Sponsors Link

Diagnosis Gigi Terkelupas – Gejala dan Penyebabnya

Sponsors Link

Enamel gigi atau penutup gigi yang kuat merupakan salah satu zat terkuat yang ada di dalam tubuh namun tetap memiliki batas. Pukulan terlalu kuat atau keausan berlebihan yang bisa membuat gigi berderak akan menyebabkan permukaan gigi jadi bergerigi, tajam, lunak atau ternoda serta gigi yang mengelupas. Lalu, apa sebenarnya gigi terkelupas tersebut?, berikut akan kami berikan penjelasan lengkap dengan gejala, penyebab dan lain sebagainya.

ads

Penyebab Gigi Terkelupas

Gigi terkelupas merupakan salah satu masalah gigi yang bisa terjadi karena banyak hal, seperti:

  • Menggigit zat yang keras seperti permen keras atau es batu.
  • Jatuh atau mengalami kecelakaan kendaraan.
  • Melakukan olahraga kontak tanpa dilengkapi pelindung mulut.

Sedangkan beberapa hal yang bisa mengurangi kekuatan gigi diantaranya adalah:

  • Gerinda gigi yang bisa merusak enamel.
  • Kerusakan gigi dan gigi berlubang yang menggerogoti email gigi.
  • Tambalan besar.
  • Mengkonsumsi makanan penghasil asam seperti kopi, jus buah dan makanan pedas yang bisa merusak email serta menyebabkan permukaan gigi terbuka.
  • Asam lambung atau mulas yang merupakan masalah pencernaan dan bisa membawa asam lambung naik ke mulut kemudian merusak email gigi.
  • Gangguan makanan atau mengkonsumsi alkohol yang bisa menyebabkan sering muntah kemudian menghasilkan asam perusak enamel.
  • Gula yang bisa memberikan bakteri pada mulut yang kemudian menyerang email.

Enamel sendiri memang bisa berkurang seiring berjalannya waktu. Ketika seseorang berusia 50 tahun atau lebih, maka risiko mengalami pelemahan enamel akan semakin meningkat yang kemudian menyebabkan gigi terkelupas. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Endodontics, hampir dua pertiga dari mereka mengalami gigi retak sebanyak 50%.

Setiap gigi yang melemah akan berisiko. Namun dalam sebuah penelitian menunjukkan jika gigi molar kedua yang lebih rendah yang bisa terjadi ketika mengunyah dan juga jenis tambal gigi paling rentan mengalami gigi terkelupas dan seseorang juga bisa mengalami chipping.

Gejala Gigi Terkelupas

Jika retakan yang terjadi cukup kecil dan bukan di bagian depan mulut, mungkin anda tidak akan mengetahui jika sudah mengalami gigi terkelupas. Akan tetapi jika sudah dalam tahap parah, maka akan ada beberapa gejala gigi terkelupas yang bisa dirasakan, seperti:

  • Permukaan gigi yang bergerigi ketika menjulurkan lidah ke arah gigi.
  • Iritasi gusi di sekitar gigi yang terkelupas.
  • Iritasi lidah ketika menyentuh bagian gigi yang tidak rata dan kasar.
  • Rasa sakit dari tekanan pada gigi ketika menggigit yang bisa sangat kuat ketika retakan dekat atau sudah memperlihatkan saraf gigi atau pulpa gigi.

Diagnosis Gigi Terkelupas

Dokter gigi bisa membuat diagnosis gigi terkelupas berdasarkan lokasi, tingkat keparahan dan juga gejalanya. Kecuali itu menyebabkan rasa sakit yang hebat dan mengganggu makan serta tidur seperti gigi retak dan ngilu, maka hal ini bukanlah keadaan darurat. Akan tetapi, anda harus membuat janji dengan dokter secepatnya untuk menghindari infeksi atau kerusakan gigi lebih lanjut. Retakan kecil umumnya bisa diatasi dengan hanya menghaluskan atau memoles gigi saja. Sedangkan untuk keretakan yang lebih luas, dokter umumnya akan merekomendasikan beberapa hal, seperti:

1. Pemasangan Gigi Kembali

Jika masih ada bagian yang patah, maka letakkan pada satu gelas susu supaya bisa tetap lembab. Kalsium dalam susu nantinya akan membantu membuat gigi tetap hidup. Setelah itu, segera pergi ke dokter gigi dan nantinya dokter akan menempelkan fragmen kembali ke gigi anda.

2. Ikatan

Bahan resin atau plastik komposit atau porselen akan disemen ke permukaan gigi dan dibentuk sesuai dengan bentuknya. Lampu ultraviolet akan dipakai untuk mengeraskan dan mengeringkan material. Sesudah kering, maka akan lebih banyak pembentukan yang dilakukan sampai bahannya pas dengan gigi.

3. Veneer Porselen

Sebelum memasang veneer porselen, dokter gigi akan menghaluskan beberapa email gigi untuk memberikan ruang bagi veneer. Umumnya, dokter akan menghaluskan kurang dari satu milimeter. Dokter gigi nantinya akan mengirimkan gambar gigi ke laboratorium untuk membuat veneer. Ketika veneer permanen sudah siap, maka dokter gigi akan mengikatnya pada gigi anda. Dengan bahan yang baik, maka lapisan bisa bertahan selama 30 tahun.

Sponsors Link

4. Onlay Gigi

Apabila retakan sudah mempengaruhi sebagian gigi, maka dokter mungkin akan menyarankan onlay gigi yang sering diterapkan pada permukaan gigi geraham jika kerusakan gigi sudah sangat signifikan dan dokter akan merekomendasikan mahkota penuh. Anda mungkin juga akan meneria anestesi sehingga dokter gigi bisa bekerja untuk memastikan ruang bagi onlay.

Dalam banyak kasus, dokter akan mengambil cetakan gigi dan mengirimkannya ke laboratorium untuk membuat onlay. Ketika onlay sudah didapat, maka akan segera dipasang ke gigi kemudian disemen. Dengan kemajuan teknologi, maka dokter gigi bisa membuat onlay porselen ini dan selesai pada hari yang sama.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi