Sponsors Link

Penyebab Karies Gigi Pada Anak Usia Balita dan Perawatannya

Sponsors Link

Usia balita adalah usia dimana anak perlu perhatian khusus dari para orang tua, karena saat masih balita, anak sepenuhnya masih tergantung pada orang tua atau orang dewasa di sekitarnya. Salah satu perhatian khusus yang harus di berikan adalah masalah kesehatan gigi dan mulut.

ads

Alangkah baiknya jika sejak kecil orang tua sudah membiasakan anak untuk disiplin membersihkan gigi mereka. Coba kita perhatikan disekitar kita, sering kita jumpai anak – anak balita dengan gigi yang sudah rusak, gusi berdarah pada anak,  gigi berlubang, hitam – hitam, geripis, banyak timbunan plak atau bahkan sudah tanggal. Penyakit gigi atau karies pada balita sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

Kerusakan gigi pada balita di namakan karies atau dalam istilah medisnya disebut Early Childhood Caries (ECC). Karies gigi merupakan sebuah penyakit infeksi yang dapat merusak struktur gigi.

Penyebab karies gigi pada anak usia balita dan perawatannya yang di sajikan Halogigi berikut ini, semoga dapat membantu anda mengatasi masalah gigi sang buah hati.

Penyebab munculnya karies gigi pada balita 

  1. Tidur sambil mengkonsumsi minuman nutrisi

Salah satu penyebab karies pada gigi balita adalah tidur sambil mengkonsumsi minuman nutrisi seperti susu, jus, dsb. Karies ini sering di sebut Karies Susu Botol atau Nursing Bottle Caries. Gigi yang terendam oleh susu adalah tempat yang ideal untuk bakteri gigi berkembang biak dan merubahnya menjadi asam, asam tersebut dapat melarutkan mineral – mineral email gigi. Oleh sebab itu gigi menjadi keropos, berlubang, hitam – hitam, penyakit gusi (gingivitis), bahkan terjadi infeksi yang menyebabkab sakit gigi.

  1. Pemakaian botol susu terlalu lama

Pemakaian botol susu yang terlalau lama juga menjadi salah satu pemicu terjadinya karies gigi pada balita anda. Botol susu yang tidak di bersihkan dengan benar mengundang bakteri yang akan berkembang biak di dalam mulut. Selain itu pemakaian botol susu yang terlalu lama juga akan merusak gigi susu.

  1. Malas membersihkan gigi dan mulut

Malas menggosok gigi juga menjadi penyebab terjadinya karies gigi pada balita anda, karena sisa – sisa makanan yang menempel pada gigi akan menjadi makanan bagi bakteri gigi atau ulat penyebab gigi berlubang. Dalam hal ini, peran orang tua sangatlah penting. Orang tualah yang harus melakukan pembersihan gigi pada bayi yang belum bisa melakukannya sendiri, kemudian setelah mereka beranjak besar, orang tua seharusnya mengajari dan membiasakan anak – anak untuk menggosok gigi mereka sendiri yang tentu saja dalam pengawasan orang tua.

  1. Sering mengkonsumsi makanan manis

Sering memberi makanan yang manis – manis kepada anak adalah salah satu penyebab karies gigi. Makanan manis seperti permen, coklat, cookies, tentulah sangat di gemari anak – anak, tetapi dampaknya sangat buruk pada gigi mereka. Makanan manis sangat disukai oleh bakteri gigi, dan dapat mengikis enamel gigi. Makanan manis adalah salah satu dari makanan yang menyebabkan gigi berlubang.

Sponsors Link

  1. Tertular dari orang dewasa

Penularan atau transmisi bakteri dapat terjadi dari kontak langsung antara mulut ibu, pengasuh atau orang dewasa yang memiliki karies gigi yang belum dirawat atau di tambal melalui kontak langsung dengan mulut bayi, dot, maupun alat makan – minum bayi.

Setelah kita ketahui beberapa penyebab terjadinya karies pada gigi balita kita, maka alangkah baiknya jika kita juga mengetahui bagaimana cara merawatnya agar tidak semakin parah.

Perawatan pada gigi balita agar terhindar dari karies gigi 

ads
  1. Menggosok gigi dua kali sehari
  •  Sejak anak masih bayi usia kurang dari satu tahun, biasakan membersihkan gigi mereka yang baru tumbuh dengan kain kasa atau lap basah yang bersih setelah makan. Lilitkan kain kasa atau lap basah tersebut pada jari telunjuk anda, bersihkan dengan perlahan – lahan, pijat perlahan gusi yang belum ditumbuhi gigi. Setelah gigi pertama muncul sebaiknya rajinlah membersihkannya minimal satu kali sehari dengan kain kasa atau lap basah yanag bersih.
  • Ketika anak berusia satu sampai tiga tahun, mulailah memperkenalkan mereka dengan kebiasaan menggosok gigi dan jelaskan pentingnya menggosok gigi, tentu saja dengan bantuan orang tua. Gosoklah gigi menggunakan sikat yang sesuai dengan ukuran mulut anak, dan gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Biasakan menggosok gigi dua kali sehari, yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur di malam hari.
  1. Mengganti botol susu dengan gelas (baby cup)

Gantilah kebiasaan anak minum susu atau jus dengan botol susu, ajarkan mereka minum dengan menggunakan gelas atau baby cup. Karena botol susu yang kurang bersih akan mengundang bakteri masuk ke dalam mulut yang dapat merusak gigi. Selain itu menggunakan botol dot akan berdampak buruk pada perkembangan rahang dan gigi anak anda.

  1. Menghindari tertidur saat makan, minum

Tertidur saat makan dan minum adalah hal yang biasa terjadi pada balita, saat minum susu sambil tidur mungkin adalah hal yang sangat nyaman bagi balita. Sebisa mungkin usahakan bayi tetap terjaga sampai 15 menit setelah selesai minum susu, namun jika bayi langsung tertidur setelah minum susu, bersihkanlah gusi dan mulut mereka dengan kain kasa atau lap basah yang bersih. Akan lebih baik jika setelah minum susu atau jus buah, beri anak anda minum sedikit air putih.

  1. Mengganti makanan manis dengan buah

Hindari memberikan makanan yang manis – manis seperti coklat dan permen kepada balita anda. Akan lebih baik memberikan buah – buahan segar yang di potong kecil dan makanan yang menyehatkan gigi  yang juga berguna untuk tumbuh kembang balita anda.

  1. Rutin mengunjungi dokter gigi

Rajin mengunjungi dokter gigi adalah hal yang sangat penting. American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan waktu yang tepat untuk mulai mengunjungi dokter gigi adalah pada saat gigi sulung pertama erupsi (yaitu sekitar usia 6 bulan). Buatlah suasana kunjungan senyaman mungkin bagi anak, bawa serta mainan kesukaan mereka. Bila kunjungan pertama menyenangkan bagi anak, maka kunjungan berikutnya akan tidak ada masalah lagi.

Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut balita anda sejak awal sangat mempengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang mereka. Karena buah hati kita adalah harapan masa depan bangsa. Demikianlah ulasan singkat tentang 5 Penyebab karies gigi pada balita dan perawatannya ini, semoga bisa membantu anda dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut putra – putri anda. Ikuti terus artikel – artikel informativ lainnya dari Halogigi.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi