Sponsors Link

Gangguan Kesehatan Gigi pada Penderita HIV/AIDS

Sponsors Link

di artikel kita kali ini, kita akan membahas “Gangguan Kesehatan Gigi yang Jelas Nampak pada Penderita HIV/AIDS”, ya sobat. Seperti yang kita tau nih sobat, HIV/AIDS adalah sebuah penyakit menular yang dapat ditularkan dari penyakit kronis akibat infeksi gigi, hubungan seks, jarum suntik, tranfusi darah, tali keturunan, dan lain sebagainya.

ads

Penyakit ini terdeteksi dalam waktu yang cukup lama, tidak dapat dideteksi dalam kurun waktu yang singkat. Gejalanya pun berbagai macam. Nah di artikel kita kali ini, kita akan membahas gejala yang berkaitan dengan kesehatan gigi dam mulut. Sobat – sobat udah tau belum bagaimana sih gejala – gejalanya? Yuk check it out!

Dewasa ini AIDS yang disebabkan oleh HIV atau kependekan dari Human Immunodifeciency Virus merupakan pandemik di seluruh dunia, terutama dengan terlibatnya negara di dunia yang melaporkan adanya orang – orang yang terinfeksi HIV dan tidak melakukan vaksin untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Kemungkinan telah menyerang lebih dari sepuluh juta  pria dan wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia sudah semakin meningkat. Di Amerika Serikat hingga 1,5 juta orang diperkirakan terkena infeksi HIV, bahkan di Indonesia pun sudah mendekati ke arah angka tersebut. Serem ya sobat!

Orang yang terkena infeksi HIV sering tidak menunjukkan gejala – gejala untuk jangka waktu lama dan tidak menyadari diri sebagai yang terinfeksi atau sebagai pembawa virus dan melakukan cara gosok gigi yang merusak gigi. Sebagian besar orang yang terkena HIV, maka virus tersebut akan menetap seumur hidup dan berkembang menjadi AIDS, dengan masa inkubasi kurang lebih 8 tahun.

Beberapa di mulai dengan penyakit retrovirus self limiting tanpa gejala, kemudian diikuti masa dengan gejala, akhirnya pada tahap akhir berkembang menjadi AIDS dengan infeksi oprtunistik dan keganasan – keganasan spesifik sampai dengan kematian.

Penyebaran individu – individu yang terinfeksi HIV di seluruh dunia berbeda – beda dan berhubungan dengan penyakit akibat bertukar sikat gigi, hal ini dipengaruhi lamanya virus itu terjangkit, kebiasaan, adat istiadat, sosial ekonomi, pendidikan dan politik yang ada id suatu negara. Jumlah kasus yang banyak dan memiliki angka infeksi HIV yang tinggi adalah Afrika dan Amerika Serikat.

Umumnya ditemukan pria homo seks dan biseks. Sedangkan pada negara berkembang seperti Indonesia umumnya terkena pelacuran, rendahnya penggunaan teknik – teknik pencegahan, penyakit – penyakit kelamin, pecandu obat bius dengan suntikan intravena, dan persetubuhan melalui anus. Hampir semua penderita yang terinfeksi HIV meninggal dalam waktu dua tahun setelah diagnosa AIDS ditegakkan,

namun ada beberapa individu yang dapat bertahan lama dalam hal ini dipengaruhi oleh usia, suku bangsa, golongan beresiko, lamanya infeksi HIV, namun yang terpenting adalah karena sikap atau tingkah laku dengan merubah kebiasaan yang merugikan seperti makanan pencegah gigi berlubang, melakukan aktivitas seksual yang terlindung, dan menjauhi penyalahgunaan narkotika.

Sponsors Link

Kaitan kesehatan gigi dan mulut dengan infeksi HIV adalah bahwa  pengetahuan mengenai infeksi HIV telah menjadi syarat penting bagi profesional yang bertanggung jawab terhadap perawatan kesehatan mulut, peranan tersebut dapat dilihat dari hal sebagai berikut :

  • Individu yang terkena HIV secara aktif berkonsultasi dan mengusahakan perawatan kesehatan mulut, dan sering kali penderita atau pasien tidak menyadari dirinya dalam keadaan terinfeksi, maka sadar atau tidak sadar bahwa dirinya terkena HIV, namun perawatan harus tetap diberikan. Hal ini merupakan resiko bagi profesional di bidang kesehatan gigi dan mulut.
  • Berulang – ulang keluhan – keluhan di dalam rongga mulut merupakan tanda pertama atau gejala infeksi HIV atau bahkan AIDS. Riwayat penderita, pemeriksaan, diagnosa banding menjadi acuan penting.
  • Sering kali lesi – lesi di dalam rongga mulut yang menyertai HIV cukup mengganggu kenyamanan, sehingga perlu dirawat, dan tentunya diperlukan tenaga medis yang terlatih dalam pelayanan perawatan kesehatan gigi dan mulut.
ads
  • Menetap atau kembalinya penyakit – penyakit di dalam rongga mulut menggambarkan resistensi terhadap pengobatan dan melanjutnya penyakit secara umum.
  • Penularan penderita yang berkotnak langsung dengan tenaga kesehatan ( profesional kesehatan gigi dan mulut ), petugas dinas kesehatan menimbulkan kerisauan besar, hal ini memberi pengaruh dan oerhatian dinas kesehatan terhadap teknik pengontrolan infeksi HIV dan penyakit infeksi oportunistik dan pembiayaan.
  • Yang harus diingat oleh tenaga kesehatan gigi danmulut adalah di samping penderita HIV juga masih banyak mikroorganisme lain yang mengancam seperti virus hepatitis B dan virus dari keluarga herpes.
  • Etika dan prosedur tetap ( SOP ) dari yang berwenang, kaitannya dalam memberi pelayanan dan perawatan bagi penderita HIV. Hal ini yang menjadi dasar penting bagi pencegahan tersebarnya HIV di masyarakat.

GEJALA HIV dalam rongga mulut

Lesi di dalam mulut yang berulang – ulang berperan penting sebagai kepastian dari tanda atau gejala pertama terserang HIV, perkembangan penyakit HIV, atau penyebab disfungsi dan bahkan menimbulkan rasa sakit dan menggangu penampilan.

Karena itu mengenali, mendiagnosa, dan menanggulangi penyakit mulut yang menyertai AIDS merupakan komponen yang amat penting baik pada pelayanan bahkan pendidikan dan riset edpidemi HIV/AIDS. Dengan kurangnya daya tahan tubuh maka timbul berbagai penyakit dalam rongga mulut dan infeksi oprtunistik baik karena virus, bakteri, jamur, lesi auto imune, dan kelainan lain.

Keanekaragaman dalam bentuk lesi, frekuensi dan kapan terjadinya tidak benar – benar diketahui. Tetapi yang jelas di dukung oleh berbagai faktor yang kompleks dan bervariasi, sehingga sebagian besar dari lesi dalam rongga mulut sangat berkaitan dengan diagnosa infeksi HIV, prognosa dan mutu kehidupan dari penderita HIV.

Infeksi jamur di dalam rongga mulut yang sering merupakan pertanda dari infeksi HIV adalag infeksi jamur candidiasis, karena sering ditemukan sebagai bagian dari flora mulut pada orang yang mengidap HIV. Infeksi jamur ini menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman, halitosis atau bau mulut,

sehingga membutuhkan perawatan tertentu. Jamur ini dapat bertindak sebagai fokus infeksi bagi koloni jamur di tempat lain seperti lambung dan saluran pernafasan. Sariawan di sudut bibir atau cheilitis angularis sering menyertai infeksi jamur ini.

Infeksi lain yang muncul menyertai penderita HIV yaitu disebabkan oleh berbagai virus yaitu virus dari keluarga herpes ( simpleks, zoster ). Hal ini juga sering terlihat plak putih di mukosa lidah, mukosa bukal, orofaring dan dasar mulut ( hairy leukoplakia ). Tanda lain di mulut adalah adanya stomatis apthosa atau sariawan.

Nah sekian, artikel tentang “Gangguan Kesehatan Gigi yang Jelas Nampak pada Penderita HIV/AIDS”. Salam sehat! Terima kasih

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi