Macam Perasa di Pasta Gigi

Saat ini di pasaran sudah banyak sekali beredar merek pasta  gigi seperti jenis perawatan untuk gigi patah. Mereka gencar menawarkan produknya dengan kelebihannya masing – masing. Padahal tidak perlu neko-neko untuk memilih pasta gigi. Asalkan mengandung, fluoride, itu saja sudah cukup. Para ahli sudah sepakat bahwa fluoride-lah satu-satunya bahan yang mampu mencegah kerusakan gigi.

1. Bahan utama dalam pasta gigi

Sebenarnya pasta gigi tersusun dari beberapa macam bahan. Masing-masing mempunyai manfaatnya sendiri. Misalnya flouride yang dapat memperkuat email gigi dari efek buruk plak, lapisan lunak dari bakteri dan tumpukan makanan di permukaan gigi.

Bakteri ini cukup berbahaya karena menjadi penyebab gigi aus dan mampu mengubah gula dari makanan menjadi asam sehingga mampu merusak email gigi. Salah satu contoh fluoride yang digunakan adalah sodium flouride. Sedangkan jumlah fluoride yang disarankan untuk orang dewasa adalah tidak lebih dari 1000 ppm.

Dan untuk anak-anak cukup 250-500 ppm. Kandungan fluoride harus sesuai aturan dan tidak boleh berlebihan, apalagi sampai tertelan karena dapat mengganggu kesehatan. Bahan berikutnya adalah bahan pemoles  atau bahan abrasif. Salah satu contohnya adalah kalsium karbonat. Partikel lembutnya mampu mengikis dan membersihkan kotoran pada permukaan gigi dan menghilangkan plak.

2. Perasa dalam pasta gigi

Selain beberapa bahan pasta gigi yang dijelaskan diatas, tips pemulihan kehilangan tulang gigi dengan rasa atau perasa yang terkandung dalam pasta gigi juga menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen. Rasa pasta gigi umumnya cenderung segar dengan aroma mint atau buah-buahan, namun ternyata ada juga variasi rasa pasta gigi yang berbeda. Orang untuk memilih rasa pasta gigi ini tentu berbeda-beda akan tergantung pada seleranya.

3. Fungsi dan macam perasa pasta gigi

Sebenarnya fungsi pemberi rasa pada pasta gigi tidak ada efek terhadap kebersihan dan kesehatan gigi. Pemberi rasa yang ditambahkan pada pasta gigi hanya berfungsi untuk memberi rasa pada saat digunakan, khususnya saat terjadi kontak dengan

lidah yang merupakan indera perasa. Apabila tidak ditambahkan pemberi rasa maka mungkin banyak orang akan merasakan pahit akibat keberadaan detergen. Untuk itu produsen pasta gigi menambahkan pemberi rasa ke dalam formula yang ditambahkan.

  • Mint

Rasa pada pasta gigi yang paling popular adalah rasa mint. Rasa ini diperoleh dari penambahan sari daun mint. Dengan penambahan bahan ini maka pasta gigi akan terasa menjadi lebih segar dan sedikit pedas. Dengan formula tertentu maka rasa segar ini akan tertinggal di mulut selama beberapa saat setelah orang berkumur. Bagi orang dewasa, rasa mint mungkin menjadi pilihan utama, tetapi bagi anak-anak pasta gigi rasa mint akan kurang disukai.

  • Herbal

Saat ini juga sudah menjadi trend baru menggunakan pasta gigi herbal. Rasa pasta gigi ini tetap menggunakan aroma mint untuk menutup rasa pahit yang mungkin timbul dari penambahan bahan herbal ini.

  • Buah buahan

Rasa yang lain adalah rasa buah-buahan. Pasta gigi yang menggunakan rasa ini khususnya adalah pasta gigi untuk anak-anak. Mereka akan menyukai aroma yang lebih terasa akrab bagi mereka. Untuk buah-buahan yang digunakan sebagai rasa pasta gigi ini dapat terdiri dari berbagai jenis misalnya adalah strawberry, anggur, jeruk atau apel. Mungkin yang saat ini belum ada adalah pasta gigi rasa durian.