Gigi Berdarah Terus – Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasi

Kesehatan tubuh dapat juga digambarkan pada kondisi gigi dan mulut yang sehat, gigi merupakan salah satu alat yang berada pada tahap pertama dalam mencerna makanan yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi. Fungsi gigi sebagai pencacah makanan sesuai dengan bentuk dan tekstur gigi yang keras. Walaupun demikian gigi juga dapat mengalami beberapa masalah seperti keluarnya darah dari gigi baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Gigi berdarah terus dapat disebabkan oleh beberapa hal salah satunya dapat dipengaruhi oleh kesehatan gusi.

Gusi yang merupakan bagian dalam mulut memiliki beberapa peranan penting seperti untuk menompang gigi agar dapat berdiri dengan kokoh, melindungi sarah dan peradaran darah yang berada di bawah gigi serta melapisi tulang rahang atas dan juga bawah. Gigi berdarah dapat terjadi akibat adanya beberapa masalah pada gusi seperti terjadinya peradangan, gingivitis, peradangan ini biasanya disebut sebagai periodontitis yang mana adanya celah antara gigi dan gusi. Peragangan pada gusi ini dapat menimbulkan beberapa dampak seperti gigi yang terasa nyeri, gusi bengkak tapi tidak sakit dan keluarnya darah dari gigi secara terus menerus.

Sebenarnya terdapat kemungkinan penyebab lainnya dari gigi berdarah terus seperti terdapatnya gigi berlubang besar akibat gigi yang telah rusak hingga timbulnya daging dalam gigi dan gigi mengalami benturan keras. Pada kasus gigi berlubang, infeksi bakteri dapat menyebabkan gigi menjadi lebih mudah berdarah sehingga disertai dengan bengkaknya gusi dan nyeri.

Karena terdapat pengaruh yang besar gusi terhadap keluarnya darah pada gigi, maka terdapat beberapa penyebab lainnya yang dapat mempengaruhi keluarnya darah dari gigi secara terus menerus.

  • Tidak menjaga kebersihan gigi dapat membuat bakteri dengan mudah menepel dan menetap pada lapisan gigi sehingga gigi menjadi lebih mudah berlubang.
  • Penumpukan sisa makanan dari gigi yang tidak dibersihkan dapat membuat gigi mengalam plak dan jug karang gigi sehingga mengganggu kesehatan gusi dan gigi.
  • Gusi bengkak akibat luka juga dapat membuat gigi menjadi lebih mudah berdarah.
  • Tubuh menderita penyakit yang dapat berpengaruh kepada kesehatan gigi seperti penyakit diabetes, AIDS dan penyakit autoimiun.
  • Kekurangan gizi dapat membuat gusi dan gigi menjadi lebih mudah berdarah, salah satu asupan yang sangan berpengaruh terhadap darah yaitu zat besi dan berbagai jenis vitamin lainnya seperti jenis vitamin K dan Vitamin C yang dapat menjaga pembuluh darah dan membantu produksi darah yang berkualitas.
  • Dampak buruk dari merokok dalam jangka waktu yang lama tak hanya terjadi para kesehatan saluran pernafasan dan paur-paru saja namun juga pada gigi. Pada perokok aktif cenderung lebih mudah untuk mengalami kerusakan pada giginya seperti warna gigi yang berubah menjadi kuning dan mengkeroposnya lapisan gigi secara dini.
  • Gusi mengalami trauma akibat sebuat kecelakaan atau insiden yang melibatkan gigi dan gusi secara langsung.
  • Penggunaan kawat gigi adakalanya dapat melukai gigi dan gusi sehingga mengeluarkan darah.
  • Ketidakseimbangan hormon juga dapat memicu gigi dan gusi mengeluarkan darah. Biasanya hal ini terjadi pada saat mengalami masa pubertas dan pada ibu hamil.
  • Stress akibat tekanan juga dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan gusi.

Gusi dan gigi berdarah terus dapat diatasi dengan beberapa cara penanganan seperti :

  • Selalu menjaga kebersihan gigi sehabis makan atau sebelum tidur dengan kata lain membersihkan gigi minimal 2 kali sehari.
  • Pilih bulu sikat yang lembut dan dapat membersihkan gigi secara maksimal. Pada penggunaan sikat gigi yang terlalu keras dapat melukai gusi dan juga gigi sehingga lebih mudah berdarah saat menggosok gigi.
  • Tidak mengkonsumsi rokok, rokok seperti yang diketahui sebelumnya dapat sangat merusak kesehatan tubuh walaupun banyak beranggapan dapat menikmati sensasi dari menghisap rokok. Hindari rokok untuk menjaga gigi dan gusi agar selalu sehat.
  • Menggunakan manfaat antiseptik berupa obat kumur dalam membersihkan gigi.
  • Hindari makanan yang bertekstur terlalu keras karena dapat merusak lapisan gigi.
  • Hindari makanan dingin maupun panas pada gigi yang sensitif karena dapat mempengaruhi saraf gigi.

Berbagai jenis obat guna mengatasi gigi berdarah terus telah banyak beradar di pasaran dan dapat dengan mudah dikonsumsi untuk menghentikan pendarahan tersebut. Pada kasus gigi berlubang yang dapat membuat gigi mengelurkan darah dapat terjadi akibat mencongkel terlalu dalam sehingga membus hingga ke pembuluh darah. Gigi yang berlubang ada baiknya untuk diwaspadai lagi karena apabila gigi berlubang tersebut mendapatkan gangguan seperti infeksi maka saraf sensitif yang terdapat di bawa gigi akan menimbulkan beberap dampak yang cukup serius.

Saraf-saraf tersebut saling terhubung dengan bagian tubuh lainnya sehingga ketika gigi merasakan sakit maka bagian lainnya juga akan ikut merasakannya, seperti timbulnya nyeri pada otot leher dan juga sakit kepala yang terus berdenyut serta pada beberapa kasus dapat menyebabkan penyakit mulut pada anak.