Sponsors Link

Gigi Bengkak Berdarah Pada Anak: Penyebab dan Gejalanya

Sponsors Link

Anak-anak punya kebiasaan memakan makanan manis seperti cokelat, permen dan yang lainnya. Wajar-wajar saja jika anak Anda memiliki kebiasaan memakan makanan tersebut. Namun orang tua tetap harus mengawasi perilaku anaknya ini. Jangan sampai kebiasaan anak mengkonsumsi makanan manis ini malah berdampak pada kesehatan giginya. Gigi berlubang tembus gusi adalah salah satu dampaknya. Selain itu, gigi berlubang dan berdarah kemungkinan juga bisa terjadi.

ads

Sebenarnya terlalu banyak makan makanan manis bukanlah satu-satunya penyebab gigi berlubang pada anak. Infeksi bakteri juga bisa menjadi salah satu faktornya. Bahkan infeksi bakteri mampu membuat Gigi Bengkak Berdarah Pada Anak. Meskipun gusi berdarah pada bayi 8 bulan sebenarnya adalah hal yang wajar karena sebagai tanda awal tumbuh gigi, tetap saja jika Gigi Bengkak Berdarah Pada Anak terjadi akan tetap mengkhawatirkan.

Penyebab Gigi Bengkak Berdarah Pada Anak

Dilansir dari laman dentaltownsmiles.com, penyebab gigi anak bengkak dan berdarah kemungkinan adalah karena infeksi gigi (dental infection) atau abses gigi (tooth abscess). Abses gigi adalah kondisi ketika terdapat tumpukkan cairan (nanah) di dalam gigi. Cairan ini terbentuk akibat reaksi gigi saat melawan infeksi.

Seringkali area yang terinfeksi terlihat normal-normal saja. Namun hal ini akan sangat menyakitkan, karena cairan yang ada di dalam tulang dapat menciptakan tekanan pemicu rasa nyeri. Area yang terinfeksi cenderung lebih lembut dan kelihatan seperti jerawat yang timbul pada permukaan gusi. Jika Anda menekan jerawat pada gusi ini, maka cairan yang ada di dalamnya akan keluar.

Beberapa orang mungkin penasaran, bagaimana caranya bakteri bisa masuk ke gigi? Bakteri umumnya dapat masuk ke dalam gigi melalui lubang-lubang kecil (cavity) pada gigi. Cavity adalah area kerusakan gigi yang ada di area tertentu yang dapat berkembang menjadi lubang besar. Penyebabnya bisa karena faktor buruknya kesehatan gigi dan makanan yang dikonsumsi. Lain halnya dengan retak di gigi yang dapat ditimbulkan oleh trauma suatu luka atau karena pekerjaan dokter gigi sebelumnya.

Abses gigi juga dapat disebabkan oleh gingivitis atau penyakit gusi. Namun masalah mulut ini biasanya dialami oleh orang dewasa.

Pada anak-anak, abses gigi lebih sering disebabkan oleh bakteri yang masuk dari gigi yang rusak. Gigi yang rusak nantinya akan menciptakan lubang-lubang kecil pada gigi. Jika hal ini tidak segera ditangani, maka infeksi bakteri akan mudah terjadi.

Ketika infeksi menyebar, maka cairan akan berkumpul dan akhirnya akan membuat area yang terinfeksi menjadi sensitif dan nyeri. Satu hal yang perlu kita sadari yaitu jika bengkak atau jerawat pada gusi hilang bukan berarti infeksinya juga hilang. Jika pulp yang ada di akar gigi mati, rasa nyeri mungkin akan berkurang, namun infeksi bakteri tetap ada dan akan terus menyebar serta menghancurkan jaringan. Kantung cairan yang ada di dalam gusi mungkin akan pecah atau menyusut dengan sendirinya, tetapi ini bukan berarti infeksinya telah sembuh.

Gejala-Gejala Infeksi Gigi

Ada beberapa gejala yang dapat diamati ketika infeksi gigi terjadi, yaitu:

1. Warna Gigi Menjadi Lebih Gelap

Warna gigi yang terinfeksi akan berubah menjadi lebih gelap jika dibandingkan dengan warna gigi di sekitarnya.

Sponsors Link

2. Lebih Sensitif dan Nyeri Ketika Mengunyah

Gigi yang terinfeksi akan lebih sensitif ketika sedang mengunyah ataupun menggigit makanan.

3. Gusi yang Bengkak dan Memerah dan/atau Leher atau Rahang yang Membengkak

Amatilah warna gusi anak Anda. Warna gusi yang normal umumnya adalah merah muda dan coraknya akan sama di seluruh mulut. Jika terdapat area berwarna merah yang berada di bawah gigi, maka infeksi dapat menjadi penyebabnya. Begitu infeksinya menyebar, leher serta rahang anak Anda juga bisa menjadi bengkak.

Sponsors Link

4. Rasa Pahit di Dalam Mulut dan Nafas Bau

Jika anak Anda memiliki nafas yang bau disertai dengan sakit gigi, penyebabnya bisa jadi karena infeksi gigi. Terkadang memang rasa pahit dan nafas bau itu wajar saja terjadi. Namun jika hal ini terus-menerus terjadi, maka bisa jadi ada masalah lain yang melatarbelakanginya.

Demikianlah penjelasan mengenai Gigi Bengkak Berdarah Pada Anak. Langkah tepat yang dapat dilakukan orang tua jika mengetahui anaknya mengalami abses gigi adalah dengan membawanya ke dokter gigi. Biasanya dokter gigi akan mengempeskan kantung cairan yang ada pada gigi yang terinfeksi lalu meresepkan antibiotik kepada anak. Pada kasus tertentu, dokter gigi mungkin akan perlu mencabut gigi. Jika gigi anak adalah gigi susu, mungkin hal ini tidak akan jadi masalah karena gigi tetap anak masih dapat tumbuh. Lain halnya jika gigi anak sudah menjadi gigi tetap. Dokter gigi biasanya akan melakukan root canal untuk membersihkan bagian yang terinfeksi atau pilihan terakhirnya adalah dengan mencabut gigi yang terinfeksi.

Sponsors Link
, , ,