Sponsors Link

Hubungan Gigi dengan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Sponsors Link

Kesehatan gigi dan mulut memang perlu dijaga karena jika tidak, akan muncul Jenis Jenis Penyakit Mulut dan Jenis Jenis Penyakit Gigi yang lebih parah di kemudian hari. Dan sayangnya, masalah itu bukan hanya berkaitan dengan rongga mulut saja. Karena permasalahan pada gigi dan mulut bisa menjadikan masalah pada organ vital lainnya, seperti jantung. Hal ini mungkin terdengar tidak berhubungan. Namun ternyata beberapa penelitian membuktikan bahwa hubungan gigi dengan jantung cukup erat. Berikut beberapa penjelasannya.

ads

Masalah Gigi dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Berikut beberapa alasan ilmiah mengapa masalah pada gigi dan rongga mulut berkaitab dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

  1. Peradangan gusi adalah jalan masuknya bakteri ke pembuluh darah

Alasan pertama mengapa hubungan gigi dengan jantung bisa dikatakan cukup erat adalah jika di mulut terdapat peradangan, maka itu bisa menjadi gerbang masuknya bakteri ke pembuluh darah yang nantinya akan sampai di jantung. Hal ini dibahas dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2012 lalu. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa jika di gusi ada peradangan, terutama peradangan pada jaringan pendukung gigi (Periodontitis), maka hal itu bisa menjadi mediator terhadap penyakit jantung.

Periodontitis itu sendiri adalah peradangan pada jaringan pendukung gigi. Peradangan ini berbeda dengan gingivitis atau peradangan gusi yang cukup sering terjadi. Gingivitis menciptakan gejala gusi bengkak dan gusi berdarah. Dan jika kondisi gingivitis berlangsung lama dan tidak segera diobati, gingivitis bisa berubah menjadi semakin parah dan menjadi periodontitis.

Beda antara gingivitis dan periodontitis adalah pada area yang terkena radang. Dimana pada periodontitis, bukan hanya gusi yang terkena radang, melainkan juga sampai ke tulang alveolar. Tulang alveolar ini adalah tulang yang menahan gigi pada tempatnya dan posisinyabada di sekitar akar gigi. Peradangan juga akan mempengaruhi jaringan ikat di sekitar tulang alveolar dan juga lapisan di akar gigi.

Periodontitis yang tidak segera diobati akan menjadikan bakteri bisa dengan mudah masuk ke pembuluh darah, mengingat di daerah tersebut juga ada pembuluh darah. Jika bakteri sudah mencapai pembuluh darah dan mengeluarkan racunnya di sana, maka bisa jadi akan menyebabkan penyumbatan-penyumbatan dan hal ini akan mengganggu kinerja jantung.

  1. Bakteri bisa merangsang produksi sitokin

Dalam penelitian lain yang juga ditertbitkan pada tahun 2012 dijelaskan bahwa hubungan gigi dengan jantung juga disebabkan oleh adanya produksi sitokin. Periodontitis seperti yang dijelaskan di atas adalah kondisi peradangan yang disebabkan oleh bakteri. Dan slaah satu jenis bakteri yang menyebabkan peradangan adalah Porphyromonas gingivalis. Bakteri ini tidak hanya menyebabkan peradangan, namun ternyata juga bisa merangsang produkai sitokin. Sitokin inilah yang akan menciptakan sumbatan pada pembuluh darah yang nantinya akan berpengaruh ke organ jantung. Maka, Bahaya Gigi Bolong jika dibiarkan adalah bisa menjadi media munculnya masalah pada jantung.

  1. Tidak hanya jantung, namun berpotensi juga terhadap penyakit stroke

Sayangnya bukan hanya penyakit jantung saja yang bisa meningkat risikonya jika ada masalah pada gigi dan rongga mulut. Namun penyakit stroke juga akan meningkat risikonya. Hal ini dijelaskan juga pada sebuah penelitian. Di sana disebutkan bahwa pasien yang memiliki masalah pada gigi dan gusi, seperti gigi berlubang, penyakit gusi, serta ada sisa akar yang tidak dicabut, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan juga stroke. Maka dari itu ketahui Ciri Akar Gigi Tertinggal agar bisa mencegah penyakit pada gusi dan gigi yang parah di kemudian hari.

Sponsors Link

Hal ini disebabkan oleh bakteri gram negatif yangbada pada kondisi peradangan bisa mengeluarkan endotoksin atau racun lipopolisakarida. Endotoksin dari bakteri ini nantinya bisa masuk ke pembuluh darah dan melewat sirkulasi darah. Hal ini akan terus terjadi selama aktivitas di rongga mulut terus berjalan sebagaimana mestinya, misalnya saat sikat gigi atau mengunyah makanan.

Kondisi itulah yang bisa memperburuk kesehatan pembuluh darah yang berhubungan dengan jantung. Jika terus terjadi, bakteri akan menciptakan agregasi platelet. Agregasi platelet inilah yang akan berkontribusi terhadap munculnya thrombus dan juga thromboembolism yang mana keduanya adalah penyebab utama penyakit stroke.

Itulah beberapa hubungan gigi dengan jantung yang perlu diwaspadai.

Sponsors Link

Pencegahan

Tentunya karena akibat dari masalah gigi dan gusi tidak main-main, bahkan bisa menjadi penyebab sakit jantung dan stroke, pencegahan terhadap kondisi ini perlu dilakukan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

  • Jaga kebersihan gihi dan mukut dengan menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan teknik yang tepat. Minimal lakukan sikat gigi sebanyak 2 kali sehari
  • Jika diperlukan, gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Melakukan pembersihan karang gigi secara rutin.
  • Kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.
  • Memperbaiki permasalahan gigi, seperti gigi berlubang, gigi patah, dan mengangkat sisa akar gigi yang teetinggal.
  • Memeriksakan diri jika ada masalah.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai hubungan gigi dengan jantung yang perlu diketahui. Selalu jaga kesehatan Anda dengan memperhatikan kondisi tubuh Anda sendiri. Hal ini penting, mengingat masalah sepele sekalipun ternyata bisa berdampak fatal. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi
Doctors Talk

Jangan pasang kawat gigi dulu, sebelum menyimak penjelasan Dokter gigi berikut ini