Sponsors Link

5 Gejala Anodontia yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Anodontia, kadang-kadang disebut sebagai gigi yang hilang secara kongenital, adalah kondisi genetik langka yang menyebabkan Anda tidak memiliki gigi. Ini berbeda dengan kehilangan gigi karena cedera atau masalah gigi.  Anodontia dapat mempengaruhi gigi susu dan gigi sulung seperti kelainan gigi geligi.

ads

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin memiliki anodontia parsial, yang berarti Anda memiliki beberapa, tetapi tidak semua, gigi Anda seperti kelainan gigi susu. Anodontia parsial biasanya dikategorikan sebagai salah satu dari yang berikut, tergantung pada berapa banyak gigi yang Anda miliki:

  • Hypodontia : Istilah ini digunakan ketika satu hingga enam gigi permanen hilang.
  • Oligodontia : Istilah ini digunakan ketika lebih dari enam (tetapi tidak semua) gigi permanen hilang.

Gejala Anodontia

Ada beberapa gejala anodontia yang wajib anda ketahui agar bisa melakukan penanganan selanjutnya, yaitu:

1. Tidak Ada Pertanda Pertumbuhan Gigi Susu

Balita yang masih dalam masa pertumbuhan cenderung akan meperlihatkan beberapa ciri-ciri dari pertumbuhannya. Tidak terkecuali pertuumbuhan gigi susu seperti kelainan gigi pada kelinci. Namun pada kasus anodontia, salahs atu gejala anodontia adalah balita yang tidak ada nampak tanda-tanda untuk pertumbuhan gigi susunya, walaupun sudah mencapai umur 10 bulan lebih. Jika gejala ini terjadi pada anak anda maka cobalah langsung memerikasakan kepada dokter yang bersangkutan agar bisa mengetahui apakah anaka anda masih nornal atau mengidap masalah anodontia.

Anodontia memang salah satu penyakit bawaan yang termasuk jarang dan tidak sering di dapatkan oleh banyak orang. Namun, jiaka anda atau balita anda mengalami masalah ini, maka tidak akan ada cikal bakal gigi yang terbentuk di gusi anda. Ini berarti and amemerlukan penanganan medis untuk mengatasinya. Karena tidak memiliki gigi akan menyebabkan beberapa hal yang termasuk masasalah berat, bukan?

2. Tidak Ada Benih Gigi

Ya, seperti yang dijelaskan sebelumnya, penyakit ini akan emnyebabkan penderitanya tidak memiliki benih gigi. Dimana akan diperlukan pemeriksaan medis berupa radiografik panoramik agar bisa mendeteksi gejala anoditia oligodontia dan hipodontia. Pemeriksaan ini akan menghasilkan diagnosisi sapakah anak tersebut masih memiliki gusi yang bisa menghasilkan bakal gigi atau tidak. Karena gigi yang tidak tumbuh selama setahun pada bayi adalah masalah yang tidak normal dan wajib diperiksakan.

2. Tidak Ada Pertumbuha Gigi Geraham

Ketika menginjak usia 2 tahunan biasanya balita akan meiliki gigi seri dan geraham, namun pada penderita kasus ini, mereka tidak akan memiliki jenis gigi tersebut. Waluapun ini akan menjadi kasusu yang menyulitkan dimana mereka akan terganggu dengan banyak hal akibat tidak adanya pertumbuhan gigi seperti kelainan gigi akibat pertumbuhan dan perkembangan.

3. Rambut Menipis

Balita yang memiliki riwayat penyakit ini akan cenderung memiliki rambut yang sangta tipis dan bahkan tidak memiliki rambut sama sekali. Ini merupakan tanda lain dari penjabaran penyakit. 

Sponsors Link

4. Penuaan Dini

Penderita yang mengalami maslaah ini akan cenderung menua lebih cepat dan wajahnya akan terlihat cepat tua jka dibandingkan dengan umurnya.

5. Gigi Premolar Tidak Tumbuh

Ya, gejala lain adalah tidak adanya pertumbuhan gigi premolar yang seharusnya akan tumbuh pada bayi yang telah berusia lebih dari 5 tahun.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi