Sponsors Link

Gigi Retak dan Ngilu : Penyebab, Pengobatan dan Pencegahannya

Sponsors Link

struktur gigi dan fungsinya adalah salah satu bagian dari tubuh manusia yang terkuat yang berfungsi sebagai alat oral (makan dan minum) dan estetika (keindahan). Walaupun begitu, gigi tetap saja bisa mengalami penyakit atau rusak, misalnya gigi berlubang, plak gigi, gigi retak, penyebab gigi sensitif, dll. Pada artikel kali ini akan dibahas secara lengkap mengenai salah satu kerusakan pada gigi yaitu gigi retak dan ngilu (cracked tooth), masalah kesehatan pada gigi ini perlu ditangani agar tidak berlanjut menjadi sakit yang lebih parah. Berikut penjelasannya secara lengkap :

ads

Gejala Umum Gigi Retak dan Ngilu

Umumnya gigi retak dan ngilu terjadi pada gigi geraham bawah dan paling sering menyerang mereka yang berumur 30 sd 50 tahun akibat pengaruh faktor gaya hidup. Akhirnya gigi geraham goyang sakit karena adanya retakan.

  • Gigi sering terasa ngilu padahal terlihat bagus, utuh, dan tanpa lubang. Umumnya orang tidak memahami dan menganggap sebagai gigi sensitif yang umum sebab tidak terlihat adanya kerusakan. penyebab gigi ngilu seperti ini sering disepelekan.
  • Ngilu atau rasa sakit terjadi ketika menggigit makanan. Hal ini terjadi karena ketika menggigit makanan celah celah retak pada gigi terbuka sehingga menimbulkan nyeri.
  • Gigi sensitif terhadap makanan manis, panas, dan dingin. Gigi akan terasa sangat ngilu ketika makan makanan manis, makanan yang terllau panas, atau terlalu dingin.
  • Rasa ngilu tidak terjadi setiap saat atau tidak secara terus menerus. Rasa ngilu umumnya hanya terjadi ketik makan dan tidak terasa ketika gigi tidak melakukan aktifitas sehingga jarang disadari bahwa gejala tersebut adalah retak pada gigi.
  • penyebab gusi bengkak pada gigi berlubang terjadi karena celah celah pada retak gigi mudah dimasuki oleh bakteri dan bakteri tersebut masuk hingga gigi bagian dalam dan menimbulkan infeksi yang ditandai oleh bengkak dan radang tersebut.

Penyebab Gigi Retak dan Ngilu

Penyebab keretakan gigi ada berbagai macam, diantaranya ialah sebagai berikut :

  • Kebiasaan menggigit benda keras, misalnya membuka tutup botol dengan gigi.
  • Kebiasan menggertakkan gigi, misalnya ketika dalam kondisi ketakutan, cuaca dingin, atau ketika tidur.
  • Mengunyah makanan yang keras, seperti es batu, kacang, daging yang keras
  • Sering makan makanan manis, hal ini terjadi jika tidak diimbangi dengan menjaga kebersihan gigi secara maksimal.
  • Kecelakaan, trauma yang menimbulkan benturan atau pukulan keras pada gigi.
  • Tekanan berlebih pada gigi, misalnya posisi meletakkan tangan di dagu dalam jangka waktu lama hingga menekan gigi secara langsung.
  • Paparan pada lapisan terluar gigi, karena makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Kerusakan pada struktur gigi, misalnya gigi melemah karena tindakan bleaching gigi.
Sponsors Link

Dampak Gigi Retak dan Ngilu

Berikut ini terdapat beberapa dampak gigi yang retak terhadap kesehatan gigi secara keseluruhan. Yuk simak penjelasannya di bawah ini :

  • Gigi menjadi sensitif terhadap makanan panas maupun dingin sebab keretakan gigi merusak jaringan halus pada gigi yang berisi syaraf syaraf dan pembuluh darah gigi. Tekanan terasa ketika anda mengunyah sebab membuka retakan tersebut, ketika berhenti mengunyah tekanan terasa menghilang namunberubah menjadi rasa ngilu karena tertutupnya retakan.
  • Menyebabkan infeksi, sebabnya ialah seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya tentang gejala retak gigi yaitu karena bakteri mudah masuk melalui celah celah retak (garis halus) dan menimbulkan infeksi bagian dalam gigi seperti infeksi pada akar gigi, gusi bengkak, dll. Jika hal itu terjadi maka gigi harus dicabut. Sebab infeksi yang tidak dihilangkan akan menimbulkan rasa sakit dan beresiko menyebar pada area di sekitarnya.
  • Kesulitan mengunyah atau menggigit makanan. Hal ini terjadi karena gigi terasa ngilu saat mengunyah makanan sehingga menyebabkan orang yang mengalami retak gigi kesulitan makan dengan nyaman.
ads

Diagnosis gigi retak sulit dilakukan sebab biasanya keretakan sangat halus sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, umumnya dokter akan melihat dari riwayat sakit pasien disertai dengan scan atau pengambilan gambar secara tiga dimensi. Untuk mengatasi gigi

Pengobatan Gigi Retak dan Ngilu

Pengobatan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, wajib diobati oleh dokter gigi yang berkompeten sebab sakit yang ditimbulkan dapat terjadi dalam jangka waktu lama dan dapat mengganggu dalam menjalankan aktivitas sehari hari. Berikut metode pengobatan gigi retak yang dilakukan oleh dokter gigi :

1. Mahkota Gigi

Yaitu tindakan menempatkan mahkota gigi di atas gigi yang rusak, dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

  • Sebelumnya akan dilakukan X-ray untuk memastikan letak keretakan gigi dan melihat kekuatan akar serta tulang gigi.
  • Diberikan obat bius untuk mmebuat ruang untuk mahkota gigi.
  • Mahkota dilebur dengan logam agar lebih tahan lama dan direkatkan pada gigi.

Tindakan ini dilakukan secara bertahap dan membutuhkan lebih dari satu kunjungan, dilakukan pada keretakan gigi yang cukup ringan yaitu pada permukaan gigi. Selain itu ada yang mengambil solusi gigi retak bisa ditambal, untuk proses sementara saja. Agar rasa ngilunya minimal bisa berkurang.

2. Veneers Gigi

Tindakan ini hampir sama dengan mahota gigi, hanya saja lapisan dibuat dengan menggunakan cairan khusus yang mudah menempel pada gigi. Cairan tersebut nantinya akan berfungsi sebagai perekat dan dapat digunakan secara permanen. Jika anda ingin melakukannya sendiri, maka pahami terlebih dahulu cara memasang veneer gigi sendiri yang baik dan benar ya sobat.

3. Tambal atau Ikatan Gigi

Tindakan ini dilakukan dengan menggunaan gel yang akan membentuk ikatan pada permukaan gigi, tindakan ini lebih alami, tidak membutuhkan bius lokal dan hasilnya pun tidak terlihat dengan kasat mata sebab dibentuk sealami mungkin sehingga gigi terlihat sehat kembali seperti sedia kala seperti sebelum retak.

4. Root Canal

Yaitu perawatan saluran akar gigi dengan cara bedah gigi. Tindakan ini dilakukan jika keretakan terjadi hingga syaraf gigi tetapi fungsi dasar dari gigi tersebut masih dapat berjalan. Sebelumnya dokter akan melakukan pengobatan pada syaraf gigi terlebih dahulu hingga semua syaraf gigi pulih seperti sedia kala dan bebas dari infeksi. Selanjutnya akan dilakukan tindakan berupa bedah gigi.

5. Cabut Gigi

Dilakukan jika keretakan telah mencapai akar atau bahkan gigi telah terbelah, gigi harus dicabut kemudian diganti dengan implan gigi atau gigi palsu. Setelah tindakan biasanya dokter akan memberikan konseling agar perawatan berjalan maksimal dan mencegah timbulnya keretakan gigi di kemudian hari.

Demikian artikel mengenai gigi retak dan ngilu, untuk mencegahnya anda sebaiknya menghindari penyebab nya seperti yang telah dijelaskan sebab jika sudah telanjur terjadi retak pada gigi membutuhkan pengobatan khusus yang tentunya membutuhkan biaya. Mencegah tentu lebih baik dari mengobati. Sampai jumpa di lain kesempatan ya sobat. Terima kasih sudah berkunjung.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi