Sponsors Link

Kondisi Gigi Dan Mulut Yang Menandakan Pikiran Sedang Stres

Sponsors Link

Stres memang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi salah satu yang paling banyak ditakuti oleh banyak orang. Tentunya setiap orang pasti pernah mengalami stres. Stres adalah reaksi biologis terhadap gangguan fisik, emosi, maupun mental.

ads

Stres dapat memengaruhi daya tahan tubuh terhadap penyakit. Kondisi stress yang dialami oleh banyak orang akan membuat atau mengubah perilaku seseorang menjadi tidak normal atau tidak seperti biasanya. Ada beberapa kasus pada orang-orang tertentu, stres yang dialaminya dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulutnya.

Stres atau gangguan kecemasan tidak ditunjukkan dengan gangguan tidur, kelelahan, atau sakit kepala saja. Bahkan kondisi stres yang dialami ini muncul sebagai pemicu gangguan gigi dan mulut, mulai dari mulut kering hingga penyakit pada gusi.

Oleh sebab itulah, kenali kondisi kesehatan gigi dan mulut yang menandakan jika anda sedang mengalami stress. Berikut beberapa kondisi gigi dan mulut yang dapat anda ketahui sebagai penanda jika anda sedang stress.

1. Gigi berlubang

Gigi yang berlubang dan radang gusi biasanya muncul karena seseorang malas untuk membersihkan giginya dengan baik. Salah satunya karena stres. Lagipula stres memicu kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tak sehat, seperti minuman energi atau kopi.

2. Lesi

Sariawan, cold sore (luka yang berisi cairan), lichen planus dan sindrom mulut terbakar adalah sebagian kecil contoh lesi yang muncul saat stres. Sebab stres menurunkan kekebalan seseorang sehingga berkontribusi di balik lesi tersebut.

Suatu studi menunjukan bahwa stres akibat tekanan mental dan fisik dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan secara berulang. Tekanan mental memiliki risiko yang lebih besar dalam memicu munculnya sariawan. Jika Anda mengalami masalah ini, hindari makanan asam dan pedas serta gunakan obat salep untuk sariawan.

3. Gigi rusak

Kebiasaan menggigiti kuku dapat mempercepat kerusakan gigi, termasuk memaksa otot-otot yang berperan dalam proses mengunyah sehingga memicu myalgia atau nyeri otot. Pada orang-orang tertentu, kondisi ini juga ada kaitannya dengan kebiasaan bruxism. Dari kondisi seperti ini menandakan bahwa anda sedang stres.

4. Gusi berdarah

Tanda Anda sedang mengalami stres lainnya yaitu gusi berdarah. Hal ini disebabkan karena kekurangan Vitamin C. Vitamin C dibutuhkan untuk produksi hormon antistres. Vitamin C banyak ditemukan di jeruk, alpukat, papaya, kacang hijau, tomat, juga mangga, dan banyak buah-buahan maupun sayuran lainnya. penyebab gusi berdarah tiba tiba wajib anda perhatikan.

Sponsors Link

5. Bruxism atau menggemeretakkan gigi

Ini adalah gangguan yang ditandai dengan perilaku menggesekkan dan menggemeretakkan gigi bagian atas dengan bagian bawah, yang dilakukan tanpa disadari. Hal ini dapat muncul sebagai gangguan tidur yang lebih mungkin dialami saat sedang stres, atau sebagai kebiasaan yang muncul ketika sedang cemas.

Bruxism memicu gerakan gigi berlebihan yang tidak normal dan merusak lapisan enamel gigi. Jika terjadi saat tidur, gangguan ini juga dapat menyebabkan sakit kepala ketika terbangun dari tidur. Tidak hanya kerusakan gigi, gerakan gesekan tersebut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman akibat kerusakan persendian yang menghubungkan rahang bawah dengan tulang di dekat telinga atau temporomandibular joint disorder (TMJ). Untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, kebiasaan ini harus dihentikan dan atau menggunakan pelindung gigi terutama saat tidur malam.

6. Mulut kering

mulut kering dapat terjadi ketika sedang mengalami stres kronis akibat tekanan mental. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat gangguan sistem imun yang disebabkan penyakit kronis seperti diabetes, serta efek samping obat depresi. Stres kronis dapat mengganggu kerja sistem saraf pusat dan mengganggu kerja berbagai kelenjar salah satunya saliva.

Air liur atau cairan saliva merupakan sistem pertahanan penting bagi rongga mulut, sehingga kondisi mulut kering dapat memicu komplikasi seperti kerusakan gigi dan gusi, lesi mulut, serta infeksi pada mulut akibat penurunan sistem imun. Pengendalian stress dan meminimalisir kekeringan pada mulut sangat perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

7. Bibir pecah-pecah

Ketika bibir pecah-pecah, itu tandanya kekurangan vitamin B6. Vitamin B6 memengaruhi produksi serotonin dan dopamin yang mengatur suasana hati seseorang. Selain itu juga hormon melatonin yang membantu seseorang untuk tertidur lelap. Anda bisa mendapatkan vitamin B6 dari wortel, kacang polong, bayam, alpukat, pisang, brokoli, kubis, hingga jagung.

Oleh sebab ituah, penting untuk mengenali tanda-tanda munculnya stres yang dapat kita ketahui dari kondisi gigi dan juga mulut. Jika anda mengetahui kondisi dan juga pikiran sedang stress, maka segeralah temui dokter yang bersangkutan.

Karena cara yang paling baik dilakukan adalah meresponnya dengan mengatasi stress sedini mungkin agar mudah disembuhkan. Dengan begitu, tidak akan terjadi penyakit-penyakit yang berkepanjangan dan dapat menimbulkan penyakit yang jauh lebih buruk pengaruhnya terhadap kesehatan.

Perlu diingat bahwa penting untuk menjaga pola hidup sehat jika tidak ingin stres menghampiri anda. Mulailah hindari kebiasaan buruk yang dapat merusak kesehatan gigi dan mulut. karena gigi dan mulut juga merupakan anggota tubuh yang penting.

Sponsors Link

Beberapa cara seperti, menghindari konsumsi makanan manis berlebih sebagai cara menghadapi stress, dan pilihlah aktivitas yang lebih sehat seperti berolah raga untuk mengurangi stres. Demikian yang dapat penulis sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai kondisi gigi dan mulut yang menandakan pikiran stres. Kenali terlebih dahulu masalah yang terjadi pada gigi dan mulut anda sebelum mencoba cara yanbg penulis berikan. Terima kasih dan salam dari penulis.

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Masalah Gigi