pertumbuhan gigi, terlalu banyak terpapar Fluoride. Akan nampak garis atau bintik berwarna putih pada enamel gigi jika hal ini terjadi. Ini mungkin tidak mempengaruhi kesehatan gigi, namun dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi.

Menyusui bayi dengan ASI atau dengan membuatkan susu formula yang bebas Fluoride dapat membantu mencegah anak terkena Fluorosis. Anak-anak di bawah 6 tahun tidak dianjurkan untuk menggunakan obat kumur yang mengandung Fluoride. Awasi terus anak Anda ketika menggosok gigi, agar Fluoride yang terkandung di dalam pasta gigi tidak ikut tertelan.

2. Skeletal Fluorosis

Skeletal fluorosis atau fluorosis tulang terjadi karena paparan Fluoride yang berlebihan. Jika dibiarkan bertahun-tahun, ini akan menyebabkan rasa nyeri dan kerusakan pada tulang dan saraf. Tulang orang yang mengalami fluorosis tulang akan mengeras dan elastisitasnya akan berkurang. Sehingga kemungkinan terjadinya patah tulang juga akan menjadi lebih besar. Jika tulang menebal dan jaringan-jaringan tulang terakumulasi, maka mobilitas saraf tulang juga bisa terganggu.

3. Masalah Tiroid

Dalam beberapa kasus, kelebihan Fluoride dapat merusak kelenjar paratiroid. Hasilnya dapat menyebabkan hiperparatiroidisme, yang berdampak pada sekresi hormon paratiroid yang tidak terkontrol. Jika hal ini terjadi, jumlah kalsium yang ada di tulang akan berkurang dan konsentrasi kalsium di dalam darah akan berada di atas normal. Rendahnya jumlah kalsium di dalam tulang dapat menyebabkan tulang mudah patah.

4. Masalah Neurologis

Pada tahun 2014, Fluoride dilaporkan sebagai neurotoksin yang dapat berbahaya bagi tumbuh kembang anak, bersama dengan 10 zat kimia lainnya seperti arsenik, toluene, and methylmercury. Selain itu, dilaporkan juga pada 2017 bahwa paparan Fluoride sebelum kelahiran dapat menyebabkan kelemahan kognitif pada bayi di kemudian hari.

5. Masalah-Masalah Lainnya

Selain masalah-masalah di atas, menurut Association of Oral Medicine and Toxicology (IAOMT), penggunaan Fluoride juga dapat menyebabkan masalah-masalah lainnya seperti:

  • Jerawat dan masalah kulit lainnya
  • Masalah kardiovaskular seperti arteriosclerosis
  • Masalah reproduksi seperti penurunan kesuburan
  • Disfungsi tiroid
  • dll.

Demikianlah penjelasan mengenai Fluoride. Fluoride memang banyak ditemukan di pasta gigi dan produk-produk kesehatan gigi lainnya. Asal digunakan secara benar, Fluoride dapat memberikan banyak manfaat bagi seseorang. Namun perlu diwaspadai juga efek samping yang mungkin muncul jika Fluoride digunakan secara berlebihan.