Sponsors Link

Kelainan Gigi Pada Pasien Osteogenesis Imperfecta yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Tahukan anda ada banyak sekali penyakit yang tersebar di muka bumi ini, ada penyakit yang disebabkan oleh pola makan yang salah, namun ada juga penyakit yang disebakan oleh faktor genetik atau sejak lahir. Salah satunya adalah Osteogenesis Imperfecta atau Brittle Bone Disease. Osteogenesis Imperfecta atau brittle bone disease adalah suatu kelainan genetik yang ditandai dengan keadaan tulang yang rapuh dan mudah pecah. Kondisi ini disebut juga sebagai penyakit tulang rapuh. Apabila seseorang terlahir dengan kondisi ini, maka gangguan ini akan mempengaruhinya seumur hidup.

ads

Osteogenesis imperfecta dapat terjadi pada siapa saja, baik laki – laki maupun perempuan, baik orang dewasa maupun anak – anak dari semua kelompok ras maupun etnik. Selain karena faktor genetik atau keturunan, osteogenesis imperfecta juga dapat disebabkan oleh adanya mutasi gen baru yang sama sekali tidak berhubungan dengan faktor genetik. Penyebab terjadinya osteogenesis imperfecta ada beberapa faktor.

Penyebab Osteogenesis Imperfecta, antara lain:

  • Faktor genetik atau keturunan yaitu, apabila orang tua memiliki penyakit rapuh tulang maka 50% anaknya akan menderita penyakit yang sama.
  • Adanya mutasi dominan pada kolagen yaitu kelainan genetik pada jalur yang memproduksi kolagen. Kolagen merupakan struktur utama pembentuk jaringan ikat, termasuk pada tulang.
  • Terjadinya mutasi protein pada tulang rawan yang berhubungan.
  • Adanya pengaruh dari mutasi gen baru yang bukan berasal dari faktor genetik. Artinya bisa juga orang tua yang tidak mempunyai riwayat osteogenesis imperfekta tetapi anaknya menderita OI.
  • Penderita gizi buruk yang mengalami kurangnya asupan kalsium.

Ciri – ciri  penderita osteogenesis imperfecta, antara lain:

Adapun ciri – ciri penderita osteogenesis imperfecta dipengaruhi dari tingkat keparahannya.

  • Sering megalami patah tulang, tulang melengkung, tulang iga yang condong kedepan. memiliki sendi dan otot yang lemah.
  • Memiliki wajah yang khas berbentuk segi tiga.
  • Tubuh berperawakan pendek, kerdil, bungkuk.
  • Gangguan pendengaran atau tuli. Hal ini disebabkan karena rapuhnya tulang juga akan mempengaruhi tulang tengkorak dan tulang – tulang rawan pada area telinga.
  • Dentinogenesis imperfecta atau gigi keropos, dan berbentuk lebih kecil dari normal.
  • Lemah jaringan, seperti jaringan kulit yang rapuh, dan mudah memar.
  • Sering mimisan, dan perdarahan.
  • Masalah pada pernafasan, insiden yang lebih tinggi dari asma. Penyakit paru restriktif (pada penderita yang lebih parah).
  • Sclera atau bagian putih mata berwarna kebiruan, keunguan atau keabuan yang merata (bukan spot).

Setelah mengetahui penyebab dan ciri – ciri penderita osteogenesis imperfecta, pada artikel kali ini akan dibahas pula kelainan gigi pada penderita osteogenesis imperfecta ini.

Sponsors Link

Kelainan Gigi Pada Pasien Osteogenesis Imperfecta

  1. Ukuran Rongga Mulut yang Lebih Kecil

Pada pasien osteogenesis imperfecta ukuran rongga mulut lebih kecil dibandingkan ukuran normal. Hal ini disebabkan karena lemahnya pertumbuhan maksila (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah). Selain itu pada saat tersenyum, gusi pada rahang atas akan terlihat, namun hal ini tidak mempengaruhi ada atau tidaknya penyakit gusi gingivitis maupun periodontitis.

  1. Gigi Tidak Mempunyai Hubungan Permukaan Gigi – Geligi (Oklusi) yang Baik

Selain itu pada pasien osteogenesis imperfecta, gigi tidak mempunyai oklusi yang baik. Sehingga terjadi kesulitan saat mengigit, ini disebabkan karena ukuran dan atau posisi rahang atas dan rahang bawah yang tidak normal. Oklusi adalah perubahan hubungan permukaan gigi – geligi pada rahang atas (maksila) dan rahang bawah (mandibula) yang terjadi selama pergerakan.

ads

  1. Ukuran Lidah yang Lebih Besar (Makroglosia)

Pada pasien osteogenesis imperfecta juga ukuran lidah lebih besar dari pada ukuran normal (makroglosia). Hal ini di sebut juga pembesaran abnormal ukuran lidah yang ditemukan sejak lahir, bisa disebabkan karena otot lidah atau merupakan kelainan yang didapat selain karena faktor perkembangan.

  1. Tulang Rahang Bawah yang Lebih Maju (prognatisme mandibula)

Karena ukuran lidah yang lebih besar dari normal maka hal ini sangat mempengaruhi tekanan otot lidah yang berpengaruh besar terhadap perkembangan rahang bawah. Karena ukuran lidah yang besar dan keluar dari mulut, membuat penderita berusaha menutup mulutnya. Lama – kelamaan rahang bawah menjadi lebih maju.

  1. Gigi Keropos (Dentinogenesis imperfecta)

Dentinogenesis imperfect atau gigi keropos juga merupakan kelainan khas pada gigi penderita osteogenesis imperfect. Hal ini terjadi bukan disebabkan karena adanya lubang gigi, tetapi lebih kepada penggunaan prematur gigi yang disebabkan dari mengunyah. Kondisi ini dapat mempengaruhi baik pada gigi susu maupun gigi permanen. Hal ini biasanya ditandai dengan perubahan warna pada gigi.

  1. Gigi Berwarna (amelogenesis imperfect)

Selain mengalami gigi keropos, penderita osteogenesis imperfecta juga mengalami gigi yang berwarna yang disebut dengan amelogenesis imperfecta, yaitu gigi yang berwarna abu – abu, atau coklat kekuning – kuningan. Hal ini dapat didiagnosa secara klinis pada gigi bayi yang baru tumbuh.

  1. Mudah Terjadi Erupsi pada Gigi

Pada penderita osteogenesis imperfecta erupsi gigi terkadang mudah terjadi, walaupun enamel gigi mempunyai struktur yang normal. Namun enamel cendrung sering lepas dari permukaan gigi.

  1. Terjadi Penyimpangan Letak Gigi (Maloklusi)

Maloklusi adalah penyimpangan letak gigi – geligi dari lengkung rahang, diluar kewajaran yang dapat diterima. Hal ini dapat mempengaruhi estetika penampilan dan dapat mengganggu fungsi bicara, mengunyah dan menelan makanan. Misalnya gigi yang tumbuh berdesakan.

  1. Terjadi Penyimpangan Hubungan Labiolingual (Crossbite)

Crossbite adalah kondisi terjadinya penyimpangan hubungan labiolingual dari gigi – geligi pada rahang atas terhadap gigi – geligi pada rahang bawah. Kondisi ini dapat mengenai seluruh rahang, sebagian rahang, sekelompok gigi, atau hanya satu gigi saja. Hal ini disebabkan akibat dari terjadinya pertumbuhan rahang bawah yang berlebihan.

  1. Terjadi Penyimpangan Gigitan Terbuka (Openbite)

Openbite atau gigitan terbuka disebabkan karena tidak adanya hubungan permukaan gigi – geligi atau oklusi yang baik, karena meningakatnya proporsi vertikal wajah, kebiasaan jelek seperti mengisap jari, pengaruh jaringan limfoid pada pernafasan, mandibula dan postur lidah.

Begitulah beberapa kelainan gigi pada pasien osteogenesis imperfecta. Kemudian bagaimanakan penaganan yang diberikan untuk pasien tersebut? Berikut beberapa penanganan yang dapat diberikan pada penderita osteogenesis imperfecta.

Sponsors Link

Penanganan Untuk Pasien Osteogenesis Imperfecta

  • Melakukan gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan, menjaga berat badan, menghindari rokok dan minuman beralkohol. Mengkonsumsi makanan yang menguatkan gigi dan makanan yang menyehatkan gigi.
  • Pada gigi, perawatan ortodontik aman untuk dilakukan selama tidak terdapat gigi keropos atau dentinogenesis imperfecta. (Anda dapat menambah wawasan dengan membaca gigi keropos pada orang dewasa dan penyebab gigi keropos pada orang dewasa).
  • Pada pasien osteogenesisi imperfect yang mengalami gigi keropos, ortodentis harus dapat memastikan apakah enamel dapat bertahan pada piranti cekat gigi pada saat melepas piranti cekat nanatinya. Hal ini sangat sulit dilakukan karena keadaan gigi yang keropos dan cenderung retak.
  • Pada gigi anak – anak, perawatan gigi susu dan saat pergantiannya sangat penting, untuk menjamin kesejajaran tumbuhnya gigi permanen.
  • Pemberian obat – obatan bifosfonat yang berfungsi untuk memadatkan dan memperkuat tulang, serta menekan proses regenerasi tulang.
  • Pemberian hormon pertumbuhan terutama untuk anak – anak, dan meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D.
  • Memberikan terapi khusus seperti terapi gen, serta melakukan aktivitas fisik yang aman untuk kondisi tulang seperti berenang.
  • Memberikan pelindung pada lutut, pergelangan tangan dan kaki. Selain itu pada tulang yang patah, bungkus dengan gips dan splints.
  • Dalam hal membantu menyokong tulang kaki dan tangan, dilakukan bedah ortopedi untuk memasang batang logam pada tulang yang panjang di bagian kaki dan tangan.
  • Menggunakan alat bantu seperti kursi roda, kruk, alat pendengar, dan kawat gigi sesuai anjuran dokter. (Anda juga dapat menambah wawasan dengan membaca manfaat gigi behel, cara merawat gigi behel, dan efek samping gigi behel).

Kelainan gigi pada pasien osteogenesis imperfect yang telah kita bahas pada kesempatan kali ini, semoga dapat menambah wawasan anda tentang penderita penyakit osteogenesis imperfecta. Demikianlah artikel singkat ini kami sajikan, semoga bermanfaat untuk semua pembaca. Nantikan artikel – artikel informatif kami lainnya, hanya di Halogigi.com. Tetaplah menjaga kesehatan gigi dan mulut anda.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi