Sponsors Link

Usia Berapa Gigi Ompong Saat Lansia Mulai Terjadi?

Sponsors Link

Tidak bisa dipungkiri jika gigi mempunyai banyak peran penting untuk kesehatan tubuh manusia secara menyeluruh. Akan tetapi dengan semakin bertambahnya usia, maka umumnya lansia atau orang lanjut usia akan lebih rentan terhadap berbagai masalah gigi serta mulut termasuk gigi ompong. Lalu, mulai usia berapa sebenarnya gigi ompong saat lansia mulai terjadi dan apakah ada cara terbaik untuk mencegah hal tersebut terlalu cepat terjadi?, berikut penjelasannya untuk anda.

ads

Kapan Gigi Lansia Mulai Ompong?

Ada banyak masalah gigi yang terjadi ketika lansia. Akan tetapi tidak selalu penyebab gigi ompong saat lansia terjadi terlalu cepat sebab tidak ada patokan usia pasti kapan ompong mulai terjadi sebab sebenarnya gigi bukan merupakan organ mati seperti rambut yang bisa rontok dengan sendirinya ketika usia mulai bertambah.

Inilah sebabnya anggapan jika gigi ompong saat lansia normal terjadi merupakan hal yang normal sebab gigi tanggal di usia muda juga bisa saja terjadi. Apabila gigi dirawat dengan baik sejak kecil, gigi sebenarnya bisa bertahan seumur hidup. Gigi mempunyai peran penting untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh bahkan juga ikut menjadi penentu kemungkinan seseorang memiliki umur panjang. Untuk itu, jika anak tidak merawat gigi sejak dini, maka masalah gigi ompong bisa terjadi pada usia berapa pun tidak memandang usia.

Untuk itu hal penting yang harus diingat adalah usia bukan menjadi faktor penentu kapan seseorang mulai kehilangan gigi. Dalam banyak kasus, sebenarnya ada beberapa penyebab gigi ompong yang harus diwaspadai, seperti:

  1. Trauma

Benturan keras atau pukulan yang terjadi di sekitar mulut bisa mengakibatkan gigi copot. Meski benturan yang terjadi tidak langsung membuat gigi copot, namun benturan tersebut tetap bisa menyebabkan kerusakan gigi serius yang semakin lama membuat gigi ompong atau harus dicabut.

  1. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab gigi ompong di usia tua. Kondisi medis yang bisa meningkatkan risiko gigi copot dan jenis jenis penyakit gigi diantaranya adalah osteomielitis, diabetes, tekanan darah tinggi atau hipertensi, rematik dan juga penyakit autoimun.

  1. Penyakit Gusi

Penyakit gusi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan periodontitis adalah salah satu penyebab paling utama dari gigi lansia yang mudah copot. Pada lansia, plak gigi bisa terbentuk dengan sangat cepat khususnya jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik. Ini tidak hanya bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, namun juga bisa mengakibatkan penyakit gusi yang akhirnya juga menyebabkan gigi lansia mudah copot. 

Sponsors Link

Pencegahan Gigi Ompong Usia Tua

Agar masalah gigi copot untuk lansia bisa dicegah sejak dini, ada beberapa hal yang sebenarnya bisa dengan mudah dilakukan, seperti:

  • Sikat gigi dengan teratur setidaknya dua kali sehari yakni saat bangun tidur dan sebelum tidur memakai pasta gigi mengandung fluoride dan menggunakan cara menyikat gigi dengan benar.
  • Jangan menyikat gigi terlalu kasar dan keras sebab bisa membuat gusi menjadi robek serta mengikis enamel gigi yang memang relatif tipis sehingga bisa menyebabkan gigi menjadi sensitif.
  • Lakukan flossing gigi setidaknya satu kali sehari yang tidak hanya ampuh untuk mengangkat plak namun juga sisa makanan yang masih terselip di sela gigi. Flossing gigi juga baik dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit gigi serta bau mulut yang terjadi karena plak di sepanjang garis gusi sehingga flossing gigi sebaiknya dilakukan sebelum menggosok gigi.
  • Kurangi makanan manis meski memang tidak harus dihentikan sama sekali dan hanya harus dibatasi untuk menjaga kesehatan gigi dan juga mulut.
  • Kumur dengan obat kumur mengandung antiseptik sebanyak satu sampai dua kali sehari. Dari American Dental Association mengatakan jika obat kumur mengandung antiseptik dan antibakteri yang bisa mengurangi bakteri penyebab plak dan penyakit gusi.
  • Hentikan kebiasaan buruk seperti merokok karena tembakau tidak hanya bisa menyebabkan gigi kuning dan bibir menghitam, namun juga meningkatkan risiko penyakit gusi, pengaruh rokok pada gigi seperti masalah gigi ompong dan bahkan hingga kanker mulut.
  • Secara rutin berkonsultasi dengan dokter sekitar 6 bulan sekali untuk membersihkan dan memeriksa gigi secara menyeluruh.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi