Sponsors Link

Kista Dentigerous : Penyebab, Gejala, Efek Samping, dan Pengobatan

Sponsors Link

Gigi dan rongga mulut adalah salah satu organ pencernaan yang kesehatannya juga perlu dijaga. Gigi dan rongga mulut yang tidak dijaga kesehatannya bisa menciptakan gangguan dan penyakit tertentu. Jenis Jenis Penyakit Gigi dan rongga mulut ada beragam. Salah satunya adalah Kista Dentigerous. Untuk lebih jelasnya mengenai penyakit ini, berikut penjelasan yang lebih lengkap.

ads

Kista Dentigerous merupakan salah satu jenis penyakit pada rongga mulut yang ditandai dengan terhambatnya pembentukan gigi geraham pada bagian bawah dan juga taring rahang. Kondisi ini disebabkan oleh mahkota gigi yang berada di bawah atau di dasar gusi dan sulit tumbuh. Kista ini sering juga disebut dengan istilah kista odontogenik. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, dari balita hingga dewasa. Dampak yang paling mudah dikenali dari keberadaan penyakit ini adalah rasa sakit, pembengkakan, dan struktur gigi yang buruk. Selain itu juga bisa menyebabkan masalah Gigi Bungsu.

Kista ini dibedakan menjadi 3, antara lain sebagai berikut.

  1. Sentral

Jenis kista ini adalah jenis kista yang ditandai dengan tumbuhnya kista pada bagian mahkota gigi. Tumbuhnya kista ini terjadi secara asimetris dan menyerang seluruh bagian mahkota gigi tersebut.

  1. Lateral

Jenis kitsa lateral ditandai dengan terjadinya pelebaran pada bagian tepi mesial dan distal gigi sehingga mahkota akan terhalangi. Kondisi ini akan menyebabkan gigi menjadi miring ke arah lain dan menyebabkan struktur yang buruk.

  1. Sirkumferensial

Jenis terakhir dari kista adalah sirkumferensial, dimana kista akan melebar dan membesar ke bagian akar mesial.

Penyebab

Kista Dentigerous juga bisa menyebabkan masalah Dilaserasi pada gigi. Kista ini bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya sebagai berikut:

  1. Impaksi gigi

Impaksi gigi merupakan salah satu kondisi dimana calon gigi yang akan tumbuh mengalamipenghambatan sehingga gigi tidak bisa muncul atau tumbuh secara normal.

  1. Penumpukan cairan

Penyebab kedua adalah karena adanya penumpukan cairan. Penumpukan cairan yang berlebihan pada area gusi bisa menghambat pertumbuhan calog gigi sehingga bisa menyebabkan kondisi kista dondotogenik ini.

Sponsors Link

Gejala

Kondisi Kista Dentigerous tentu saja bisa menyebabkan beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Berikut ini adalah beberapa gejala dari penyakit tersebut untuk dijadikan acuan.

  • Pada awalnya, gejala kista ini tidak bisa dikenali bahkan dilihat dengan jelas. Hal ini disebabkan karena kondisi kista pada gigi ini tidak menciptakan kondisi yang buruk pada si penderita. Kista ini pada awalnya memang tidak menciptakan rasa sakit atau Jenis Jenis Penyakit Mulut, sehingga kebanyakan gejala awalnya tidak terlihat atau tidak terasa.
    ads
  • Namun lama kelamaan gejala akan mulau bermunculan, seperti pembengkakan, infeksi, muncul rasa sakit atau nyeri.
  • Bentuk wajah bisa mengalami perubahan, seperti menjadi asimetris, gusi mengalami pergeseran, dan sebagainya

Itulah beberapa gejalanya. Jika Anda mengalami gejala tersebut, jangan menunda waktu untuk melakukan pengobatan agar risiko kesehatan yang buruk bisa ditekan sejak dini.

Efek Samping

Jika kondisi Kista Dentigerous tidak segera ditangani dengan baik, dan tindakan medis tidak segera dilakukan, maka efek samping yang lebih parah bisa saja terjadi kepada penderita. Efek samping kista yang terjadi pada gigi ini antara lain:

  • Tidak nyaman saat mengunyah makanan
  • Kelainan bentuk atau struktur wajah
  • Kista pada rahang atas bisa menyebabkan posisi maxillary antrum beubah sehingga area rongga hidung bagian dalam juga terganggu
  • Kista pada rahang bawah bisa menyebabkan tumbuhnya jaringan yang tidak normal karena efek paretntesi.

Pengobatan

Penderita masalah gigi ini akan didiagnosis terlebih dahulu oleh dokter yang besangkutan. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui sejauh mana kondisi gigi dan gusi yang terjadi dan apa saja faktor yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi kepada penderita. Selain itu pemeriksaan fisik juga diperlukan untuk menegetahui pakan pasien memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan hati, paru-paru, jantung, dan ginjal. Atau apakah penderita memiliki riwayat diabetes, gangguan hormon dan sistem imun, dan kondisi alergi. Kesemua data akan dianalisis untuk diagnosus ke depan, karena semua hal ini bisa berhubungan dengan kondisi Kista Dentigerous yang terjadi kepada pasien.

Jika pasien benar-benar mengalami kista tersebut, maka perawatan yang bisa dilakukan antara lain dengan mengangkat kista. Pengangkatan kista ini adalah salah satu proses pemisahan jaringan kista dari rongga gigi dan gusi agar tidak lagi mengganggu pertumbuhan gigi. Pengangkatan kista ini juga merupakan salah satu alternatif pengobatan bagi Penyakit Mulut pada Anak maupun dewasa. Berikut beberapa teknik yang bisa dilakukan.

Sponsors Link

  • Teknik enukleasi – adalah salah satu teknik pengangkatan jaringan kista yang melekat pada gigi atau gusi seluruhnya.
  • Teknk marsupialisasi – adalah penghancuran jaringan kista dengan tujuan untuk mengurangi atau menghilangkan penekanan di area rongga mulut. Teknik ini juga bisa merangsang munculnya tulang gigi baru sehingga gigi bisa tumbuh dengan normal. Namun teknik ini memiliki beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi dan tidak semua penderita bisa diterapkan teknik ini.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Kista Dentigerous beserta penyebab, gejala, efek samping, dan juga jenis-jenis pengobatan yang bisa dilakukan. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi