Sponsors Link

5 Gejala Geminasi yang Jarang Diketahui

Sponsors Link

Sebagian besar orang di dunia pernah mengalami penyakit gigi yang umum seperti radang gusi. Penyebabnya adalah karena infeksi virus maupun bakteri. Sebagian lainnya mungkin mengalami penyakit gigi langka yang disebabkan oleh kelainan. Contoh kelainan yang mungkin diderita oleh sebagian kecil orang di dunia adalah hiperdontia, anodontia dan geminasi.

ads

Hiperdontia adalah kondisi munculnya gigi tambahan di tempat yang tidak seharusnya. Salah satu gejala hiperdontia yaitu susunan gigi yang terlihat sesak. Berbeda dengan hiperdontia, anodontia adalah kondisi ketika  gigi-gigi yang seharusnya berada di rahang seluruhnya menghilang. Belum ditemukan cara mengatasi anodontia yang tepat. Tetapi pasien dapat menggunakan gigi palsu untuk menggantikan gigi-gigi yang hilang. Halogigi telah membahas lebih lanjut mengenai hiperdontia dan anodontia. Pada kesempatan kali ini, halogigi akan mencoba menjelaskan mengenai kelainan gigi geminasi serta Gejala Geminasi.

Apa Itu Geminasi?

Geminasi menurut laman wikipedia.org adalah kondisi ketika dua gigi muncul bersamaan dari satu tooth bud, dampaknya pasien akan memiliki gigi tambahan. Lain halnya dengan fenomena gigi bergabung (fusion), yang gabungan antara dua gigi dapat menyebabkan pasien kehilangan satu gigi lainnya. Geminasi lebih sering terjadi pada gigi bagian atas. Sedangkan fusion lebih sering terjadi pada gigi bagian bawah. Umumnya geminasi dan fusion terjadi pada gigi susu. Namun tidak menutup kemungkinan fenomena ini juga terjadi pada gigi tetap.

Geminasi dan fusion dapat menyebabkan masalah pada penderitanya, seperti susunan gigi yang penuh sesak, jarak antara gigi satu dan lainnya yang tidak normal dan masalah yang berhubungan dengan terhambatnya pertumbuhan gigi tetap. Dokter gigi anak Anda perlu mengawasi kondisi gigi anak untuk memastikan gigi tetap dapat tumbuh dengan normal. Jika penghambatnya adalah gigi ganda ini, maka langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mencabutnya.

Penyebab Geminasi

Penyebab utama geminasi sbenarnya belum diketahui. Namun berikut adalah faktor-faktor menurut dentagama.com yang kemungkinan menjadi penyebab terjadinya geminasi.

  • Kekurangan vitamin
  • Ketidakteraturan hormon
  • Segala jenis infeksi atau peradangan yang terjadi di sekitar tooth bud pada masa pertumbuhan gigi
  • Banyak mengkonsumsi obat
  • Penyakit turunan
  • Terapi radiasi yang menyebabkan luka pada benih gigi yang mau tumbuh.

Gejala Geminasi

Geminasi adalah fenomena yang dapat diamati dengan mata telanjang. Jika Anda melihat dua gigi yang berdempetan karena tumbuh dari satu tooth bud yang sama, maka dapat dipastikan terjadi geminasi. Apabila terjadi keraguan terhadap kondisi gigi tersebut, Anda dapat mengamati kondisi yang terjadi sebagai komplikasi dari geminasi. Dikutip dari dentagama.com, berikut adalah komplikasinya.

  1. Struktur gigi yang tidak teratur karena geminasi dapat menyebabkan kesulitan mengunyah dan luka di sekitar struktur tersebut
  2. Ukuran mahkota gigi yang besar pada gigi yang mengalami geminasi dapat membuat jarak antara gigi satu dengan yang lainnya menjadi terganggu
  3. Kemunculan gigi-gigi disekitarnya dapat terganggu
  4. Tanda lekukan yang muncul di antara dua mahkota gigi yang berdempetan pada gigi yang mengalami geminasi dapat menjadi celah bagi plak dan sisa makanan untuk menempel. Sehingga gigi lebih mudah terkena karies gigi
  5. Kesehatan periodontal juga menjadi taruhannya karena akumulasi plak.
Sponsors Link

Cara Mengatasi Geminasi Gigi

Jika gigi yang mengalami geminasi adalah gigi susu, maka gigi akan tanggal dengan sendirinya. Namun jika tidak tanggal juga, prosedur cabut gigi perlu diterapkan. Dikutip dari healthrow.net, prosedur pencabutan gigi yang mengalami geminasi dapat menggunakan terapi ortodontik yang umum. Jika ketebalan gigi yang mengalami geminasi atau fusion tidak terlalu besar, maka gigi tidak perlu dicabut. Pada beberapa kasus, mahkota gigi yang mengalami geminasi dapat dibentuk ulang hingga mendapatkan ukuran yang sesuai.

Cara lain yang dapat diterapkan menurut dentagama.com adalah sebagai berikut.

  • Menjalankan terapi endodontik untuk memisahkan dua mahkota gigi yang menempel dengan jalan operasi
  • Jika gigi yang mengalami geminasi sangat bandel dan terapi endodontik nampaknya tidak dapat dilakukan, maka melakukan pencabutan gigi dan menggantinya dengan gigi palsu atau dengan memasang tooth bridge dapat menjadi pilihan
Sponsors Link

  • Jika pasien sama sekali tidak ingin menjalani salah satu dari yang telah disebutkan di atas, maka dokter gigi akan menganjurkan kepada pasien tersebut untuk menjaga kesehatan giginya dengan ketat. Agar plak dan bakteri tidak dapat berakumulasi di celah kedua mahkota gigi. Dianjurkan untuk menggosok gigi dua kali sehari disertai dengan menggunakan obat kumur untuk menghindari penumpukkan plak di daerah gigi yang mengalami geminasi.

Demikianlah penjelasan mengenai Gejala Geminasi. Geminasi lebih sering terjadi pada gigi susu anak Anda. Meskipun gigi susu anak Anda dapat tanggal dengan sendirinya, Anda tetap harus mengawasi pertumbuhan gigi anak. Karena pada beberapa kasus, gigi yang mengalami geminasi tidak dapat tanggal dengan sendirinya. Sehingga perlu dilakukan prosedur cabut gigi yang tepat.

Sponsors Link
, , ,
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini