Sponsors Link

Apa Kaitan antara Penyakit Gusi, Gingivitis, dan Periodontitis?

Sponsors Link

Apa kaitan dari penyakit gusi, gingivitis, dan periodontitis? Pernahkah anda mendengar ketiganya?

ads

Gusi adalah salah satu bagian rongga mulut yang rentan terhadap berbagai penyakit seperti resesi gusi. Penyakit gusi adalah istilah umum yang dikenal untuk menggambarkan infeksi bakteri di mulut. Gingivitis, dan periodontitis adalah contoh penyakit yang menyerang gusi. Biasanya penyakit gusi disebabkan oleh beberapa hal.

Salah satunya adalah bercak putih gigi (fluorosis gigi). Plak gigi yang dapat menyebabkan penyakit gusi berasal dari beberapa bakteri jahat (bakteri yang tumbuh subur pada gula yang tertinggal di gusi dan gigi dan berubah menjadi asam pembusuk gigi) dan beberapa bakteri baik (bakteri yang membuat biofilm normal menjadi kurang menarik bagi bakteri lapar asam).

Tapi perlu diketahui bahwa gingivitis dan periodontitis adalah penyakit gusi yang berbeda. Kenapa berbeda?

  • Gingivitis? Periodontitis?

gingivitis adalah stadium awal dari penyakit gusi yang umum terjadi di seluruh dunia. Badan Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan 1 dari 4 orang dewasa memiliki beberapa bentuk infeksi bakteri di dalam tubuh, dan 15% – 20% dari mereka mengalami penyakit yang lebih parah.

Gingivitis adalah jenis penyakit gusi awal, ringan (dan dapat dikembalikan), ditandai dengan gusi bengkak yang merah dan mudah berdarah ketika menggosok gigi atau flossing. Jika tidak ditangani dengan cara meningkatkan perawatan mulut, gingivitis dapat bertambah para dan berkembang menjadi stadium (tidak dapat dikembalikan) lebih parah dari penyakit gusi, disebut periodontitis.

periodontitis merupakan infeksi atau peradangan gusi serius yang melibatkan penghancuran jaringan lunak dan tulang pendukung gigi. Periodontitis dapat menyebabkan kegoyahan gigi atau bahkan kehilangan gigi. Periodontitis merupakan suatu kondisi yang sering terjadi, namun sebagian besar kasus dapat dicegah.

Periodontitis biasanya merupakan akibat kebersihan mulut yang buruk yakni yang menjadi penyebab jenis jenis penyakit mulut. Menyikat gigi sehari-hari, flossing dengan dental floss, dan melakukan pemeriksaan gigi secara teratur dapat sangat mengurangi perkembangan yang mengarah pada terjadinya periodontitis.

Ada berbagai jenis, atau klasifikasi dari periodontitis. Periodontitis kronis merupakan jenis yang paling umum terjadi. Periodontitis kronis sering mempengaruhi sebagian besar orang dewasa, meskipun pada anak-anak juga mungkin terjadi. Periodontitis agresif biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau dewasa awal dan mempengaruhi hanya 1 sampai 2 persen dari populasi.

  • Penyebab?

Diperkirakan bahwa periodontitis bermula dengan adanya plak pada gigi. Plak merupakan lapisan film lengket yang terutama terdiri dari bakteri. Plak pada gigi yang merupakan sisa makanan yang dapat mengandung pati dan gula dalam makanan akan berinteraksi dengan bakteri yang ada dalam mulut. Menyikat gigi dapat menghilangkan plak. Tetapi plak dapat kembali dengan sangat cepat, biasanya dalam waktu 24 jam.

Sponsors Link

Plak yang tertinggal di gigi lebih lama dari 2 atau 3 hari dapat mengeras di bawah garis gusi menjadi karang gigi (kalkulus). Tidak seperti plak, kalkulus lebih sulit dibersihkan dengan menyikat gigi. Kalkulus juga dapat sebagai reservoir untuk bakteri. Penghilangan kalkulus dapat dilakukan dengan scaling yang dapat dilakukan oleh dokter gigi. Scaling merupakan tindakan untuk penghilangan karang gigi (kalkulus).

Plak dan karang gigi yang menempel lama pada gigi akan menyebabkan kerusakan yang semakin parah. Awalnya, plak dan kalkulus hanya dapat mengiritasi gusi (gingiva). Hal tersebut biasa dikenal dengan gingivitis. Gingivitis merupakan bentuk paling ringan dari penyakit periodontal.

ads

Tetapi peradangan yang berlangsung pada akhirnya menyebabkan terbentuknya kantong di antara gusi dan gigi yang mengandung plak, kalkulus, dan bakteri. Lama-kelamaan peradangan tersebut terus berlangsung dan berkembang

hingga kebawah jaringan gusi. Sehingga infeksi tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan jaringan dan tulang pendukung gigi. Jika terlalu banyak tulang pendukung gigi yang hancur, gigi dapat goyah dan kemudian dapat tanggal.

  • Gejala Gingivitis

Gusi yang sehat umumnya keras dan berwarna merah muda pucat. Apabila gusi Anda bengkak, merah kehitaman dan mudah berdarah, Anda dapat memiliki gingivitis. Karena gingivitis jarang terasa sakit, Anda dapat memilikinya tanpa menyadarinya. Tanda-tanda dan gejala dari gingivitis meliputi:

  1. Gusi bengkak
  2. Gusi nyeri
  3. Gusi turun
  4. Gusi yang mudah berdarah saat Anda menyikat gigi atau menggunakan benang gigi, kadang terlihat warna kemerahan pada sikat gigi atau benang gigi
  5. Perubahan pada warna gusi dari merah muda yang sehat menjadi merah kehitaman
  6. Napas bau
  • Gejala Periodontitis

Tanda dan gejala dari periodontitis dapat mencakup:

  1. Pembengkakan gusi
  2. Gusi berwarna kemerahan, merah terang, atau keunguan gusi
  3. Gusi terasa nyeri bila disentuh
  4. Resesi gingiva atau gusi turun, sehingga membuat gigi tampak lebih panjang dari normal
  5. Terbentuk kantong atau ruang yang berkembang di antara gigi dan gusi
  6. Nanah yang keluar dari daerah antara gigi dan gusi
  7. Bau mulut
  8. Gigi goyah

Kunjungi dokter gigi jika anda merasa bahwa tanda tanda tersebut muncul pada gusi., karena semakin awal Anda mengatasinya, maka akan semakin mudah untuk menyembuhkannya. Dengan mengenali tahap awal dari penyakit gusi yang disebut gingivitis, maka penyakit gusi stadium lanjut (periodontitis), akan terhindar.

Selain itu, penting juga untuk menjaga kesehatan gusi. Anda dapat melakukannya dengan menyikat gigi 2 kali sehari, membersihkan sela-sela gigi setiap hari, makan makanan yang seimbang, serta pergi ke dokter gigi secara rutin.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi