Sponsors Link

Gummy Smile pada Mulut, Penjelasan, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Dear sobat pembaca semua.. memiliki gigi yang indah dan senyum menawan adalah idaman semua orang, baik laki laki atau wanita. Yakni senyuman yang sempurna dengan gigi putih bersih dengan cara membuat gigi menjadi putih, serta garis bibir yang simetris sehingga kedua garis gigi atas dan bawah terlihat sama. Namun sobat, tidak semua manusia memiliki garis gigi dan gusi sempurna.

ads

Salah satunya ialah masalah gummy smile pada mulut, masalah ini ialah jenis kelainan gigi yang berbeda dari gingsul atau gigi tonggos ya sobat, mungkin dalam keseharian sobat pembaca pernah menemuinya namun belum memahami dan mengerti mengenai ketidaknormalan tersebut. Nah sobat, kali ini penulis akan menguraikannya secara lengkap, yuk simak uraiannya. Gummy Smile pada Mulut.

Bila sobat pembaca tersenyum, coba diperhatikan, apakah deretan gigi bagian atas memperlihatkan bentuk gusi yang berlebihan atau gusi terlalu menonjol? atau apakah sobat merasa deretan gigi atas terlihat lebih kecil dibandingkan dengan besar gusinya? bukan ciri ciri gigi akan gingsul ya sobat.

jika jawabannya iya, mungkin anda berada dalam kondisi yang disebut gummy smile, yakni gusi terangkat sekitar 3 sd 4 mm di atas batas gigi ketika tersenyum. Gusi yang berlebihan tersebut tidak tampak setiap saat, hanya ektika tersenyum. Selengkapnya simak dalam pembahasan selanjutnya.

1. Pengertian Gummy Smile

Gummy smile ialah kondisi abnormal karena garis gusi tidak merata atau jatuh terlalu jauh di bawah garis bibir, hal itu bisa membuat gigi terlihat kecil dan rasa tidak nyaman ketika tersenyum. Jadi ketika tersenyum, yang terlihat bukanlah gigi yang rata dan indah, namun daging gusi atas, tentunya terlihat aneh ya sobat? dimana gusi bagian atas seharusnya tertutup dengan bibir atas ketika tersenyum sehingga kadang ada yang melakukan tahapan pemasangan behel gigi untuk mengatasinya.

Idealnya, gusi seharusnya tampak rata dan lembut serta berfungsi sempurna sebagai bingkai untuk melengkapi senyuman seseorang, bukan sebagai gangguan, kebanyakan pasien tidak menyukai hal ini karena merusak senyum mereka padahal telah memiliki penampilan dengan polesan yang matang. Gusi memiliki kondisi yang lebih panjang dari gigi, sehingga dimensi senyum menjadi tidak aktif. Hal itu bukan karena kebiasaan buruk penyebab gigi berubah posisi.

2. Penyebab Gummy Smile

Dari penjelasan yang penulis sampaikan, tentunya sobat sudah memahami apa itu gummy smile ya sobat, sekarang tentu sobat bertanya apa penyebab dari gummy smile tersebut, apakah karena kelainan atau memang bagian dari keunikan seseorang yang memang tiap orang memiliki bentuk fisik yang berbeda beda termasuk fisik pada area gigi dan mulut.

Secara alami, mata berada di bagian tengah antara kepala bagian atas dan dagu dan sudut mata berada di garis lurus dengan pusat mata, sifat standart untuk bentuk kepala manusia dapat memberikan penciptaan fiur wajah dan menemukan orientasinya, sehingga wajah seseorang terlihat lebih menarik dan proporsional.

Hal ini merupakan sifat alami dimana hal itu seharusnya juga terjadi pada bibir dan senyuman sesseorang, namun, apa saja yang menyebabkan gusi lebih panjang dari gigi sehingga membuat senyuman terlihat tidak proporsional? Berikut berbagai penyebabnya.

Sponsors Link

  • Bibir atas pendek.
  • Bibir bergerak terlalu banyak (hypermobile).
  • Kelebihan maxilary vertikal atau tulang yang tidak seimbang.
  • Overbite berlebihan.
  • Tonus otot bibir terlalu besar, yakni pengikat antara bibir bagian dalam dan gusi.
  • Bibir terlalu lebar atau besar sehingga mengekspos gusi secara berlebihan.
  • Pertumbuhan aktif yang berubah yakni bila gigi tidak tumbuh melalui tulang.
  • Pertumbuhan pasif yang berubah, yaitu gusi tidak surut saat orang tersebut beranjak dewasa.
ads

Itulah sobat yang menyebabkan adanya gummy smile, memang segala penyebabnya terjadi karena hal hal alami atau karena bawaan dari dalam tubuh, namun seiring dengan majunya teknologi, segala sesuatu yang tidak sempurna tersebut dapat diperbaiki untuk mencapai bentuk fisik yang lebih baik sehingga juga memudahkan berbagai aktifitas harian sebagaimana ketika memiliki bentuk gigi dan mulut yang sehat tentunya akan memudahkan proses mengunyah makanan, berbicara, dsb.

3. Cara Mengatasi Gummy Smile

Gummy smile dapat diatasi dan diperbaiki dengan menggunakan prosedur kosmetik dalam kedokteran gigi, menurut penelitian, memang ada beberapa orang yang lahir dengan jaringan gusi berlebihan sehingga berpengaruh saat tersenyum, namun dengan majunya teknologi semua dapat diperbaiki dengan menggunakan prosedur berikut.

  • Perawatan Ortodontik, yakni dapat membantu menghilangkan gangguan pada gigi dengan cara menempatkan gigi pada posisi yang benar sehingga gummy smile dapat dihilangkan.
  • Operasi Periodontal, dilakukan untuk menghilangkan jaringan gusi yang berlebih, terutama jika pasien memiliki bentuk gigi yang lebih pendek.
  • Operasi Orthognathic, yakni untuk membantu menggerakkan maxilla atau tulang rahang ke dalam posisi yang benar sehingga bentuk gigi dan mulut menjadi lebih proporsional.
  • Botox, ialah metode non tradisional yang mengoreksi dan menyembuhkan pasien gummy smile dengan penyebab bibir yang terlalu aktif atau hipermobile, dilakukan dengan cara melakukan suntikan untuk perbaikan sementara.
  • Operasi pelepasan reposisi, ialah tindakan memperkuat otot yang mengangkat bibir atas, dilakukan untuk pasien yang memiliki bibir atas yang pendek.

Dalam koreksi atau mengatasi gummy smile pasien tidak bisa memilih terapi sendiri, melainkan akan ditentukan oleh dokter gigi sesuai pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan penyebab dari gummy smile tersebut.

4. Dampak Jika Gummy Smile Dibiarkan Tanpa Tindakan Perbaikan

Gummy smile sebenarnya merupakan masalah yang berhubungan dengan estetika, umumnya masalah ini tidak berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulut atau fungsi utama gigi dan mulut secara keseluruhan selama tetap dilakukan perawatan yang benar pada gigi dan mulut, sehingga memang bukan permasalahan yang harus atau wajib dikoreksi dan diperbaiki.

Jika pasien atau seseorang yang memiliki gummy smile merasa tidak percaya diri, dapat dilakukan koeksi seusai penyebabnya, namun jika seseorang tersebut merasa wajar wajar saja, maka jika tidak dilakukan tindakan perbaikan, hal itu bukanlah masalah dan tidak akan memberikan dampak buruk atau masalah kesehatan yang parah.

Jadi, semua pilihan tergantung dari orangnya ya sobat, jika orang tersebut ingin memiliki bentuk gigi dan mulut yang sempurna, maka dapat melakukan tindakan khusus, namun jika merasa baik baik saja, maka orang tersebut hanya perlu melakukan perawatan gigi dan mulut dengan sebaik mungkin.

Demikian yang dapat disampaikan penulis, semoga menjadi wawasan berkualitas untuk anda. Terima Kasih. Salam.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi