Sponsors Link

Kenapa Terjadi Resesi Gusi?

Sponsors Link

Tidak hanya gigi saja yang harus diperhatikan kesehatannya, gusi pun wajib untuk mendapatkan perhatian agar terhindar dari tanda gusi tidak sehat. Hal ini karena gusi adalah salah satu bagian mulut yang sering bermasalah dan menyebabkan sakit penderitanya. Tak heran bagi yang menderita sakit pada gusi sering mengeluh.

ads
  • Resesi Gusi ialah Kondisi Gusi yang Menurun

Salah satu masalah gusi adalah resesi gusi (Gingivitis). Resesi gingiva atau yang lebih dikenal dengan sebutan gusi turun merupakan kondisi kerusakan gusi akibat mengalami penurunan yang mengarah ke arah akar gigi. Akibatnya permukaan akar gigi menjadi terbuka atau terekspos dan menjadi penyebab gigi ngilu berkepanjangan. Padahal seharusnya gusi berfungsi untuk melindungi akar gigi.

  • Ciri Resesi Gusi

Pada kondisi ini tak jarang membuat penderitanya merasakan ngilu atau linu saat mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersuhu panas, dingin, atau manis seperti pada penderita gusi hipersensitif. Bahkan rasa ngilu juga bisa dirasakan penderitanya saat area yang mengalami resesi gingiva terpapar angin. Terkadang, keluhan gigi sensitif juga bisa dikaitkan dengan penurunan gusi.

Selain itu, resesi gingiva juga bisa menimbulkan keluhan lain, yaitu karies gigi, estetis (mengganggu penampilan), dan perubahan warna gigi yang harus diatasi dengan spa gigi untuk kecantikan gigi dan mulut. Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, resesi gingiva bisa menimbulkan masalah yang lebih serius.

Saat gusi terus menerus dibiarkan mengalami penurunan, gigi lambat laun akan goyang. Pada akhirnya gigi bisa terlepas dan harus dilakukan cara perawatan saluran akar gigi. Keluhan resesi gingiva ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa khususnya  mereka yang berusia diatas 50 tahun. Sedangkan pada anak-anak, jarang ditemukan kasus penurunan gusi.

  • Penyebab Resesi Gusi

Penyebab umum resesi gigi adalah :

1. Trauma akibat penggunaan sikat gigi yang salah

Cara menyikat gigi yang terlalu kasar dan keras serta bulu sikat gigi yang terlalu kasar dapat memicu gusi menurun. Oleh karena itu, cara menyikat gigi yang benar dan pemilihan sikat gigi merupakan kunci utama dari masalah resesi gingiva.

2. Peradangan akibat kurangnya kebersihan rongga mulut

Penumpukan plak atau karang gigi yang mengiritasi gusi. Posisi gigi yang kurang baik juga bisa  memicu terjadinya resesi gigi.

3. Posisi gigi miring

Posisi gigi yang miring ataupun terputar memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami resesi gusi. Kebiasaan buruk, yaitu suka menggesekkan atau menggertakkan gigi yang menimbulkan tekanan pada gigi juga dapat menyebabkan kondisi resesi gusi.

4. Melakukan tindik lidah

Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa tindik lidah ataupun bagian lain di dalam mulut berhubungan dengan kondisi resesi gusi yang parah. Resesi biasanya terjadi sebagai reaksi terhadap penyikatan yang terlalu agresif tetapi juga dihasilkan

Sponsors Link

dari luka atau sebagai kemajuan alami pada jaringan gusi yang tipis dan lembut. Kebanyakan orang mengalami resesi ringan. Penambalan yang yang dilakukan tidak tepat serta pergerakan gigi pada saat perawatan orthodontik/behel juga dapat menjadi pemicu resesi gingiva.

5. Cara perawatan gigi yang salah

Seperti pengunaan benang gigi (dental floss) dan penggunaan oabt kumur yang tidak benar. Begitu juga masalah hormonal –seperti pada masa menstruasi, puber, kehamilan, dan menopause.

  • Pengobatan Resesi Gusi

Pengobatan yang dapat dilakukan bagi penderita resesi gigi adalah dengan pemanganan yang dilakukan oleh dokter gigi. Penanganan bergantung dari beberapa hal, yaitu tingkat keparahan resesi gingiva, serta penyebab dan jenis resesi gingiva itu sendiri.

ads

Ada dua macam terapi yang bisa diberikan, yaitu secara bedah dan non-bedah. Pada kasus yang ringan, dokter gigi akan melakukan perawatan dengan scaling dan root planning. Perawatan ini biasanya dikombinasikan dengan pemberian antibiotik jika memang diperlukan.

Kombinasi dari tindakan non-bedah dan menjaga kebersihan gigi serta mulut dapat membantu mengatasi resesi gingiva. Namun jika kondisi penurunan gusi cukup mengganggu Anda secara estetik, maka Anda memerlukan tindakan bedah.

Untuk kondisi yang lebih parah, maka akan dilakukan pembedahan pada gusi (soft tissue graft). Salah satu prosedur bedah yang sering digunakan adalah connective tissue graft yang menggunakan jaringan lunak pada langit-langit rongga mulut. Selanjutnya jaringan tersebut dipindahkan ke bagian gusi yang mengalami penurunan.

  • Pencegahan Resesi Gusi

1. Mulailah dengan menjaga kebersihan serta kesehatan rongga mulut dan gigi

Selain itu, pastikan Anda menyikat gigi dengan baik dan benar. Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi setidaknya dua kali dalam setahun.

2. Perhatikan juga sikat gigi yang Anda gunakan

Pilihlah sikat gigi yang ergonomis dan memiliki bulu sikat yang lembut. Pola hidup yang sehat juga diperlukan. Lakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

3. Kurangi juga penggunaan tembakau

Perokok atau pengunyah tembakau empat kali lipat lebih berisiko mengalami penyakit gusi. Konsumsi tembakau terus-menerus akan mengurangi keefektifan perawatan. Usahakan untuk berhenti merokok ataupun mengunyah tembakau.dan mengonsumsi minuman beralkohol.

4. Hilangkan juga kebiasaan buruk mengertakkan gigi

Mengatupkan rahang atau mengertakkan gigi dapat menyebabkan resesi gusi.  Jika Anda mengertakkan gigi saat tidur, dokter gigi dapat menganjurkan alat khusus untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Meredakan stres atau bermeditasi mungkin dapat membantu meskipun belum dibuktikan secara ilmiah.

Tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Nah anda dapat mencegah resesi gusi dengan beberapa cara atau kebiasaan yang baik. Kesehatan dan kebersihan gusi yang terjaga dengan baik akan memberikan senyuman indah yang akan membuat anda semakin percaya diri.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi